Skincapedia.com – Setiap orang pasti pernah mengalami burnout. Burnout dapat diartikan sebagai kelelahan fisik, emosional atau mental yang ekstrem akibat stres berkepanjangan.
Orang yang mengalami burnout akan merasakan hilangnya motivasi, penurunan kinerja, atau jenuh terhadap aktivitas yang dulu disukai. Stres itu pada dasarnya respon alami tubuh terhadap adanya tekanan dan perubahan dalam hidup.
Namun, jika menjadi kronis, stres dapat berdampak serius pada kesehatan. Stres dapat meningkatkan risiko terkena depresi, berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.
Selain itu, stres kronis, termasuk burnout juga dapat meninggalkan bekas pada wajah. Kira-kira, apa saja tanda-tanda burnout yang sering muncul pada kulit wajah? Simak ulasannya berikut ini.
1. Kulit Kusam

Tanda burnout yang muncul pada kulit bisa ditandai dengan kulit yang terlihat lebih kusam. Saat burnout, tubuh lebih memprioritaskan energi untuk fungsi tubuh yang lebih penting daripada pembaharuan kulit.
“Pada saat burnout, tubuh memperlambat sirkulasi dan mengurangi laju pergantian sel kulit. Akibatnya, kulit menerima lebih sedikit oksigen dan nutrisi dari biasanya, yang dapat membuat kulit tampak kusam,” kata Kevita Bains selaku dokter kulit, pada Huffpost.
2. Kulit Kering

Selain kulit terlihat kusam, kulit kering juga menjadi salah satu tanda burnout. Hormon stres dapat meningkatkan kehilangan air transepidermal (TEWL), yaitu proses keluarnya air dari permukaan kulit.
Hal ini tentu melemahkan skin barrier atau lapisan pelindung kulit, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi dan sensitivitas. Guna membantu memperbaiki skin barrier yang bermasalah, menggunakan pelembab kaya ceramide bisa menjadi pilihan terbaik.
3. Jerawat

Ya, munculnya jerawat telah dikaitkan dengan peningkatan tingkat stres. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini karena lonjakan kadar kortisol.
Kortisol menyebabkan bagian otak yang dikenal dengan hipotalamus memproduksi hormon yang disebut corticotrophin-releasing hormone (CRH). CRH merangsang pelepasan minyak dari kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut, sehingga menyebabkan produksi sebum berlebih, melansir Healthline.
Kelebihan minyak ini bercampur dengan bakteri, hingga akhirnya menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Seringkali jerawat tersebut muncul di sepanjang garis rahang dan dagu, tempat kelenjar minyak paling terkonsentrasi dan sensitif terhadap hormon.
4. Ruam atau Peradangan Kulit

Stres berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme (bakteri) di usus dan kulit yang dikenal sebagai disbiosis.
Ketika ketidakseimbangan ini terjadi pada kulit, hal ini dapat menyebabkan kemerahan atau ruam. Stres diketahui memicu atau memperburuk beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ruam atau peradangan kulit, seperti psoriasis, eksim, dan dermatitis kontak.
Baca juga: Tanda-tanda Kecanduan Belanja
Itulah tanda burnout yang muncul pada kulit. Jika mengalami kelelahan yang cukup berat, carilah bantuan pada orang yang profesional di bidangnya. Burnout tidak hanya mengganggu kesehatan kulit, tetapi juga fungsi organ tubuh lainnya.
