Menjalankan usaha di sektor kuliner bukanlah perkara gampang. Terdapat beragam rintangan yang perlu ditaklukkan, mulai dari urusan operasional harian, pengaturan finansial, ketatnya persaingan, hingga menjaga konsistensi rasa orisinal dari koki utama.
Dalam industri makanan, terdapat istilah ‘regenerasi’, yakni proses mewariskan resep dari generasi senior kepada generasi penerus. Banyak resep legendaris yang diturunkan lewat “rahasia dapur” kepada anggota keluarga.
Sayangnya, tidak sedikit kuliner legendaris yang harus gulung tikar selamanya karena anak-anak pemiliknya lebih memilih karier di bidang lain. Bisnis yang telah berdiri selama puluhan hingga ratusan tahun itu pun terpaksa berhenti beroperasi. Berikut adalah daftar lengkapnya, sebagaimana dikutip dari detikFood.
1. Es Krim Baltic
Tempat-makan-legendaris-tanpa-penerus-yang-berakhir-tutup-pe-46406.jpg” alt=”” title=”” style=”max-width:100%;height:auto;display:block;margin-left:auto;margin-right:auto;”>
Belum lama ini, kabar mengejutkan muncul dari salah satu gerai es krim legendaris yang begitu ikonis di Jakarta. Es Krim Baltic, yang telah melayani pelanggan selama 87 tahun, resmi berhenti beroperasi untuk selamanya pada Juli 2026.
Sebelum berita penutupannya merebak, mantan staf mengungkap bahwa kedai tersebut sudah tidak aktif sejak Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul wafatnya pemilik, sementara tidak ada anggota keluarga yang bersedia meneruskan usaha tersebut.
Kini, cita rasa otentik dari es krim tradisional itu tinggal menjadi kenangan manis bagi para pelanggan setianya.
2. Barbetta

Restoran Italia legendaris, Barbetta, yang berlokasi di Manhattan, Amerika Serikat, secara resmi menghentikan layanannya pada 27 Februari 2026 setelah berdiri selama 120 tahun.
Didirikan oleh Sebastiano Maioglio pada tahun 1906, restoran ini berfokus pada penyajian cita rasa autentik khas wilayah Piemonte, Italia Utara. Deretan menunya mencakup agnolotti, risotto, olahan kelinci panggang, hingga hidangan berbasis white truffle.
Di masa akhirnya, restoran ini dikelola oleh generasi kedua, yakni Laura Maioglio. Penutupan dilakukan setelah Laura meninggal dunia pada Januari 2026 di usia 93 tahun. Karena tidak memiliki keturunan atau saudara yang bisa meneruskan bisnis keluarga tersebut, Barbetta akhirnya tutup permanen.
3. Nenoue Soba Baishin Tei

Di Jepang, cukup mudah menemukan restoran legendaris yang telah bertahan selama ratusan tahun. Salah satunya adalah Nenoue Soba Baishin Tei yang berlokasi di area Stasiun Nakatsugawa, Prefektur Gifu.
Restoran yang berusia 122 tahun ini dikenal menyajikan mi soba dengan harga terjangkau. Tempat yang menawarkan menu soba hangat ini selalu menjadi tujuan favorit para penumpang kereta untuk bersantap.
Sayangnya, setelah perjalanan panjang, restoran bersejarah ini harus tutup permanen pada 11 Mei 2025. Penyebabnya adalah kondisi kesehatan pemilik yang menurun, sehingga ia kesulitan mengurus operasional restoran yang ramai tanpa ada penerus.
Menjelang hari penutupan, banyak pelanggan setia yang rela mengantre demi menikmati semangkuk soba di tempat legendaris ini, mengingat restoran tersebut menyimpan banyak memori bagi mereka.
4. Hup Teck

Setelah eksis selama 111 tahun, produsen kecap legendaris Hup Teck di Malaysia menyatakan berhenti beroperasi dan tutup permanen pada 28 Januari 2025. Bisnis keluarga yang ikonik ini terpaksa berakhir karena ketiadaan generasi penerus.
Padahal, merek kecap ini merupakan bagian integral dari warisan kuliner setempat. Pemilik terakhirnya, Low Bak Tong, adalah generasi ketiga dari pendirinya. Di usia 72 tahun, ia mengaku sudah tidak mampu lagi menjalankan usaha sekaligus tidak menemukan sosok pengganti untuk mengelola bisnis keluarga tersebut.
Pada hari-hari terakhir sebelum tutup, banyak warga setempat dan pelanggan setia datang untuk memborong stok kecap terakhir sebelum pabrik tersebut berhenti produksi total.
5. You Xiang Teochew Noodles

