Home » Makanan yang Sulit Dicerna Tubuh, Wajib Dibatasi!

Makanan yang Sulit Dicerna Tubuh, Wajib Dibatasi!

Banyak orang gemar menyantap berbagai hidangan tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan pencernaan, bahkan sering kali mengonsumsinya secara berlebihan. Padahal, ada beberapa jenis asupan yang tergolong sulit diolah oleh sistem pencernaan.

Dampaknya bisa memicu masalah seperti perut begah, mulas, diare, hingga sembelit. Gejala ini dapat muncul meski seseorang tidak memiliki riwayat gangguan pencernaan kronis. Merujuk pada Everyday Health dan PharmEasy, berikut adalah daftar Makanan yang sulit diproses tubuh. Mari simak!

1. Makanan yang Digoreng

Hidangan tinggi lemak seperti gorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk diurai, sehingga menetap lebih lama di dalam lambung. Kondisi ini bisa memicu naiknya asam lambung ke arah kerongkongan.

Selain itu, lemak memang lebih sukar diolah oleh tubuh. Asupan berlemak yang berlebihan dapat memicu perut kembung, penumpukan gas, serta mendorong usus besar memproduksi lebih banyak cairan. Hal inilah yang menyebabkan tekstur feses menjadi lebih cair atau berair.

2. Produk Susu

Sebagian individu sering mengalami keluhan seperti perut begah, gas berlebih, atau diare setelah mengonsumsi susu maupun olahannya. Hal ini lazimnya dipicu oleh intoleransi laktosa, yakni ketidakmampuan tubuh dalam mengurai laktosa, yaitu gula alami yang terkandung dalam susu.

Dalam kondisi normal, usus halus memproduksi enzim bernama laktase untuk memecah laktosa agar bisa diserap tubuh. Namun, pada penderita intoleransi laktosa, kadar enzim ini tidak memadai, sehingga laktosa tidak terurai sempurna dan tertahan di dalam usus.

Laktosa yang tidak terurai kemudian bergerak ke usus besar untuk difermentasi oleh bakteri, yang akhirnya menghasilkan gas. Di sisi lain, laktosa juga menarik lebih banyak cairan ke dalam usus, yang berpotensi menyebabkan diare. Akibatnya, seseorang bisa merasa perutnya kembung, nyeri, penuh gas, serta mengalami buang air besar cair.

3. Makanan Ultra-Proses

Makanan ultra-proses merupakan produk yang telah melalui serangkaian pengolahan intensif. Biasanya, jenis makanan ini ditambahkan gula, garam, minyak, atau lemak dalam kadar tinggi agar rasanya lebih menggugah selera.

Tidak hanya itu, produk ini acap kali mengandung bahan tambahan seperti perasa, pewarna, serta pengawet agar tahan lebih lama. Contohnya meliputi makanan cepat saji, camilan kemasan, biskuit, roti manis, makanan beku siap saji, hingga minuman bersoda.

Riset menunjukkan bahwa sering mengonsumsi makanan ultra-proses berkaitan dengan risiko sembelit yang lebih tinggi dibandingkan dengan pola makan yang mengutamakan bahan segar atau minim proses. Salah satu pemicunya adalah kandungan serat yang rendah pada makanan ultra-proses. Padahal, serat sangat krusial untuk menunjang pergerakan usus dan menjaga feses tetap lunak agar mudah dikeluarkan.

4. Makanan Pedas

Bagi mereka yang sensitif terhadap diare atau masalah pencernaan, sebaiknya membatasi asupan pedas agar gejalanya tidak makin parah. Hal ini terjadi akibat kandungan capsaicin, senyawa yang menciptakan sensasi pedas pada cabai.

Saat menyantap makanan pedas, capsaicin dapat menyebabkan iritasi pada saluran cerna, memicu sakit perut, kram, serta mempercepat kontraksi usus. Dampaknya, makanan bergerak terlalu cepat melalui saluran cerna dan berujung pada diare. Pada beberapa orang, capsaicin juga dapat menstimulasi reseptor nyeri di usus besar, sehingga proses buang air besar terasa tidak nyaman atau nyeri.

5. Makanan Tinggi Serat

Serat memang krusial untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan. Namun, asupan serat yang berlebihan justru bisa mengganggu kenyamanan perut bagi sebagian orang. Contohnya termasuk sayuran mentah, lentil, kacang-kacangan, serta beras merah.

Jika ingin meningkatkan konsumsi serat, lakukanlah secara bertahap supaya tubuh punya waktu untuk beradaptasi. Jangan lupa untuk tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup, karena cairan membantu serat berfungsi optimal dan memperlancar proses pencernaan.

6. Jagung

Jagung kerap menjadi kudapan favorit banyak orang, entah itu disajikan dengan cara direbus, dibakar, maupun diolah menjadi camilan. Namun, karena termasuk jenis makanan yang sukar dicerna, terkadang orang mendapati potongan kulit jagung masih utuh saat buang air besar.

Hal ini terjadi karena lapisan luar biji jagung mengandung selulosa, sejenis serat yang tidak bisa diurai sepenuhnya oleh tubuh. Akibatnya, sisa kulit tersebut akan keluar bersama feses. Sementara itu, bagi orang dengan sistem pencernaan sensitif, mengonsumsi jagung berlebihan bisa menyebabkan kembung atau gas.

7. Pemanis Buatan

Salah satu jenis pemanis buatan yang kerap menimbulkan keluhan pencernaan adalah sorbitol. Pada sebagian individu, asupan sorbitol dapat memicu perut kembung, gas, kram, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Itulah beberapa jenis makanan yang cukup sulit untuk dicerna tubuh. Semoga ulasan ini memberikan manfaat bagi Anda.

Artikel menarik Lainnya