Home » Minum Air Kunyit Saat Perut Kosong: Efek Samping dan Manfaatnya

Minum Air Kunyit Saat Perut Kosong: Efek Samping dan Manfaatnya

Kunyit merupakan salah satu jenis rempah yang sarat akan vitamin serta nutrisi esensial bagi tubuh. Berdasarkan data dari The U.S Department of Agriculture, dalam satu sendok makan bubuk kunyit terkandung sekitar 196 mg kalium, 28,1 mg fosfor, 19,6 mg magnesium, 15,8 mg kalsium, 5,17 mg zat besi, serta 2,1 gram serat.

Selain digunakan sebagai bumbu masakan, tanaman dengan nama ilmiah Curcuma longa L. ini sering diolah menjadi minuman, contohnya air kunyit atau jamu kunyit asam. Banyak orang memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman tersebut di pagi hari, khususnya ketika perut belum terisi makanan.

Lantas, apakah secara medis aman mengonsumsi minuman berbasis kunyit saat perut dalam kondisi kosong? Jika diperbolehkan, apa alasan di baliknya?

Minum Air Kunyit Saat Perut Kosong Masih Dikategorikan Aman” dtr-evt=”halaman selanjutnya” dtr-sec=”halaman selanjutnya” dtr-act=”tombol halaman selanjutnya” dtr-id=”322601″ dtr-ttl=”Minum Air Kunyit Saat Perut Kosong Masih Dikategorikan Aman” onclick=”_pt(this)”>

Minum Air Kunyit Saat Perut Kosong Masih Dikategorikan Aman

Tentu, hal ini telah dikonfirmasi oleh seorang pakar nutrisi sekaligus pendiri iThrive, Mugdha Pradhan. Melansir dari Indian Express, ia memaparkan bahwa air kunyit memberikan berbagai khasiat jika diminum pada pagi hari saat perut kosong.

Mengonsumsi air kunyit dalam keadaan perut kosong dipercaya mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta meredakan gangguan pencernaan, seperti tukak lambung dan sindrom iritasi usus besar.

Walau begitu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Minum air kunyit saat perut kosong boleh dan aman dilakukan asalkan kondisi tubuh mampu menoleransinya dengan baik dan tidak mempunyai riwayat lambung yang sangat sensitif.

Air kunyit juga bisa dinikmati pada malam hari menjelang tidur. Jadi, tidak ada aturan waktu yang kaku untuk mengonsumsinya. Anda bisa menyesuaikannya dengan kenyamanan masing-masing.

Kunyit Mengandung Zat Aktif Kurkumin

Kurkumin yang terkandung dalam kunyit memiliki dampak signifikan terhadap sistem pencernaan. Merujuk pada riset yang diterbitkan Canadian Digestive Health Foundation, kurkumin berperan dalam menambah jumlah bakteri baik di dalam usus, menekan peradangan usus, serta mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

Di samping itu, menjaga kecukupan hidrasi tubuh melalui konsumsi air kunyit juga dapat membantu melancarkan proses buang air besar.

Akan tetapi, manfaat tersebut tidak berlaku apabila air kunyit dikonsumsi secara berlebihan. Asupan air kunyit yang terlalu banyak justru berisiko menyebabkan efek samping seperti rasa tidak nyaman pada perut, gangguan pencernaan, mual, feses yang melunak, hingga diare.

Apakah reaksi tersebut dapat memicu abses usus? Hingga saat ini, belum ditemukan bukti akurat yang mendukung risiko tersebut. Proses pembentukan abses usus membutuhkan jangka waktu yang jauh lebih lama daripada durasi konsumsi kunyit dalam hitungan beberapa minggu saja.

Efek samping dari konsumsi air kunyit umumnya muncul apabila dosis kurkumin melebihi 500 mg setiap hari. Jika hanya mengonsumsi 1-2 gelas air kunyit per hari, hal tersebut masih tergolong aman dan tidak memicu risiko efek samping yang berarti.

Artikel menarik Lainnya