Setelah beroperasi selama hampir 40 tahun, kedai mi legendaris You Xiang Teochew Noodles di Singapura mengumumkan penutupan gerainya pada 23 Oktober 2024.
Pemilik sekaligus juru masak utama kedai ini memilih untuk pensiun karena faktor usia dan masalah kesehatan. Lantaran tidak ada generasi penerus yang bisa melanjutkan resep serta operasional, sang pemilik terpaksa menutup usaha legendaris ini untuk selamanya.
Dulunya, warung ini dikenal luas sebagai salah satu penjual fishball noodle (bakmi bakso ikan) paling favorit di Bukit Panjang Hawker Centre yang selalu dipadati antrean panjang.
6. Tommaso’s Ristorante Italiano

Berlokasi di San Francisco, Amerika Serikat, restoran yang menyajikan hidangan khas Italia ini juga harus menghentikan operasionalnya setelah lebih dari 90 tahun melayani berbagai generasi pelanggan.
Sejak dibuka pada tahun 1930-an, Tommaso’s Ristorante Italiano menjadi ikon kuliner di kawasan North Beach, dikenal dengan pizza bakar kayu autentik yang memiliki aroma smoky khas.
Pemilik terakhir, Carmen Crotti, mengumumkan penutupan permanen pada Juli 2024 karena tidak adanya penerus yang bersedia melanjutkan bisnis keluarga turun-temurun tersebut.
7. Bee Kee Hong Kong Thiam Sim

Pada pengujung Maret 2024, restoran dimsum legendaris Bee Kee Hong Kong Thiam Sim di Singapura memutuskan untuk berhenti beroperasi setelah melayani pelanggan selama lebih dari 42 tahun.
Pemilik kedai, Ye Mingrong, memutuskan untuk berhenti berbisnis karena masalah kesehatan; tangan dan kakinya mengalami mati rasa, sehingga menyulitkannya untuk membuat dimsum secara manual.
Faktor lainnya adalah ketiadaan penerus. Dari keempat anaknya, tidak satu pun yang berminat atau sanggup mengambil alih bisnis kuliner keluarga tersebut.
Penutupan ini sangat disayangkan oleh banyak pelanggan setia. Dahulu, kedai ini sangat dikenal menyajikan dimsum buatan tangan bergaya Hong Kong klasik, seperti siew mai dan pao, dengan harga yang sangat terjangkau.
8. Zhao Ji Claypot Rice

Kali ini, kedai kuliner legendaris yang menyajikan menu nasi claypot harus mengakhiri perjalanannya setelah melayani pelanggan selama lebih dari 43 tahun.
Pemilik Zhao Ji Claypot Rice di Singapura memutuskan pensiun karena faktor usia. Namun, karena tidak ada anggota keluarga atau anak yang mau melanjutkan resep warisan keluarga tersebut, pemiliknya memilih untuk menutup kedai secara permanen pada Maret 2023.
Sang pemilik juga mengungkapkan bahwa cukup sulit mencari asisten atau penerus yang mau melanjutkan bisnis kuliner di pusat jajanan (hawker centre) karena tantangan kerjanya yang sangat berat.
9. Kinryuzan

Toko manisan tradisional yang berada di dekat Kuil Sensoji, Asakusa, Tokyo, menjadi salah satu tempat yang tutup permanen akibat ketiadaan penerus untuk meneruskan usaha keluarga tersebut.
Berdiri sejak tahun 1675, Kinryuzan telah beroperasi selama 346 tahun sebelum akhirnya memutuskan berhenti beroperasi pada Agustus 2021. Berita penutupannya pun mengejutkan banyak orang di Jepang, terutama para pelanggan setianya.
Toko legendaris ini terkenal dengan camilan tradisionalnya seperti kirimochi (kue beras) dan age-manju, yaitu manisan roti goreng berisi pasta kacang merah yang menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan saat berkunjung ke kuil.
