Setiap individu memiliki karakter serta sifat yang berbeda-beda, yang menjadikan mereka sosok yang unik. Namun, Anda mungkin pernah menjumpai atau berinteraksi dengan seseorang yang cenderung gila perhatian atau sangat mendambakan validasi.
Biasanya, tipe orang seperti ini selalu ingin menjadi sorotan utama, merasa perlu diakui oleh pihak lain, serta kerap bersikap seolah-olah segala sesuatu harus berputar di sekitar dirinya.
Selain itu, mereka yang haus akan validasi juga sering melontarkan beberapa Kalimat berikut ini sebagaimana dikutip dari laman Your Tango. Mari kita simak.
1. ‘Kamu tidak akan percaya apa yang baru saja terjadi padaku’

Kalimat pertama yang sering terlontar dari mulut orang yang ‘haus’ validasi adalah, “Kamu tidak akan percaya apa yang baru saja terjadi padaku”. Ungkapan ini mampu menarik atensi orang lain secara instan dan memicu rasa penasaran mereka untuk menyimak.
Mirip dengan bergosip, kisah yang disampaikan oleh individu haus validasi setelah kalimat pembuka ini mungkin saja dibesar-besarkan, namun dengan motivasi yang berbeda.
Mereka terus bercerita tiada henti agar kehidupan mereka tampak lebih memukau sehingga orang lain tetap fokus memberikan perhatian kepadanya.
Keinginan untuk berbagi cerita mengenai kehidupan pribadi bukanlah hal yang negatif, namun jika seseorang selalu mengawali percakapan dengan cara ini, mereka mungkin sangat membutuhkan validasi dan merasa perlu untuk menarik kembali fokus pembicaraan kepada diri mereka sendiri.
2. ‘Aku tidak mengerti apa masalah mereka’

Individu yang haus validasi biasanya memiliki kecenderungan sifat narsistik. Mereka lebih fokus pada diri sendiri dan sulit menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain. Hal ini tecermin dari kebiasaan mereka yang enggan mendengarkan orang lain agar perhatian tidak teralihkan dari mereka.
Di samping itu, sosok narsistik sering kali kesulitan memahami bagaimana tindakan mereka dapat membuat orang lain merasa kesal atau tidak nyaman. Jika seseorang menunjukkan kemarahan, mereka mungkin benar-benar tidak paham apa penyebabnya.
3. ‘Apakah kamu tahu bahwa…’

Hampir semua orang pernah terlibat dalam obrolan gosip. Meski tidak selalu dilakukan, mendengar kabar mengenai ‘drama’ terbaru yang menimpa orang-orang di sekitar kita bisa menjadi topik yang menarik.
Akan tetapi, orang yang haus validasi akan menggunakan hal ini sebagai umpan agar orang lain bersedia mendengarkan mereka. Mereka mungkin memulai obrolan dengan kalimat, “Apakah kamu tahu bahwa…” sebelum akhirnya membongkar urusan pribadi orang lain. Dalam situasi ini, ceritanya bisa saja benar atau mungkin telah mereka dramatisasi.
Orang yang haus validasi menyebarkan gosip terkini demi mendapatkan perhatian. Mereka bahkan mungkin memperpanjang durasi cerita dengan menyisipkan detail-detail tambahan agar pendengar tetap penasaran dan terus menyimak dalam waktu yang lama.
