Masa kanak-kanak semestinya diisi dengan kegembiraan, keceriaan, dan tawa. Namun, bagi sejumlah anak, ada yang pernah merasakan pengalaman pahit dikucilkan atau disisihkan dari lingkungan pergaulan. Contohnya seperti diacuhkan saat berada di taman bermain atau tidak memiliki teman untuk berbagi makan siang.
Menurut pandangan psikolog, Dampak jangka panjang dari anak yang pernah disisihkan di masa kecil dapat terbawa pada perilaku mereka ketika beranjak dewasa.
“Masa kecil merupakan fase krusial bagi perkembangan kita, yang berarti segala peristiwa yang terjadi dalam periode ini bisa memberikan pengaruh mendalam sepanjang hidup kita,” jelas Dr. Alexandra Stratyner, Ph.D., seorang psikolog asal New York, kepada Parade.
“Pengalaman dikucilkan saat kecil berpotensi memicu rasa kesepian, kesedihan, kemarahan, keraguan diri, serta kecemasan. Apabila emosi-emosi tersebut tidak dikelola dengan tepat, dampaknya dapat menetap hingga dewasa dan mengganggu kesehatan mental seseorang,” tambahnya.
Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang kerap dimiliki orang dewasa yang pernah merasa tersisih di masa kecil menurut para ahli psikologi.
Sering Merasa Insecure di Lingkungan Sosial

Individu yang sering disisihkan semasa kecil cenderung merasa tidak aman atau insecure saat berada di lingkungan sosial. Menurut psikolog Dr. Brandy Smith, Ph.D., fenomena ini bisa dipicu oleh beberapa faktor.
“Adanya kemungkinan rasa insecure dalam situasi tertentu muncul akibat minimnya interaksi sosial, sehingga secara faktual mereka memiliki lebih sedikit referensi mengenai bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang lain,” ujar Dr. Smith.
Di sisi lain, muncul kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri atas pengalaman pengucilan tersebut. Mereka merasa ada yang keliru dengan diri mereka. Kondisi ini bisa memicu rasa cemas saat harus berinteraksi dengan orang sekitar.
Perfeksionis

Pengalaman dikucilkan membuat seorang anak merasa diabaikan. Akibatnya, mereka mungkin melakukan segala cara demi memperoleh perhatian saat tumbuh dewasa. Sikap ini sering kali mewujud dalam kepribadian perfeksionis.
“Seseorang yang pernah dikucilkan saat kecil mungkin berusaha keras meraih kesempurnaan atau melakukan tindakan berlebihan dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan pembuktian nilai diri,” kata Dr. Stratyner. “Bisa jadi mereka melakukan hal tersebut demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.”
Punya Empati Tinggi

Mereka yang pernah dikucilkan di masa kecil bisa tumbuh menjadi sosok dengan empati yang mendalam saat dewasa. Mereka memahami betapa menyakitkan rasanya ketika tidak dilibatkan dalam pergaulan. Karena itulah, mereka enggan melihat orang lain mengalami nasib serupa.
“Ada orang-orang yang memiliki tingkat empati tinggi terhadap sesama, karena mereka mengerti perasaan orang lain yang juga pernah merasakan keterasingan,” ungkap Dr. Stratyner.
Harga Diri Rendah

Pengalaman penolakan dan pengabaian dapat memicu penurunan harga diri, terlebih bila perasaan tersebut tidak diselesaikan dengan baik.
Rendahnya rasa percaya diri sering membuat seseorang mempertanyakan kapasitas diri dan merasa bimbang.
“Sebagai contoh, jika seseorang pernah dikucilkan saat kecil, mereka mungkin merasa ragu untuk mengutarakan gagasan di tempat kerja karena takut pendapatnya tidak dihargai,” jelas Dr. Joel Frank, Psy.D., seorang psikolog berlisensi di Duality Psychological Services.
People Pleaser

Sikap selanjutnya adalah kemungkinan besar mereka tumbuh sebagai sosok people pleaser. Mereka akan berusaha keras menyenangkan orang lain, bahkan sampai mengubah karakter diri sendiri demi menjalin relasi sosial.
Karena paham betapa tidak menyenangkannya saat dikucilkan, mereka berupaya bersikap sangat ramah hingga terkadang mengabaikan kebutuhan pribadi agar bisa diterima dalam lingkungan pergaulan.
“Kelemahannya adalah sulitnya membangun jati diri yang autentik saat seseorang terus-menerus berperan bak bunglon di hadapan orang lain,” ujar Dr. Smith.
Ingin menjadi bagian dari komunitas di mana kamu bisa mengikuti beragam kegiatan daring maupun luring yang menarik? Komunitas ini terbuka untuk umum, bagi perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki wadah khusus bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa atau mahasiswi. Ayo, bergabunglah ke Komunitas. Caranya DAFTAR DI SINI!
