Butter dan margarin sering kali dianggap serupa karena fungsinya yang mirip, baik sebagai olesan roti maupun bahan pelengkap dalam mengolah makanan dan membuat kue. Padahal, kedua bahan ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar, mulai dari komposisi bahan pembuatnya hingga profil nutrisinya.
Memahami karakteristik masing-masing dapat memudahkan Anda dalam memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan, entah itu untuk kebutuhan memanggang, memasak, maupun menyesuaikan pola makan. Lantas, apa saja perbedaan antara butter dan margarin?
1. Bahan Baku

Perbedaan paling mencolok antara butter dan margarin terletak pada bahan dasarnya. Butter dihasilkan dari krim atau susu sapi yang diaduk hingga lemaknya terpisah dari cairan susunya (buttermilk). Sebaliknya, margarin umumnya berasal dari minyak nabati, seperti minyak kedelai, kelapa sawit, kanola, atau bunga matahari yang diproses hingga memiliki konsistensi padat layaknya butter.
Berdasarkan data dari U.S. Department of Agriculture (USDA), butter dikategorikan sebagai produk olahan susu dengan kadar lemak susu minimal 80%, sementara margarin adalah produk berbahan dasar minyak nabati yang dirancang sebagai pengganti butter.
2. Kandungan Lemak dan Nilai Gizi

Oleh karena berasal dari susu, butter mempunyai kadar lemak jenuh dan kolesterol yang lebih tinggi. Di sisi lain, margarin biasanya mengandung lebih banyak lemak tak jenuh, yang dianggap lebih ramah bagi kesehatan jantung apabila dikonsumsi secara bijak. Saat ini, banyak produk margarin modern telah diformulasi ulang untuk meniadakan lemak trans dalam proses produksinya.
Mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh memang baik untuk memelihara kesehatan jantung. Namun, sangat disarankan bagi konsumen untuk tetap memeriksa label informasi gizi karena tiap produk margarin memiliki komposisi yang bervariasi.
3. Rasa dan Aroma

Butter menawarkan cita rasa yang lebih gurih, tekstur yang creamy, serta aroma susu yang sangat khas. Inilah alasan mengapa butter menjadi pilihan utama untuk membuat pastry, cookies, dan berbagai sajian yang menonjolkan kelezatan rasa. Sebaliknya, margarin cenderung memiliki rasa yang lebih netral, meski beberapa produk sudah diberi tambahan aroma agar menyerupai butter.
Menurut Culinary Institute of America, kandungan lemak susu dalam butter memberikan dimensi rasa dan aroma yang jauh lebih kaya dibandingkan margarin.
4. Tekstur dan Titik Leleh

Butter mempunyai tekstur yang lebih lunak dan cepat lumer karena berasal dari lemak susu. Sementara itu, margarin cenderung lebih stabil saat berada di suhu ruang sebab dibuat dari minyak nabati yang diolah menjadi padat.
Perbedaan titik leleh ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir masakan. Butter umumnya memberikan tekstur yang lebih renyah dan aroma harum, sedangkan margarin memberikan stabilitas tekstur yang lebih baik pada jenis adonan tertentu.
Menurut King Arthur Baking, pemilihan antara butter atau margarin akan memengaruhi kelembapan, tekstur, serta profil rasa dari hasil panggangan.
5. Penggunaan dalam Memasak dan Membuat Kue

Butter sering dipilih untuk membuat croissant, pastry, cake, dan cookies karena mampu memberikan aroma serta rasa yang lebih mewah. Di sisi lain, margarin lebih sering digunakan untuk mengoles roti, menumis masakan, atau untuk kebutuhan kue yang memerlukan biaya produksi lebih terjangkau.
Meskipun keduanya bisa digunakan dalam berbagai resep, hasil akhir masakan akan sangat bergantung pada jenis lemak yang Anda pilih.
__
Ingin menjadi bagian dari komunitas yang dapat diikuti dalam berbagai acara seru baik secara daring maupun luring? Komunitas ini terbuka bagi siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki wadah khusus bagi Anda yang masih berstatus mahasiswa atau mahasiswi. Mari bergabung ke komunitas kami. Caranya DAFTAR DI SINI!
