Skincapedia.com – Telur merupakan bahan makanan serbaguna yang umum ditemukan di dapur. Meskipun dikenal memiliki daya tahan yang cukup baik di lemari es, bukan berarti telur bisa disimpan selamanya tanpa memperhatikan kualitasnya.
Banyak orang masih kesulitan membedakan telur yang aman dikonsumsi dari telur yang sudah mulai membusuk. Padahal, mengonsumsi telur yang tidak layak makan dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan pencernaan hingga infeksi bakteri berbahaya.
Kabar baiknya, Anda tidak memerlukan alat canggih untuk mengecek kesegaran telur. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memastikan kualitas telur sebelum diolah. Artikel ini akan mengulas empat tanda utama telur di kulkas yang sudah tidak layak untuk dimasak, berdasarkan informasi dari Healthline.
1. Mengeluarkan Bau Busuk yang Menyengat

Metode paling mudah dan akurat untuk mendeteksi telur yang rusak adalah melalui indra penciuman. Telur yang sudah tidak layak konsumsi biasanya mengeluarkan aroma menyengat yang sangat khas dan mudah dikenali. Bau tidak sedap ini bisa tercium baik pada telur mentah maupun yang sudah dimasak.
Apabila Anda ragu dengan kondisi telur saat masih dalam cangkangnya, pecahkanlah terlebih dahulu ke dalam mangkuk atau piring yang bersih. Setelah itu, cium aromanya secara saksama. Telur segar umumnya tidak memiliki bau yang kuat. Namun, jika tercium aroma belerang, asam, atau bau busuk yang tidak wajar, telur tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi.
Selain membuang telur yang rusak, sangat penting untuk membersihkan wadah yang digunakan dengan air panas dan sabun. Langkah ini krusial untuk mencegah penyebaran bakteri ke bahan makanan lain yang akan diolah, menjaga kebersihan dapur secara keseluruhan.
2. Cangkang Retak, Berlendir atau Tampak Berjamur

Sebelum memecahkan telur, luangkan waktu untuk memeriksa kondisi fisiknya. Cangkang yang retak atau pecah dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, mempercepat penurunan kualitas telur. Sekecil apa pun kerusakan pada cangkang bisa membuat telur tidak aman untuk dikonsumsi.
Selain retakan, perhatikan juga apakah permukaan cangkang terasa berlendir saat disentuh. Tekstur yang licin atau berlendir sering kali mengindikasikan adanya pertumbuhan bakteri di bagian luar cangkang. Jika terlihat bercak putih seperti bubuk atau noda yang menyerupai jamur, sebaiknya telur tersebut segera dibuang.
Jika cangkang terlihat bersih, kering, dan tidak ada kerusakan, telur masih bisa diperiksa lebih lanjut. Namun, selalu pecahkan telur ke wadah terpisah sebelum dicampurkan dengan bahan masakan lain demi keamanan ekstra.
3. Mengapung Saat Dimasukkan ke Air

Tes apung merupakan metode yang cukup populer untuk mengukur tingkat kesegaran telur. Caranya sederhana: masukkan telur ke dalam wadah berisi air. Jika telur tenggelam dan berbaring rata di dasar wadah, ini menandakan telur masih tergolong segar.
Sebaliknya, jika telur berdiri tegak, miring ke atas, atau bahkan mengapung di permukaan air, ini menunjukkan bahwa kantung udara di dalam telur telah membesar. Pembesaran kantung udara ini terjadi karena semakin banyak udara yang masuk ke dalam telur seiring bertambahnya usia penyimpanan.
Penting untuk diingat bahwa telur yang mengapung tidak serta-merta berarti telur tersebut sudah busuk. Tes ini lebih berfungsi sebagai indikator tingkat kesegaran, bukan jaminan keamanan konsumsi. Oleh karena itu, selalu kombinasikan hasil tes apung dengan pemeriksaan bau dan kondisi fisik telur sebelum memutuskan untuk memasaknya.
4. Warna Putih atau Kuning Telur Berubah Tidak Normal
![]()
Setelah telur dipecahkan, perhatikan baik-baik warna putih dan kuningnya. Telur yang sehat biasanya memiliki putih telur yang bening dan kuning telur yang cerah. Jika Anda melihat warna yang tidak biasa, seperti hijau, merah muda, kebiruan, atau keabu-abuan, sebaiknya jangan mengambil risiko untuk mengonsumsinya.
Perubahan warna ini bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan bakteri atau mikroorganisme lain yang telah mengkontaminasi telur. Dalam kondisi seperti ini, memasak telur hingga matang pun belum tentu dapat menghilangkan seluruh risiko kesehatan yang mungkin timbul.
Selain warna, tekstur juga dapat memberikan petunjuk penting. Putih telur yang terlalu encer dan menyebar luas saat dipecahkan sering kali menandakan telur sudah cukup tua. Meskipun belum tentu busuk, kualitas dan kesegarannya jelas sudah menurun dibandingkan telur yang masih baru.
Dengan memperhatikan keempat tanda ini, Anda dapat memastikan bahwa telur yang dikonsumsi benar-benar masih segar dan aman dari kontaminasi bakteri. Jaga kesehatan Anda dengan memilih bahan makanan yang berkualitas.
