Home » Cara Kenali Orang Haus Validasi dari Kalimat Sehari-hari

Cara Kenali Orang Haus Validasi dari Kalimat Sehari-hari

Skincapedia.com – Bertemu dengan individu yang haus akan validasi dan kerap mencari perhatian bisa sangat menguras energi. Kehadiran mereka seringkali menuntut pengakuan bahwa diri mereka adalah yang paling benar atau terhebat.

Lebih jauh lagi, terkadang mereka ragu untuk mengambil langkah tanpa persetujuan orang lain. Sekali atau dua kali, berinteraksi dengan orang yang mencari validasi memang tidak menjadi masalah, mengingat kita semua terkadang membutuhkan pandangan orang lain sebelum bertindak. Namun, jika hal ini terjadi berulang kali, bisa berujung pada percakapan yang melelahkan.

Anda dapat mengenali orang yang haus validasi dan suka mencari perhatian melalui percakapan sehari-hari mereka. Lantas, apa saja ungkapan yang sering mereka lontarkan? Merujuk pada sumber YourTango, berikut adalah daftar kalimatnya. Simaklah!

“Mungkin Aku Terdengar Bodoh Sekarang”

Ciri khas orang haus validasi adalah ia akan langsung berbicara sendiri sebelum orang lain sempat berkata apa pun. Biasanya, ia melontarkan konteks negatif tentang dirinya sendiri, hanya demi pengakuan atau pembelaan orang lain.

Salah satu cara mengenali individu yang haus validasi adalah ketika mereka lebih dulu berbicara tentang diri mereka sendiri, sebelum orang lain sempat memberikan tanggapan. Biasanya, mereka akan melontarkan pernyataan negatif mengenai diri sendiri, semata-mata untuk mendapatkan pengakuan, pembelaan, atau sekadar menarik perhatian orang lain.

Frasa seperti “Mungkin aku terdengar bodoh sekarang” seringkali diucapkan. Ketika orang lain kemudian menyetujui ungkapan tersebut, hal ini justru memvalidasi pikiran negatif yang ada di benak mereka. Akibatnya, mereka semakin yakin bahwa diri mereka memang seburuk yang mereka bayangkan.

“Tidak Ada Seorang pun yang Peduli Padaku”

Tidak semua orang suka menyendiri karena sedang menghindar dari dunia atau karena punya masalah sosial. Ada juga orang yang memilih banyak waktu untuk dirinya sendiri karena mereka sangat menghargai privasi, yaiut sebuah ruang pribadi yang tidak bisa dimasuki sembarangan oleh siapa pun.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang cenderung lebih fokus pada diri mereka sendiri.

Bagi individu yang sering merasa tidak aman atau khawatir tentang pandangan orang lain, kenyataan ini bisa menjadi sebuah anugerah karena mereka tidak terlalu menjadi pusat perhatian. Namun, bagi mereka yang haus validasi, situasi ini justru menyulitkan mereka untuk mendapatkan perhatian yang diinginkan.

Penting untuk dipahami bahwa sikap seseorang yang terkesan cuek belum tentu berarti mereka membenci atau tidak peduli. Bisa jadi, mereka sedang sibuk dengan urusan pribadi mereka. Mempelajari cara memahami orang lain adalah hal yang krusial, agar kita tidak terburu-buru membuat klaim seperti, “Tidak ada seorang pun yang peduli padaku.”

“Mengapa Ini Selalu Terjadi Padaku?”

Orang yang diam saat marah memiliki kepribadian yang terbiasa mandiri. Mereka yakin bisa menyelesaikan masalahnya sendiri terlebih dahulu/Foto: freepik.com/freepik

Ungkapan ini mengindikasikan bahwa orang yang haus validasi merasa seolah-olah semua masalah hanya menimpa diri mereka. Padahal, bisa jadi masalah tersebut memang terjadi secara alami di sekitar mereka.

Individu yang haus validasi cenderung mudah terbawa perasaan dan kehilangan kendali atas diri mereka. Mereka terus-menerus mencari pendapat dan perhatian orang lain, yang justru dapat memperparah rasa tidak nyaman dan kecemasan yang mereka rasakan.

“Aku Sudah Bekerja Keras dan Tidak Ada yang Mengatakan Apa pun”

Mengelola stres dapat membantu menurunkan berat badan, meskipun tanpa olahraga. Hal ini bekerja dengan menurunkan kadar hormon kortisol yang memicu penumpukan lemak.

Ciri khas orang yang haus validasi adalah mereka selalu mengharapkan pujian dan pengakuan yang berkelanjutan atas setiap tindakan yang mereka lakukan. Jika pujian tidak kunjung datang, mereka berasumsi bahwa mereka tidak mendapatkan kenyamanan atau kasih sayang.

Meskipun meminta umpan balik atas usaha yang telah dikerjakan merupakan hal yang bermanfaat, namun terlalu bergantung pada pujian bukanlah sikap yang dapat dibenarkan. Hal ini bisa menjadi sangat merepotkan dan mengganggu bagi orang lain.

“Apakah Kamu Membenciku Sekarang?”

Pasangan saling percaya tidak terlalu sering bertanya “Apa kamu mencintaiku?”. Sebab, pertanyaan tersebut menunjukkan rasa tidak aman, bahkan saat mendapat jawaban “Iya” pun bisa terdengar tidak tulus.

Cara lain mengenali individu yang haus validasi dari percakapannya sehari-hari adalah melalui pertanyaan seperti, “Apakah kamu membenciku sekarang?”

Mereka diliputi ketakutan akan ditinggalkan atau ditolak oleh orang lain. Akibatnya, mereka cenderung bersikap menyenangkan orang lain atau mencari pengakuan demi meyakinkan diri sendiri bahwa mereka aman dalam setiap hubungan yang dijalin.

Ungkapan di atas juga menjadi cara mereka untuk menenangkan diri sendiri. Padahal, terkadang kalimat tersebut justru terdengar mengganggu bagi orang-orang di sekitarnya.

Demikianlah cara mengenali orang yang haus validasi dan suka mencari perhatian melalui percakapan sehari-hari mereka. Bagaimana, apakah Anda pernah menemui tipe orang seperti ini?

Artikel menarik Lainnya