Tekstur kulit pada bibir jauh lebih tipis dibandingkan area kulit tubuh lainnya dan nyaris tidak memiliki kelenjar minyak. Hal inilah yang membuat bibir lebih gampang kehilangan kelembapan serta rentan mengalami kering, apalagi jika dipicu oleh pengaruh lingkungan atau kebiasaan sehari-hari.
Berkenaan dengan hal tersebut, banyak orang sering mengandalkan lip balm sebagai jalan keluar utama. Namun, jika bibir terus-menerus pecah-pecah padahal sudah rutin diaplikasikan, mungkin saja ada faktor lain yang belum disadari.
Dilansir dari Holland and Barret, mari simak beberapa Alasan mengapa bibir tetap pecah-pecah walau rajin memakai lip balm!
1. Cuaca Dingin dan Udara Kering

Ketika suhu udara turun, kelembapan di sekitar kita pun ikut merosot. Dampaknya, kulit akan kesulitan menjaga kadar air, termasuk pada bagian bibir yang memang lebih tipis dan sensitif. Wajar saja jika bibir terasa kaku, kasar, sampai mulai mengelupas saat cuaca sedang dingin.
Selain rajin menggunakan lip balm, pastikan Anda memilih produk yang mengandung zat emolien seperti shea butter, minyak kelapa, minyak zaitun, atau asam linoleat untuk membantu mengunci kelembapan. Menutup bagian mulut dengan syal saat berada di luar ruangan juga bisa melindungi bibir dari paparan hawa dingin secara langsung.
2. Terlalu Sering Berada di Ruangan Ber-AC atau Menggunakan Pemanas

Bukan hanya udara dingin di luar, kondisi lingkungan di dalam ruangan juga berpengaruh terhadap kesehatan bibir. Pengoperasian AC atau pemanas secara terus-menerus memicu penurunan kelembapan udara yang membuat kulit serta bibir menjadi lebih cepat kering.
Untuk mengatasinya, upayakan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik dan aplikasikan lip balm secara berkala. Jika memungkinkan, gunakan humidifier supaya kelembapan udara ruangan terjaga sehingga bibir tidak kehilangan kadar airnya dengan cepat.
3. Tubuh Mengalami Dehidrasi

Kulit, termasuk bibir, memerlukan asupan cairan yang cukup agar tetap terjaga kelembapannya. Saat tubuh mengalami dehidrasi, kelembapan kulit akan menurun dan bibir menjadi salah satu bagian yang paling awal menunjukkan tandanya.
Oleh karena itu, jangan hanya bergantung pada produk perawatan dari luar. Pastikan kebutuhan cairan harian Anda terpenuhi dengan minum air putih yang cukup serta membatasi konsumsi alkohol dan minuman berkafein yang berisiko memperburuk dehidrasi.
4. Terbiasa Menjilat Bibir

Saat bibir terasa kering, banyak orang secara tidak sadar menjilatnya agar terasa lebih lembap. Padahal, air liur justru menguap dengan cepat dan turut membawa kelembapan alami bibir, sehingga permukaannya menjadi jauh lebih kering.
Kebiasaan menjilat bibir yang dilakukan berulang kali bahkan bisa menyebabkan kondisi yang disebut dengan lip licker’s dermatitis. Guna mencegahnya, gunakanlah lip balm tanpa pewangi secara rutin dan coba cari tahu apakah kebiasaan itu dipicu oleh rasa cemas, stres, atau sekadar perilaku yang tidak disadari.
5. Sering Mengelupas atau Mengorek Kulit Bibir

Kulit bibir yang mengelupas memang terasa mengganggu sehingga banyak orang tergoda untuk mencabutnya dengan jari. Padahal, jika kulit tersebut belum sepenuhnya siap terlepas, tindakan ini justru dapat menimbulkan luka kecil yang memperparah kekeringan.
Apabila ingin menyingkirkan kulit mati, lakukan eksfoliasi secara lembut dengan scrub bibir yang aman atau menggunakan bahan alami seperti campuran gula dan madu yang bertekstur halus. Sesudahnya, segera gunakan lip balm agar kelembapan bibir tetap terjaga.
6. Alergi terhadap Produk Bibir

Beberapa kandungan dalam lipstik, lip balm, atau produk kosmetik bibir lainnya berpotensi memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Selain bibir terasa kering, gejala yang muncul bisa berupa kemerahan, rasa gatal, hingga pembengkakan usai menggunakan produk tertentu.
Jika Anda mencurigai adanya reaksi alergi, hentikan pemakaian semua produk bibir untuk sementara, lalu coba gunakan kembali satu per satu untuk mengidentifikasi penyebabnya. Apabila terjadi pembengkakan secara mendadak pada lidah, bibir, atau tenggorokan, segera cari bantuan medis karena bisa menjadi tanda reaksi alergi yang membahayakan.
7. Paparan Sinar Matahari

Banyak orang rajin mengoleskan sunscreen pada wajah, namun melupakan bahwa bibir juga memerlukan perlindungan dari sinar ultraviolet. Paparan sinar matahari yang terus-menerus dapat membuat bibir menjadi lebih kering, pecah-pecah, bahkan berisiko mengalami kerusakan jangka panjang.
Oleh karena itu, pilihlah lip balm yang telah dilengkapi dengan SPF agar bibir terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan. Jangan lupa untuk mengaplikasikannya ulang sesuai kebutuhan, terutama setelah makan, minum, atau saat berada di bawah paparan sinar matahari dalam waktu lama.
Itulah beberapa alasan mengapa bibir tetap pecah-pecah meski Anda rajin menggunakan lip balm. Dengan memahami penyebabnya dan melakukan perawatan yang sesuai, semoga bibir Anda kembali lembap, sehat, dan terasa nyaman.
