Area di hunian yang paling banyak menyimpan kuman sering kali bukan bagian yang tampak kotor secara kasat mata. Sebaliknya, sejumlah benda yang kita gunakan setiap hari bisa menjadi sarang berkembang biaknya virus, bakteri, hingga jamur apabila jarang dibersihkan.
Menjaga sanitasi rumah tidak sekadar membuatnya tampak rapi, melainkan juga demi menjamin kesehatan seluruh penghuninya. Agar perhatian Anda saat membersihkan rumah lebih tepat sasaran, berikut adalah beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian ekstra sebagaimana dilansir dari Healthline!
Gagang Pintu, Sakelar, dan Pegangan Peralatan Dapur
Tempat-di-rumah-yang-paling-banyak-kuman-17312.jpg” alt=”” title=”” style=”max-width:100%;height:auto;display:block;margin-left:auto;margin-right:auto;”>
Jika diminta menebak area paling tidak higienis di rumah, kebanyakan orang mungkin akan menunjuk gagang pintu toilet. Faktanya, menurut National Sanitation Foundation (NSF), sakelar lampu kamar mandi, gagang pintu kulkas, kenop kompor, hingga pegangan microwave justru merupakan area dengan konsentrasi bakteri yang tinggi.
Mengingat sering disentuh banyak orang, kuman dapat berpindah dengan sangat cepat. Oleh sebab itu, bersihkan bagian-bagian tersebut minimal seminggu sekali dengan tisu disinfektan, dan selalu gunakan tisu baru untuk setiap permukaan agar kuman tidak berpindah ke titik lainnya.
Tas Makeup dan Alat Rias

Siapa sangka, kuas rias, spons, hingga bagian dalam tas kosmetik bisa menjadi tempat berhimpunnya berbagai kuman. Terlebih jika perlengkapan tersebut kerap dibawa bepergian dan langsung digunakan kembali tanpa dibersihkan terlebih dahulu.
Kuman yang menetap pada peralatan makeup berpotensi menimbulkan infeksi pada kulit atau mata. Bahkan, virus bisa berpindah dari tangan menuju aplikator, lalu masuk ke hidung, mulut, atau mata saat digunakan.
Untuk keamanan ekstra, cucilah kuas makeup setiap pekan dengan sabun dan air, atau semprotkan cairan antiseptik berbasis alkohol. Selain itu, sebaiknya bersihkan aplikator setiap hari sebelum atau sesudah pemakaian, sementara produk kosmetik disarankan untuk diperbarui setiap enam bulan sekali.
Kamar Mandi

Kondisi lingkungan yang lembap usai mandi menciptakan habitat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Selain kloset, bak mandi, saluran air, keran, lantai di sekitar toilet, handuk, hingga sikat gigi juga menuntut perhatian khusus.
Anda dapat membersihkan permukaan serta gagang yang sering disentuh setiap hari dengan menggunakan disinfektan. Sementara itu, lakukan pembersihan menyeluruh minimal satu kali dalam seminggu agar kamar mandi tetap terjaga kebersihannya.
Pastikan untuk mengganti handuk mandi setiap minggu dan sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan sekali. Jika ada anggota keluarga yang baru pulih dari penyakit, seluruh permukaan di kamar mandi pun sebaiknya segera didisinfeksi.
Mesin Cuci dan Area Laundry

Banyak orang mengasumsikan pakaian otomatis bersih setelah dicuci. Padahal, pakaian yang dibiarkan terlalu lama di dalam mesin cuci setelah siklus selesai justru bisa menjadi tempat pertumbuhan kuman.
Oleh karena itu, segeralah pindahkan cucian ke mesin pengering atau jemuran setelah proses selesai. Jika pakaian tertinggal di dalam mesin selama lebih dari 30 menit, ada baiknya Anda mengulangi proses pencuciannya.
Di samping itu, bersihkan tabung mesin cuci secara rutin menggunakan tisu disinfektan, terutama jika Anda menggunakan fasilitas laundry umum. Penggunaan air hangat atau panas saat mencuci pakaian yang dikenakan di luar rumah juga dianggap lebih efektif dalam membasmi bakteri dan virus dibandingkan air dingin.
Ruang Tamu dan Home Office

Remote TV, keyboard komputer, ponsel, tablet, hingga kontrol video game kerap digunakan secara bergantian oleh anggota keluarga. Menurut NSF, benda-benda tersebut diketahui mengandung jamur, ragi, hingga bakteri Staphylococcus.
Bukan hanya itu, beberapa jenis virus juga terbukti mampu bertahan pada permukaan plastik seperti remote dan keyboard hingga tiga hari lamanya. Karpet pun bisa menyimpan debu serta kotoran dalam jumlah banyak jika tidak dibersihkan secara berkala.
Demi menjaga kebersihan, bersihkan perangkat elektronik dengan tisu disinfektan atau sabun dan air sesuai dengan material permukaannya. Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah sebelum menyentuh barang-barang tersebut agar penyebaran kuman dapat diminimalisir.
Mulai saat ini, jangan hanya terpaku pada pembersihan lantai atau kamar mandi saja. Dengan rutin membersihkan area-area di rumah yang paling banyak menyimpan kuman, Anda dapat menciptakan suasana hunian yang lebih sehat serta membantu melindungi keluarga dari risiko berbagai penyakit.
