Skincapedia.com – Shiritsu Ebisu Chugaku (Ebichu) sukses memukau penggemar di Indonesia melalui penampilan perdana mereka di festival Merah! Merah! Anime Japan!! Jakarta (MMAJ) 2026. Acara yang diselenggarakan di mal Gandaria City, Jakarta Selatan, pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2026 ini menjadi saksi bisu aksi panggung energik dari grup idol asal Jepang tersebut.
Dengan membawakan lagu-lagu andalan yang diiringi busana menggemaskan, Ebichu berhasil mencuri perhatian dan hati para penggemar serta pengunjung MMAJ 2026. Penampilan mereka yang memukau meninggalkan kesan mendalam.
Shiritsu Ebisu Chugaku, atau yang akrab disapa Ebichu, merupakan grup idol Jepang yang telah memulai kariernya sejak tahun 2009. Grup ini dikenal dengan konsep uniknya, yaitu “Forever a Middle School Student”. Setiap anggota dalam grup ini juga memiliki nomor kehadiran yang menjadi ciri khas mereka.
Melalui wawancara eksklusif, Skincapedia.com berkesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang grup yang telah belasan tahun berkarya ini.
Rahasia Konsisten Berkarya ala Ebichu
Selama 17 tahun perjalanan kariernya di industri musik Jepang, Ebichu terus produktif menghasilkan karya-karya baru. Konsistensi ini tak lepas dari dukungan penggemar setia mereka, yang dikenal sebagai Ebichu Family. Dukungan inilah yang menjadi salah satu alasan grup ini tetap solid.
“Kami, Ebichu, sangat mencintai masa muda yang kami jalani sebagai Ebichu. Dan karena para fans juga menghargai dan menyayangi masa muda tersebut seperti kami, oleh karena itu kami pun juga sangat mencintai Ebichu Family yang selalu hangat. Terima kasih selalu atas dukungannya,” ungkap Ebichu kepada Skincapedia.com dalam sebuah wawancara.
Konsep “Forever a Middle School Student” yang diusung Ebichu berperan penting dalam menjaga fokus dan tujuan awal mereka sebagai sebuah grup. Konsep ini senantiasa mengingatkan mereka untuk tetap bersemangat dan mempertahankan niat awal saat memulai setiap proyek.
Cara Ebichu Menjaga Chemistry

Ebichu beranggotakan 8 orang personel, yaitu Rika Mayama, Ayaka Yasumoto, Riko Nakayama, Cocona Sakuragi, Yuno Kokubo, Nonoka Kazami, Emma Sakurai, dan Yuna Nakamura. Meskipun memiliki perbedaan usia dan kepribadian, grup ini memiliki cara unik untuk menjaga kekompakan dan chemistry di antara para anggotanya.
Menanggapi pertanyaan mengenai cara menjaga chemistry, Ebichu menjelaskan, “Selain usia kami yang berbeda-beda, kepribadian kami pun tentunya beragam. Kalau ada satu orang yang mulai bercanda, yang lain biasanya akan ikutan bercanda juga, dan menurutku itu sangat menggemaskan.”
Namun, saat sesi brainstorming atau diskusi untuk memberikan pendapat, setiap anggota memiliki peran spesifik. Ada yang bertugas memberikan ide-ide segar, ada yang merangkum gagasan tersebut, dan ada pula yang fokus mengamati serta memberikan dukungan.
“Karena ada banyak tipe member yang berbeda, namun masing-masing punya karakter yang kuat, menurutku justru itulah yang membuat kami bersatu. Oleh karena itu, hal tersebut adalah kekuatan tim kami,” tambah mereka.
Tidak hanya kepribadian anggota yang beragam, genre musik yang dibawakan Ebichu juga sangat bervariasi. Mulai dari J-pop yang ceria, rock, hingga lagu-lagu eksperimental dengan lirik yang sering kali unik dan jenaka, semuanya dihadirkan oleh Ebichu.
Ketika ditanya lagu mana yang paling merepresentasikan Shiritsu Ebisu Chugaku saat ini, pilihan mereka jatuh pada lagu Karikeiyaku no Cinderella.
“Lagu yang kupilih adalah Kari Keiyaku no Cinderella. Lagu ini dibuat saat major debut Ebichu. Sampai sekarang lagu ini masih terus dicintai banyak orang,” ungkapnya.
Yang menarik, lagu ini dibawakan secara spesial oleh Ebichu dalam konser MMAJ Jakarta 2026, bahkan dengan menyanyikan sebagian lirik dalam Bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar lebih banyak masyarakat Indonesia mengenal Ebichu.
“Pada konser kali ini kami juga menyanyikan sedikit bagian dalam bahasa Indonesia. Karena lagu ini adalah lagu yang membantu untuk lebih banyak orang mengenal Ebichu, jadi menurutku ini lagu yang paling mewakili Ebichu saat ini,” lanjutnya.
“Memang masih jauh dari sempurna, tapi kami ingin terus berusaha untuk bisa bernyanyi dalam bahasa Indonesia, supaya lebih banyak lagi orang Indonesia yang mengenal daya tarik lagu-lagu Ebichu,” paparnya, menunjukkan komitmen mereka untuk berinteraksi lebih dekat dengan penggemar di Indonesia.
Kesan Ebichu terhadap Penggemar di Indonesia: Sangat Enerjik!

MMAJ Jakarta 2026 menandai penampilan perdana Ebichu di Indonesia. Awalnya, mereka sempat merasa khawatir dan gugup, namun perasaan tersebut seketika sirna melihat antusiasme luar biasa dari para penggemar di Indonesia.
“Ini adalah pertama kalinya kami tampil di Indonesia, awalnya tentu merasa sangat khawatir. Tapi banyak orang Indonesia yang benar-benar bersemangat dan sangat ceria, dan saat melihat mereka sangat menikmati konser kami bersama-sama dengan sangat antusias, membuatku merasa tenang, dan kami juga jadi sangat menikmati performance kami,” ungkap Ebichu.
Menurut Ebichu, penggemar di Indonesia sangat ekspresif dan menunjukkan semangat mereka dengan segenap jiwa. Mereka tidak hanya ikut bernyanyi, tetapi juga aktif melakukan fanchant dan menari bersama.
“Fans di luar negeri biasanya langsung mengekspresikan keseruan mereka dengan segenap jiwa, mereka menari dan memikirkan call (chant). Aku merasa ada banyak fans yang memiliki semangat tinggi untuk menikmati momen ini bersama-sama dengan sepenuh hati,” ujar Ebichu.
Selama berada di Indonesia, kuliner menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian Ebichu. Grup ini mengaku sangat menikmati makanan khas Indonesia.
“Kami sudah menikmati Indonesia selama beberapa hari ini, dan makanannya benar-benar enak! Terutama mi goreng sangat enak! Karena itu kami jadi ingin mencoba lebih banyak lagi makanan Indonesia,” ujar Ebichu dengan antusias.
Sebagai penutup, Ebichu menyampaikan pesan hangat untuk para Ebichu Family di Indonesia.
“Hari ini kami tampil di MMAJ Jakarta dengan 7 anggota, tetapi kami, Shiritsu Ebisu Chugaku, sebenarnya grup idol yang beranggotakan 8 orang, oleh karena itu tujuan kami adalah kembali ke Indonesia dengan lengkap berdelapan! Semuanya, ingat Ebichu ya! Terima kasih!” tutup Ebichu, dengan harapan dapat kembali ke Indonesia bersama seluruh anggota.
