Tingginya kadar kolesterol dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari genetika, kondisi kesehatan tertentu, tingkat aktivitas fisik, hingga faktor usia. Namun, ada elemen krusial lain yang turut berperan, yakni pola konsumsi sehari-hari.
Walaupun ada jenis Makanan dan nutrisi yang terbukti efektif menjaga kestabilan kolesterol, terdapat pula asupan yang justru memberikan dampak sebaliknya dan berpotensi menaikkan kadar kolesterol LDL. Ironisnya, makanan tersebut sangat digemari oleh banyak kalangan, terutama generasi muda.
Apa saja jenis makanan yang dimaksud? Berikut adalah daftar makanan yang tidak disarankan bagi penderita kolesterol tinggi. Para ahli gizi pun menganjurkan untuk membatasi asupannya.
1. Es Krim

Menurut pakar gizi spesialis kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, es krim memiliki kandungan lemak jenuh dan gula tambahan yang cukup tinggi. Mengutip EatingWell, perpaduan zat tersebut dapat memicu kenaikan kolesterol LDL serta remnant cholesterol pada sebagian besar orang.
Sebagai informasi, remnant cholesterol adalah sisa partikel lemak yang tertinggal dalam darah setelah trigliserida terurai. Berbeda dengan LDL yang kerap diperiksa, remnant cholesterol jarang dicek secara rutin. Sejumlah riset menunjukkan bahwa zat ini secara langsung berkontribusi pada pembentukan plak di arteri dan meningkatkan potensi aterosklerosis.
Sebagai pengganti camilan manis tersebut, Anda bisa memilih frozen yogurt tawar dengan tambahan buah segar, atau mencoba membuat es krim rumahan berbahan dasar pisang, beri, dan sedikit susu.
“Susu rendah lemak sangat baik jika dikombinasikan dengan makanan tinggi serat sehingga memudahkan kita dalam memenuhi kebutuhan serat harian. Hal ini juga menjadi salah satu kunci untuk menurunkan kadar kolesterol LDL,” jelas ahli gizi Lauren Twiggie.
2. Ayam Goreng

Menu yang digemari hampir semua orang ini ternyata juga termasuk hidangan yang kurang baik bagi penderita kolesterol tinggi. Selain karena kandungan lemak jenuhnya, ayam goreng juga berpengaruh pada kenaikan kolesterol melalui proses yang jarang disadari.
Ayam yang diolah melalui metode deep frying atau digoreng dengan banyak minyak pada suhu tinggi dapat memicu pembentukan senyawa AGEs (Advanced Glycation End Products). Senyawa tersebut diketahui dapat menimbulkan peradangan sekaligus merugikan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Oleh karena itu, cara terbaik untuk tetap menikmati ayam adalah dengan mengolah daging tanpa kulit melalui metode panggang atau menggunakan air fryer.
Memasak dengan air fryer dapat memberikan tekstur renyah layaknya makanan yang digoreng namun dengan kadar lemak yang jauh lebih rendah.
3. Kentang Goreng

Menghindari asupan lemak jenuh saat menyantap makanan cepat saji memang bukan perkara mudah. Meski kentang secara alami bebas kolesterol dan rendah lemak, teknik penggorengan justru mengubah profil nutrisinya secara drastis dengan menambah kalori serta lemak jenuh dalam jumlah besar.
Mengolah kentang atau jenis makanan apa pun dengan metode deep frying merupakan pilihan terburuk bagi pemilik kolesterol tinggi. Julia Zumpano, ahli gizi dari Cleveland Clinic, Ohio, sebagaimana dikutip dari Everyday Health, menyarankan agar kentang lebih baik dipanggang dalam oven dengan tambahan bumbu rempah sebagai alternatif yang lebih sehat.
4. Donat

Pada umumnya, donat mengandung kadar gula dan pati olahan yang tinggi, ditambah dengan proses penggorengan yang membuat kandungan lemak di dalamnya meningkat signifikan.
Daripada memilih donat sebagai camilan atau menu sarapan, cobalah beralih ke makanan yang lebih padat nutrisi. Contohnya, roti gandum panggang yang diberi topping alpukat atau puding biji chia.
5. Daging Olahan: Hot Dog hingga Bacon

Produk daging olahan seperti hot dog, sosis, pepperoni, bacon, maupun salami, meski praktis untuk konsumsi cepat saji, nyatanya kurang bersahabat bagi kadar kolesterol Anda.
Makanan jenis ini umumnya memiliki kandungan lemak jenuh dan natrium yang tinggi, serta berbagai penelitian telah secara konsisten mengaitkan tingginya konsumsi daging olahan dengan penurunan kesehatan jantung.
Sebagai gambaran, satu buah hot dog bisa mengandung sekitar 25 persen dari batas asupan natrium harian yang dianjurkan serta hampir 30 persen dari batas konsumsi lemak jenuh harian.
Saat menyiapkan menu, disarankan untuk mengganti daging merah olahan dengan kacang-kacangan, protein nabati, atau alternatif lain seperti tahu maupun daging tiruan berbasis tumbuhan.
Itulah lima daftar makanan yang sebaiknya dibatasi oleh penderita kolesterol tinggi. Ingatlah selalu bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.
