Skincapedia.com – Memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam memiliki kesempatan emas untuk meningkatkan amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Dzulhijjah sendiri merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam.
Menurut penjelasan dari NU Online, kemuliaan bulan Dzulhijjah tercermin dalam dua makna. Pertama, diharamkannya peperangan di bulan ini, menjadikannya periode yang damai. Makna kedua adalah dilipatgandakannya pahala atas ketaatan dan dosa maksiat yang dilakukan di dalamnya.
Mengingat keistimewaan Dzulhijjah sebagai momentum untuk meraih pahala berlimpah, banyak amalan yang bisa dilakukan. Beberapa di antaranya bahkan dikabarkan memiliki nilai setara dengan ibadah haji dan umrah, menawarkan kesempatan bagi mereka yang belum mampu menunaikan rukun Islam kelima.
Berikut adalah beberapa amalan sederhana namun penuh makna yang dapat dilakukan umat Islam selama bulan Dzulhijjah.
1. Melaksanakan Ibadah Puasa 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Melaksanakan ibadah puasa pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Khususnya, puasa sunah Tarwiyah yang jatuh pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar.
Berdasarkan hadis riwayat Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnu an-Najar, puasa Tarwiyah dan Arafah dikisahkan dapat menghapus dosa. Mayoritas ulama sepakat bahwa dosa yang dihapuskan adalah dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan.
Lebih jauh lagi, amalan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, termasuk ibadah puasa, disebutkan memiliki keutamaan yang lebih baik daripada berjihad di jalan Allah. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA:
“Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah berkata: tidak ada hari di mana amal saleh di dalamnya sangat dicintai oleh Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Bahkan, amalan pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik daripada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seseorang yang mengorbankan diri, harta, dan dia kembali tanpa membawa semua itu sehingga dia mati syahid. Tentu yang demikian itu (mati syahid) lebih baik,” sebagaimana dikutip dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia.
Baca juga: Aturan Masuk Destinasi Sangat Ketat
2. Memperbanyak Zikir dan Membaca Al-Qur’an

Selain menunaikan ibadah puasa, memperbanyak zikir merupakan amalan lain yang sangat dianjurkan di bulan Dzulhijjah. Imam An-Nawawi dalam penjelasannya yang dikutip NU Online menyatakan:
“Ketahuilah bahwa disunahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunahkan.”
Bacaan zikir yang dapat diamalkan meliputi tahlil (Laa ilaaha illallah), takbir (Allahu akbar), tahmid (Alhamdulillah), tasbih (Subhanallah), istigfar, serta salawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, menghidupkan malam-malam Dzulhijjah dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, meskipun hanya sepuluh ayat, juga sangat disarankan. Setiap huruf yang dibaca akan mendatangkan sepuluh kebaikan, dan pahala ini akan berlipat ganda berkat kemuliaan bulan Dzulhijjah.
3. Menebar Kebaikan terhadap Sesama

Berbuat baik kepada sesama merupakan amalan yang bernilai kapan pun. Namun, melakukannya di bulan Dzulhijjah akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan, menjadikannya lebih istimewa.
Amalan kebaikan ini bisa sesederhana membantu orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan. Misalnya, membantu mereka yang kelaparan, kebingungan mencari arah, atau kesulitan membawa beban. Bantuan tersebut bisa diberikan kepada orang yang dikenal maupun orang asing yang memerlukan uluran tangan.
Demikianlah beberapa amalan di bulan Dzulhijjah yang dapat diterapkan. Kunci dari semua amalan ini adalah ketulusan dan keikhlasan hati. Dengan niat yang baik dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh, amalan-amalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat serta keberkahan yang luar biasa di masa mendatang.
