Skincapedia.com – Memiliki koleksi kuas makeup berkualitas adalah investasi jangka panjang bagi siapa saja yang mencintai dunia kecantikan. Selain mempermudah aplikasi produk, kuas yang dirawat dengan benar mampu memberikan hasil akhir riasan yang lebih presisi dan tampak profesional.
Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak Kebiasaan kecil dalam rutinitas harian yang justru menjadi musuh utama bagi keawetan kuas? Sering kali tanpa disadari, tindakan yang kita anggap benar justru memperpendek usia pakai alat rias tersebut. Dilansir dari New Beauty, berikut adalah lima kebiasaan buruk yang perlu Anda hindari agar koleksi kuas tetap awet dan higienis.
1. Mengabaikan Kebersihan Kuas Secara Rutin

Banyak pengguna makeup menunda waktu mencuci kuas mereka, padahal kuas yang kotor adalah sarang bakteri yang ideal. Makeup artist selebritas, Brandy Allen, menekankan bahwa residu sisa produk yang tertinggal dapat memicu masalah kulit seperti iritasi hingga jerawat membandel.
Untuk menjaga kesehatan kulit dan performa kuas, berikut panduan praktis dari Allen:
- Kuas Produk Cair/Krim: Seperti foundation atau concealer, sebaiknya dicuci minimal seminggu sekali.
- Kuas Produk Bubuk: Dapat dibersihkan setiap satu hingga dua minggu, bergantung pada intensitas pemakaian.
- Standar Profesional: Bagi penata rias, sanitasi kuas wajib dilakukan setiap kali berpindah klien untuk menghindari kontaminasi silang.
2. Pemilihan Sabun yang Terlalu Keras

Tren di media sosial sering kali menyarankan penggunaan sabun cuci piring untuk membersihkan kuas karena dianggap mampu melarutkan lemak dari produk makeup. Sayangnya, bahan pembersih yang terlalu keras justru dapat merusak serat bulu kuas, membuatnya kasar, dan kehilangan kualitas aslinya.
Jika proses pembilasan tidak dilakukan dengan sempurna, residu sabun yang tertinggal juga bisa menempel di wajah saat kuas digunakan kembali. Pilihlah pembersih yang lembut dan bebas pewangi agar bulu kuas tetap terjaga kelembutannya dan lebih tahan lama.
3. Kesalahan fatal: Merendam Kuas dan Menggunakan Air Panas

Banyak orang keliru dengan merendam seluruh bagian kuas ke dalam air saat mencuci. Kebiasaan ini sangat berbahaya karena air yang merembes ke bagian pangkal bulu (ferrule) dapat melarutkan lem perekat, yang akhirnya menyebabkan bulu kuas rontok secara permanen.
Selain itu, hindari penggunaan air panas. Paparan suhu tinggi dapat merusak struktur serat sintetis maupun alami pada kuas, yang mengakibatkan perubahan bentuk dan penurunan performa. Selalu gunakan air bersuhu suam-suam kuku atau dingin untuk membilas bagian bulunya saja.
4. Posisi Pengeringan yang Keliru

Setelah dicuci, posisi saat mengeringkan kuas memegang peranan krusial. Mengeringkan kuas dengan posisi tegak (bulu di atas) justru membiarkan air turun ke arah pangkal kuas, yang kembali berisiko merusak lem perekat dan mempercepat kerontokan bulu.
Cara terbaik adalah meletakkan kuas secara mendatar di atas handuk bersih. Berikan sedikit ruang dengan membiarkan bagian bulu menggantung di tepi meja agar sirkulasi udara lebih optimal. Hindari pula penggunaan hair dryer atau paparan sinar matahari langsung, karena panas berlebih akan membuat bulu kuas menjadi kaku dan mudah patah.
5. Memaksakan Pemakaian Kuas yang Rusak

Seberapa pun sayangnya Anda pada sebuah kuas, ada masa di mana alat tersebut harus dipensiunkan. Brandy Allen mengingatkan bahwa kuas yang sudah tidak layak pakai akan memberikan hasil riasan yang tidak maksimal karena produk tidak lagi terdistribusi dengan rata.
Segera ganti kuas Anda jika sudah menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Bentuk bulu sudah berubah drastis atau tidak beraturan.
- Bulu-bulu kuas mulai rontok secara signifikan.
- Tekstur bulu terasa kasar atau menusuk saat diaplikasikan ke kulit.
Dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan di atas, Anda kini bisa lebih bijak dalam merawat alat rias agar tetap berfungsi maksimal dan menjaga kesehatan kulit wajah Anda setiap hari.
