Skincapedia.com – Stigma mengenai kehidupan keluarga kerajaan Inggris seringkali terbungkus oleh citra kemewahan tiada tara dan kemegahan istana yang tak tersentuh. Namun, di balik dinding-dinding bersejarah Buckingham Palace, tersimpan realitas yang cukup mengejutkan bagi banyak orang: mereka justru menerapkan pola hidup yang sangat hemat atau Frugal.
Gaya hidup ini bukan berarti mereka kekurangan materi, melainkan sebuah bentuk kedisiplinan dan cara pandang yang lebih bijak dalam mengelola sumber daya. Mengutip dari Reader’s Digest, ada banyak pelajaran berharga dari kebiasaan sederhana para bangsawan ini yang sebenarnya bisa kita adaptasi dalam keseharian kita.
Sarapan Sederhana Meski Tinggal di Istana

Banyak yang membayangkan meja makan keluarga kerajaan dipenuhi hidangan mewah ala restoran bintang lima setiap paginya. Kenyataannya, Ratu Elizabeth II memiliki preferensi yang sangat membumi dalam hal menu sarapan.
Beliau lebih memilih menikmati semangkuk sereal seperti cornflakes atau Special K yang dipadukan dengan irisan buah segar. Menariknya, untuk menjaga kualitas dan kerenyahan sereal tersebut, beliau selalu menyimpannya dalam wadah plastik khusus alih-alih membiarkannya di dalam kemasan kardus aslinya. Kebiasaan ini mencerminkan prinsip efisiensi yang tinggi, di mana kenyamanan dan kesegaran bahan makanan jauh lebih diutamakan daripada sekadar estetika kemasan.
Tidak Malu Memakai Pakaian yang Sama Berulang Kali

Di tengah gempuran tren fast fashion dan tekanan media sosial untuk selalu tampil dengan busana baru, keluarga kerajaan Inggris justru memberikan teladan yang berbeda. Mereka menunjukkan bahwa pakaian berkualitas layak untuk dikenakan dalam jangka waktu yang panjang.
Kate Middleton adalah contoh nyata sosok yang sering tampil dengan busana yang pernah ia kenakan sebelumnya di berbagai acara resmi. Bahkan, Putri Anne dikenal memiliki dedikasi luar biasa terhadap koleksi pakaiannya, dengan tetap mengenakan busana favorit yang ia miliki sejak 35 tahun lalu. Prinsip ini mengajarkan kita bahwa investasi pada pakaian yang awet dan tak lekang oleh waktu jauh lebih bernilai daripada mengikuti tren yang cepat berganti.
Disiplin Menghemat Penggunaan Listrik

Mengelola istana sebesar Buckingham, yang memiliki lebih dari 40.000 titik lampu, tentu memerlukan manajemen energi yang sangat serius. Biaya operasional yang besar membuat penghematan menjadi agenda utama di lingkungan istana.
Sejak tahun 2011, mendiang Ratu Elizabeth II bahkan mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh staf untuk mematikan lampu yang tidak terpakai. Menurut laporan Financial Times, sang Ratu terkadang melakukan inspeksi langsung dengan berjalan menyusuri lorong istana hanya untuk mematikan lampu yang masih menyala. Tindakan ini membuktikan bahwa penghematan energi adalah tanggung jawab kolektif yang dimulai dari langkah-langkah kecil di rumah.
Saling Memberikan Hadiah Lucu, Bukan Mahal

Dalam benak publik, hadiah bagi anggota kerajaan mungkin selalu berupa perhiasan mahal atau barang mewah lainnya. Namun, tradisi pertukaran hadiah di keluarga kerajaan Inggris justru jauh lebih hangat dan santai.
Mereka memiliki kebiasaan saling memberikan hadiah lelucon atau benda-benda jenaka yang mampu mencairkan suasana. Sebuah momen ikonik pernah terjadi saat Meghan Markle memberikan hadiah berupa mainan hamster yang bisa bernyanyi kepada Ratu Elizabeth, yang sukses membuat sang Ratu tertawa lepas. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa nilai sebuah pemberian bukan terletak pada label harga, melainkan pada kebahagiaan dan koneksi emosional yang tercipta.
Tidak Selalu Memilih Penerbangan Mewah

Mobilitas tinggi adalah bagian dari tugas kerajaan, namun itu tidak selalu berarti mereka harus selalu menggunakan jet pribadi atau fasilitas kelas satu. Beberapa anggota keluarga kerajaan pernah tertangkap kamera menggunakan maskapai komersial dengan kelas ekonomi.
Pada tahun 2014, Pangeran William terlihat terbang menggunakan kelas ekonomi maskapai American Airlines rute Memphis ke Dallas. Begitu pula dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang memilih menggunakan British Airways kelas ekonomi saat menikmati liburan Tahun Baru 2018 ke Nice. Keputusan ini menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki sisi pragmatis dalam bepergian.
Pada akhirnya, gaya hidup frugal yang diterapkan keluarga kerajaan Inggris membuktikan bahwa kekayaan bukanlah alasan untuk membiarkan pemborosan. Dengan mengutamakan kualitas, menghargai barang yang kita miliki, serta bijak dalam setiap pengeluaran, kita bisa mencapai hidup yang lebih tertata, efisien, dan tetap penuh makna.
