Mitos bahwa mengonsumsi kacang dapat menyebabkan jerawat telah tersebar luas di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak orang meyakini bahwa kulit mereka berjerawat setelah menyantap kacang.
Apakah benar kacang merupakan pemicu munculnya jerawat? Bukankah kemunculan jerawat dipengaruhi oleh banyak faktor? Apa saja kandungan nutrisi dalam kacang serta khasiatnya bagi tubuh kita?
Kenali Dulu Penyebab Jerawat

Timbulnya jerawat pada wajah umumnya dipicu oleh berbagai aspek. Faktor tersebut meliputi perubahan hormonal, penggunaan produk skincare yang tidak sesuai, tingkat stres, kurang istirahat, hingga kebersihan kulit yang kurang terjaga.
Selain itu, pola makan yang buruk juga memiliki pengaruh. Seseorang yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, termasuk produk susu tertentu, lebih rentan mengalami breakout.
Sebuah riset yang dilansir Verywell Health mengungkapkan bahwa mereka yang sering menyantap makanan tinggi gula atau lemak memiliki potensi 54 persen lebih besar untuk mengalami masalah jerawat.
Pola Makan Pengaruhi Jerawat, tetapi Konsumsi Kacang Bikin Jerawatan Itu…

Menurut pengajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Neny Triastuti, anggapan bahwa kacang memicu jerawat adalah tidak tepat. Meski demikian, ada opini yang menyebut bahwa kandungan asam lemak omega-6 yang tinggi dalam kacanglah yang menjadi pemicunya.
Penelitian dalam Journal Biomedicine & Pharmacotheraphy menunjukkan bahwa perbandingan kadar omega-3 dan omega-6 pada kacang kurang ideal, yakni 1:17. Kondisi ini menjadi persoalan karena tubuh kita idealnya memerlukan rasio omega-3 dan omega-6 sebesar 1:3.
Omega-6 disebut-sebut mampu meningkatkan risiko inflamasi, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Sebaliknya, omega-3 adalah nutrisi yang bersifat anti-inflamasi. Jika asupannya mencukupi, omega-3 dapat membantu mencegah terbentuknya jerawat.
“Ketidakseimbangan antara omega-6 dan omega-3 inilah yang memicu peradangan pada tubuh, sehingga berpotensi memperparah kondisi kulit yang berjerawat,” jelas Neny, sebagaimana dikutip dari laman resmi UMSURA.
Walaupun kaitan antara omega-6 dan jerawat tampak logis, pembuktian lebih mendalam mengenai hubungan langsung antara kacang dengan jerawat masih diperlukan. Hingga saat ini, belum ada studi yang memastikan bahwa Makan Kacang secara langsung menyebabkan jerawat.
Nutrisi dan Manfaat Konsumsi Kacang bagi Kesehatan

Menjadikan kacang-kacangan sebagai bagian dari menu harian dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung. Berdasarkan data Mayo Clinic, kacang-kacangan setidaknya mengandung:
- Protein nabati. Nutrisi ini mendukung kesehatan jantung dan fungsi ginjal.
- Asam lemak omega-3. Beberapa jenis kacang, contohnya walnut, kaya akan omega-3. Asam lemak ini ampuh membantu menurunkan kadar trigliserida dan berhubungan dengan berkurangnya risiko penyakit jantung.
- Seluruh varian kacang memiliki serat yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol serta memberikan efek kenyang lebih lama.
- L-arginin, salah satu unsur pembentuk protein. Riset membuktikan L-arginin dapat membantu meredakan tekanan darah, memperbaiki profil kolesterol, dan meningkatkan kesehatan sistem pembuluh darah secara menyeluruh.
Walau kaya nutrisi, bukankah kacang termasuk makanan tinggi lemak? Benar, satu porsi kacang sekitar 28 gram mengandung kurang lebih 160-200 kalori, dengan 80% hingga 90%-nya berasal dari lemak.
Namun, mayoritas lemak yang terkandung dalam kacang adalah lemak tak jenuh tunggal, yang justru bermanfaat menurunkan kolesterol LDL sekaligus menjaga kadar HDL tetap stabil.
Mengingat kacang-kacangan tinggi lemak dan memiliki kepadatan kalori yang cukup tinggi, sangat penting untuk mengonsumsinya secara terukur.
“Kita hanya disarankan mengonsumsi satu porsi kacang setara satu ons per hari atau 5 ons per minggu dari berbagai jenis kacang untuk memperoleh manfaat optimal bagi kesehatan jantung,” saran ahli gizi terdaftar Devon Peart, di Cleveland Clinic.
