Skincapedia.com – Sejak kecil, kita seringkali dibudayakan untuk mengonsumsi segelas susu di pagi hari. Kebiasaan ini pun seringkali terbawa hingga dewasa. Namun, sudahkah kita benar-benar memahami alasan di balik anjuran minum susu di pagi hari?
Ternyata, menerapkan kebiasaan minum susu di pagi hari dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh, terutama saat memasuki usia senja. Lantas, apa saja manfaat tersebut? Berikut ulasannya!
1. Membantu Mencegah Kenaikan Berat Badan dan Menurunkan Risiko Obesitas

Beberapa studi telah mengaitkan konsumsi susu dengan risiko obesitas yang lebih rendah. Menariknya, manfaat ini tampaknya lebih terkait dengan susu murni.
Bagaimana bisa minum susu membantu mencegah kenaikan berat badan dan menurunkan risiko obesitas? Hal ini disebabkan oleh kandungan kalsium dan protein di dalam secangkir susu. Mengutip Healthline, satu gelas susu sapi saja mengandung sekitar 8 gram protein dan 28% dari kebutuhan kalsium harian tubuh.
Perlu diketahui, terdapat dua jenis protein utama dalam susu, yaitu kasein dan whey. Kasein merupakan protein mayoritas dalam susu sapi, menyumbang 70-80% dari total kandungan protein. Sementara whey berkontribusi sekitar 20%. Kasein dicerna oleh tubuh secara perlahan, sedangkan whey dicerna lebih cepat.
Protein dalam susu memberikan efek kenyang yang lebih tahan lama. Akibatnya, hal ini dapat mencegah makan berlebihan. Selain itu, tingginya kandungan kalsium dalam susu dapat mendorong pemecahan lemak dan menghambat penumpukan lemak dalam tubuh.
Baca juga: Cara Efektif Basmi Kecoak di Kamar Mandi
2. Menyehatkan Tulang

Susu telah lama dikenal sebagai minuman yang kaya akan nutrisi penting untuk kesehatan tulang. Nutrisi tersebut meliputi kalsium, vitamin D, fosfor, magnesium, dan protein.
“Kalsium adalah komponen utama tulang. Kalsium mendukung pembentukan, struktur, dan kekuatan tulang,” jelas Dr. Kyle Mueller, seorang primary care physician di Houston Methodist, mengutip laman resmi Houston Methodist.
Susu juga diperkaya dengan vitamin D, yang berperan penting dalam mendukung penyerapan kalsium dan fosfor secara optimal. “Vitamin D sebenarnya melakukan banyak hal berbeda, salah satunya membantu penyerapan kalsium,” imbuh Dr. Mueller.
Sebuah penelitian yang dilansir Healthline juga menunjukkan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko osteoporosis dan patah tulang, terutama pada orang dewasa lanjut usia.
Diketahui bahwa protein membentuk sekitar 50 persen volume tulang dan sepertiga dari massa tulang. Mengonsumsi lebih banyak protein dapat melindungi tubuh dari kehilangan tulang, khususnya bagi perempuan yang asupan kalsiumnya kurang dari makanan.
3. Membangun dan Mencegah Kehilangan Otot

Rutinitas minum susu juga dikaitkan dengan penurunan risiko kehilangan otot yang berkaitan dengan usia dalam beberapa penelitian. Bahkan, konsumsi susu dan produk olahannya yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan massa otot tubuh yang lebih besar dan kinerja fisik yang lebih baik pada orang dewasa lanjut usia.
Kasein dalam susu mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memberikan beragam manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan fungsi otot. Sementara itu, whey mengandung asam amino rantai pendek yang berperan dalam membangun dan mencegah kehilangan otot.
4. Mendukung Kesehatan Otak

Seiring bertambahnya usia, risiko penurunan dan gangguan kognitif, seperti alzheimer dan demensia, semakin meningkat. Hal ini dipertegas dalam penelitian yang dilansir oleh Verywell Health. Penelitian tersebut menyatakan bahwa penurunan kognitif dapat disebabkan oleh rendahnya asupan susu.
Susu dapat berkontribusi menjaga kesehatan otak melalui nutrisi yang dikandungnya, yaitu protein, vitamin B12, dan asam lemak omega-3. Minum susu setiap hari dapat meningkatkan daya ingat, perhatian, fokus, dan kecepatan pemrosesan otak.
Demikianlah manfaat rutin minum susu di pagi hari. Susu memang kaya akan nutrisi seperti yang telah disebutkan di atas. Namun, segala sesuatu pasti memiliki sisi positif dan negatif. Susu juga mengandung lemak dan gula. Oleh karena itu, keseimbangan antara konsumsi susu, pola makan, dan aktivitas fisik adalah kunci kesehatan yang sebenarnya.
