Tahukah Anda bahwa ada beberapa perabot dapur yang tingkat kebersihannya tidak sebaik yang kita bayangkan? Padahal, benda-benda tersebut sangat sering terlihat.
Sebagian benda yang paling kotor di area dapur justru bukan yang terlihat kotor secara kasat mata. Mikroorganisme tidak hanya menetap di area yang kita curigai saja. Kuman justru berkembang biak di lingkungan lembap, menempel pada barang yang sering dipegang, serta tertinggal di Peralatan yang dianggap sudah higienis.
Berikut adalah enam perlengkapan dapur yang disebut-sebut menyimpan banyak kuman menurut pendapat ahli sebagaimana dilansir dari EatingWell dan Good Housekeeping. Simak ulasannya!
1. Spons Cuci Piring

Meski tampak bersih, spons sebenarnya bisa menjadi sarang bakteri jika tidak rutin disanitasi atau diganti secara berkala.
“Spons merupakan salah satu benda yang paling berisiko menjadi tempat penumpukan mikroba, karena strukturnya yang berpori memerangkap kelembapan, sisa makanan, dan bakteri,” ungkap Zachary Cartwright, Ph.D., ilmuwan pangan di Aqualab by Addium. Walaupun sudah dibersihkan, spons cenderung cepat rusak dan efektivitasnya menurun.
Kapan waktu terbaik untuk menggantinya? Cartwright menyarankan untuk menggantinya setiap beberapa minggu. Selain itu, perhatikan juga apakah spons sudah mulai mengeluarkan aroma tidak sedap, robek, atau warnanya berubah drastis.
2. Kain Lap atau Serbet

Apa saja kegunaan kain lap di dapur Anda? Sering kali, benda ini dipakai untuk berbagai keperluan sekaligus, mulai dari mengeringkan tangan, mengelap meja, hingga memegang peralatan masak yang panas.
Mirip dengan spons, kain lap dapur juga berpotensi menjadi sarang kuman. Teksturnya yang mudah menyerap kelembapan membuatnya jadi media ideal bagi bakteri. Jika jarang dicuci, kain lap bisa menjadi perantara penyebaran kuman dari satu permukaan ke permukaan lainnya.
“Memastikan kain lap benar-benar kering sebelum digunakan kembali akan sangat membantu menekan pertumbuhan bakteri serta mencegah timbulnya bau tidak sedap,” tutur Noah Pinsonnault, analis ulasan Good Housekeeping di Home Care & Cleaning Lab.
Apabila hanya digunakan untuk mengeringkan alat makan atau tangan yang bersih, serbet bisa dipakai selama beberapa hari. Namun, jika dipakai untuk mengelap kotoran, pastikan untuk segera membilas, memeras, dan mencucinya setiap kali selesai digunakan.
3. Talenan

Banyak orang terbiasa memakai satu talenan untuk memotong semua jenis bahan, mulai dari daging mentah, sayuran segar, hingga makanan matang. Padahal, kebiasaan ini sangat tidak disarankan karena memicu risiko kontaminasi silang.
“Sangat disarankan untuk memisahkan penggunaan talenan antara bahan pangan mentah dan makanan siap santap guna menghindari kontaminasi silang,” saran ahli gizi kuliner, Helen Ohw Kim, RD., CDN., M.P.H.
Untuk talenan berbahan plastik, sebaiknya lakukan penggantian setiap beberapa bulan. Sementara itu, talenan kayu bisa bertahan lebih lama, yakni satu hingga dua tahun, berkat sifat alaminya yang mampu menghambat bakteri.
4. Wadah Bumbu

Saat memasak, seberapa sering Anda mencuci tangan sebelum menyentuh wadah bumbu? Menurut Carla Schwan, Ph.D., spesialis keamanan pangan sekaligus asisten profesor di College Family and Consumer Sciences, University of Georgia, kemungkinannya cukup kecil.
“Banyak orang memegang botol bumbu saat sedang mengolah daging mentah, sehingga bakteri dari tangan berpindah ke bagian tutup atau lubang botol tersebut,” jelasnya.
Pinsonnault menambahkan, “Bakteri sangat mudah berpindah dari tangan ke wadah bumbu seperti garam atau merica, terutama jika tangan dalam kondisi basah atau berminyak.”
Penting untuk rutin membersihkan wadah bumbu menggunakan air sabun hangat atau tisu disinfektan.
5. Air Fryer

Meskipun praktis, alat ini sering kali sulit dibersihkan secara menyeluruh. Menurut Ellen Shumaker, Ph.D., air fryer memiliki banyak bagian yang wajib dibersihkan setiap kali selesai dipakai untuk menghindari kontaminasi silang.
“Untuk membersihkan air fryer, rendam bagian wadah dan keranjang di air sabun hangat selama beberapa saat. Setelah itu, gosok sisa makanan yang menempel. Bersihkan bagian luar dan dasar keranjang menggunakan kain lembut atau spons lembap,” sarannya.
Perlu diingat, hindari penggunaan alat pembersih yang kasar seperti steel wool karena dapat merusak lapisan pelindung pada elemen pemanas air fryer.
6. Gagang Kulkas

Tidak banyak orang yang memerhatikan kebersihan gagang pintu kulkas. Padahal, bagian ini sering disentuh berulang kali dengan tangan yang belum tentu bersih. Tanpa disadari, gagang kulkas menjadi titik penyebaran kuman, bahkan di dapur yang terlihat sangat bersih.
Itulah setidaknya enam peralatan di dapur yang bisa menjadi sarang bakteri jika tidak dibersihkan dan dirawat dengan rutin.
