Banyak orang beranggapan bahwa rasa kenyang usai menyantap hidangan berarti nutrisi harian telah terpenuhi dengan baik. Padahal, mutu asupan sama krusialnya dengan frekuensi makan. Jika menu harian Anda didominasi oleh nasi, mi, atau karbohidrat tinggi tanpa disertai protein yang memadai, tubuh tetap berpotensi mengalami defisiensi protein.
Pada kenyataannya, protein memiliki fungsi vital dalam membangun serta memperbaiki jaringan, memproduksi enzim, hormon, dan antibodi, hingga memelihara massa otot. Saat asupannya tidak mencukupi, tubuh akan mengirimkan berbagai sinyal yang kerap dianggap sebagai keluhan kesehatan biasa. Merujuk pada WebMD, mari kenali indikasi tubuh kekurangan protein yang harus diwaspadai.
1. Mudah Lapar Meski Sudah Makan

Jika Anda sering merasa lapar hanya selang satu atau dua jam setelah makan, penyebabnya mungkin bukan karena porsi yang kurang, melainkan minimnya kandungan protein. Protein memerlukan durasi lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu menstabilkan kadar gula darah dan memberikan efek kenyang yang lebih awet.
Sebaliknya, hidangan yang didominasi karbohidrat olahan lebih cepat terurai sehingga energi pun lekas habis. Menambahkan sumber protein seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan, atau yogurt ke dalam menu harian dapat membantu mengontrol nafsu makan sekaligus mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.
2. Tubuh Mengalami Pembengkakan

Salah satu protein esensial dalam darah adalah albumin, yang berperan menjaga agar cairan tetap berada di dalam pembuluh darah. Saat kadar albumin turun akibat kurangnya asupan protein, cairan lebih mudah merembes ke jaringan tubuh sehingga memicu pembengkakan atau edema.
Meski begitu, pembengkakan juga bisa disebabkan oleh gangguan ginjal, hati, atau jantung. Oleh karena itu, jika pembengkakan terjadi secara persisten atau semakin parah, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis guna memastikan penyebab utamanya.
3. Suasana Hati Mudah Berubah

Protein menyediakan asam amino yang diperlukan tubuh untuk membentuk neurotransmiter, seperti dopamin dan serotonin. Kedua senyawa kimia ini memegang peranan penting dalam mengatur suasana hati, motivasi, serta kemampuan fokus.
Ketika produksi neurotransmiter terganggu, seseorang mungkin akan lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, merasa lesu, atau mengalami perubahan suasana hati yang tidak wajar. Oleh karena itu, menjaga asupan protein tetap cukup sangat penting untuk mendukung fungsi otak dan kesehatan mental secara optimal.
4. Rambut, Kulit dan Kuku Mudah Bermasalah

Keratin, kolagen, dan elastin merupakan jenis protein yang bertugas menjaga kekuatan rambut, elastisitas kulit, serta kesehatan kuku. Jika tubuh kekurangan bahan baku untuk memproduksi protein-protein tersebut, kualitas jaringan akan mengalami penurunan.
Akibatnya, rambut cenderung mudah rontok atau menipis, kulit terasa lebih kering dan kusam, serta kuku tampak rapuh atau memiliki garis-garis pada permukaannya. Meskipun kondisi ini dapat dipicu oleh faktor lain, kekurangan protein juga menjadi salah satu penyebab yang patut diperhitungkan.
5. Tubuh Mudah Lelah dan Otot Lemah

Protein berfungsi mempertahankan jaringan otot agar tetap kokoh. Jika kebutuhan protein tidak terpenuhi dalam jangka waktu lama, tubuh akan mulai memecah otot sebagai cadangan energi sehingga massa otot pun menyusut secara perlahan.
Selain membuat tubuh terasa lemah, kondisi ini juga dapat mengganggu keseimbangan, memperlambat metabolisme, hingga meningkatkan risiko anemia karena proses pembentukan sel darah merah ikut terhambat. Dampaknya, Anda mungkin akan merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
6. Luka Lebih Lama Sembuh

Saat mengalami luka, tubuh akan memproduksi kolagen serta berbagai protein lainnya untuk mempercepat regenerasi jaringan. Apabila pasokan protein minim, proses pemulihan menjadi lebih lambat sehingga luka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tertutup sempurna.
Tidak hanya luka gores, pemulihan setelah cedera olahraga, keseleo, hingga pasca tindakan medis juga bisa berlangsung lebih lama jika kebutuhan protein harian Anda tidak tercukupi.
7. Mudah Sakit dan Sulit Pulih

Antibodi yang bertugas melawan virus, bakteri, dan berbagai patogen penyebab penyakit dibentuk dari asam amino yang berasal dari protein. Ketika asupan protein kurang, produksi antibodi dapat menurun sehingga daya tahan tubuh ikut melemah.
Selain itu, protein juga membantu penyerapan berbagai nutrisi penting lainnya yang mendukung sistem imun. Akibatnya, seseorang yang mengalami kekurangan protein mungkin lebih rentan terserang infeksi atau membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar pulih setelah sakit.
Itulah beberapa Ciri Tubuh yang kekurangan protein. Jika Anda sering mengalami beberapa tanda di atas secara bersamaan, ada baiknya mengevaluasi kembali asupan protein harian Anda dan pastikan menu makan Anda mengandung sumber protein berkualitas agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi.
