Sejumlah negara seperti Jepang, Kosta Rika, serta Italia dikenal sebagai wilayah “Blue Zone”, yakni kawasan dengan populasi penduduk berumur panjang terbanyak di dunia. Di luar negara-negara tersebut, Norwegia juga menyimpan Rahasia terkait panjang umur yang menarik untuk disimak.
Dr. Jeffrey Rouse, seorang profesor di Universitas Tulane sekaligus ahli kesehatan otak, mengungkapkan bahwa Norwegia memiliki beragam pola hidup yang mendukung seseorang untuk berumur panjang serta tetap bugar di masa tua. Dikutip dari Business Insider, berikut adalah 3 kebiasaan tersebut. Mari kita ulas!
1. Diet Nordik yang Kaya akan Lemak Sehat

Penduduk Norwegia menerapkan pola makan yang tergolong sangat sehat, yang dikenal dengan sebutan diet Nordik. Pola nutrisi ini sering dianggap sebagai versi diet Mediterania yang disesuaikan untuk wilayah beriklim dingin.
Diet Nordik merupakan kebiasaan makan tradisional yang umum dilakukan di Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, serta negara-negara Nordik lainnya. Pola ini mengutamakan konsumsi bahan pangan utuh yang minim proses pengolahan, seperti aneka sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, polong-polongan, serta buah beri. Diet ini juga menyarankan pemilihan bahan makanan lokal yang sedang musim, sekaligus membatasi produk olahan yang mengandung kadar gula dan garam berlebih.
Salah satu pembeda utama antara diet Nordik dengan diet Mediterania terletak pada tingginya konsumsi ikan laut air dingin, contohnya salmon, makarel, dan sarden. Menurut Rouse, ikan-ikan tersebut kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang berperan krusial dalam menjaga fungsi otak serta melindungi tubuh dari efek penuaan.
Selain itu, diet Nordik juga melibatkan asupan makanan fermentasi seperti skyr, yakni produk olahan susu mirip Greek yogurt, serta beragam jenis sayuran acar. Makanan hasil fermentasi ini sangat baik untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan.
“Pilihan makanan tersebut kaya akan antioksidan. Saat dikombinasikan dengan asupan sayuran, kacang, dan biji-bijian, diet ini menjadi model pola makan yang sangat bernutrisi dan menyehatkan,” ujar Rouse.
Studi juga menunjukkan bahwa penduduk Norwegia merupakan salah satu peminum kopi terbanyak di dunia, hanya terpaut sedikit di bawah Finlandia. Mengonsumsi kopi dalam takaran yang tepat memberikan manfaat kesehatan, seperti membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta beberapa jenis kanker.
2. Gemar Berolahraga di Alam Terbuka

Salah satu kebiasaan sehat masyarakat Norwegia adalah konsistensi dalam berolahraga, terutama dengan memanfaatkan alam terbuka. Tradisi ini didorong oleh konsep budaya “friluftsliv” yang bermakna “hidup di alam bebas.”
“Terdapat budaya yang memotivasi masyarakat untuk keluar rumah dan menikmati waktu di alam, baik itu bersama keluarga maupun rekan sejawat,” papar Rouse. “Kebiasaan ini sudah mendarah daging dalam keseharian mereka.”
Dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat Norwegia sering melakukan berbagai kegiatan luar ruangan seperti mendaki gunung, bersepeda, berjalan kaki, bermain ski, hingga berkayak. Kegiatan ini dilakukan sepanjang tahun dan sering kali menjadi ajang interaksi sosial.
Berbagai riset juga membuktikan bahwa berolahraga di ruang terbuka memberikan banyak khasiat bagi kesehatan. Selain efektif dalam meredam stres, kegiatan ini mampu meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati melalui pelepasan hormon endorfin, sekaligus menekan kadar hormon kortisol.
3. Budaya Sauna Sebagai Gaya Hidup Masyarakat Norwegia

Sauna telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Norwegia. Selain memberikan efek hangat setelah berolahraga atau saat cuaca sedang dingin, sauna kerap dikombinasikan dengan terapi panas dan dingin yang dipercaya memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Bagi warga Norwegia, sauna bukan sekadar sarana untuk menghangatkan tubuh, melainkan juga tempat untuk relaksasi dan bersosialisasi dengan kerabat atau teman.
Studi pun membuktikan bahwa kebiasaan rutin bersauna bermanfaat bagi kesehatan, seperti memelihara kesehatan jantung, meredakan peradangan, serta menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit kardiovaskular dan demensia.
“Orang Norwegia, serupa dengan banyak bangsa Skandinavia lainnya, memiliki riwayat panjang dalam tradisi sauna. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung dan otak,” tutur Rouse.
Di sisi lain, budaya sauna juga memicu rasa rileks serta mendorong interaksi sosial. Kedua faktor tersebut memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan otak dan tubuh seiring bertambahnya usia.
Itulah beberapa kebiasaan sederhana masyarakat Norwegia yang mendukung hidup lebih sehat dan berumur panjang. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda.
