Home » Psikologi Ungkap Tiga Tanda Orang Berhati Palsu

Psikologi Ungkap Tiga Tanda Orang Berhati Palsu

Apakah kamu pernah bertemu dengan seseorang yang terlihat baik hati, namun intuisi dan perasaanmu merasakan ada hal yang berbeda? Bisa jadi, kamu tengah berhadapan dengan seseorang yang sebenarnya sedang berpura-pura baik hati.

Hal ini bukan karena semata-mata kamu menghakimi, namun kamu mungkin memerhatikan tindakan orang tersebut tidak menunjukkan kebaikan yang tulus, melainkan hanya agar dilihat orang lain.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kamu untuk mencoba mengenali orang yang pura-pura baik hati berdasarkan perilakunya. Dirangkum dari Your Tango dan The Expert Editor, simak beberapa cara mengenali orang yang pura-pura baik hati menurut ilmu psikologi berikut ini.

1. Menunjukkan Sikap Transaksional

Perempuan yang anggun senantiasa berusaha bersikap sopan dan santun dengan siapa pun. Mereka bukan tipe yang sombong dan mudah merendahkan orang lain.

Orang-orang yang berpura-pura baik hati cenderung menunjukkan sikap transaksional terhadap orang lain. Mereka tidak peduli tentang bagaimana cara membangun hubungan yang baik dan tulus, karena mereka memanfaatkan pola pikir transaksional dengan mengharapkan imbalan atas kebaikan yang telah mereka berikan.

Hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan tanpa ‘syarat’ bisa dijadikan senjata untuk mendapatkan suatu imbalan dari orang lain.

2. Tidak Suka Melihat Kebahagiaan Orang Lain

Mereka menganggap diri mereka yang paling benar dan paling tahu, sehingga ketika ada orang lain berusaha memberikan pendapatnya, mereka akan menolak dan berkata,

Kamu mungkin pernah menerima ucapan selamat dari orang lain, namun terdengar tidak tulus saat merayakan keberhasilanmu? Misalnya seseorang yang berkata, “Oh, kamu dipromosikan? Bagus sekali. Aku rasa mereka benar-benar membutuhkan seseorang di posisi itu,”.

Meskipun kalimat ini terdengar normal, namun terdapat sedikit rasa iri yang dikemas dengan antusiasme palsu. Kebaikan yang tulus untuk orang lain akan mengalir secara alami. Namun, kebaikan yang dipaksakan untuk orang lain cenderung jelas terlihat dibuat-buat.

3. Tidak Konsisten

Menurut psikologi, rasa hormat dari orang lain tidak selalu datang dari pencapaian besar atau status sosial. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru bisa membuat seseorang lebih dihargai dalam kehidupan sehari-hari.

Cara lain untuk mengenali orang yang pura-pura baik hati yakni dengan melihat sikapnya yang tidak konsisten. Menurut sebuah studi dari Frontiersin Psychology, seseorang yang umumnya tidak konsisten dengan hal-hal lain dalam hidup bisa jadi adalah seseorang yang menunjukkan kepalsuan atau kepura-puraan.

Misalnya, mengingkari janji yang telah mereka buat sebelumnya, menunjukkan kata-kata yang tidak konsisten, serta menunjukkan kebaikan yang berbeda-beda atau hanya pada saat-saat tertentu saja.

Artikel menarik Lainnya