Home » Ahli Ungkap Tiga Sifat Orang yang Memilih Diam Saat Marah

Ahli Ungkap Tiga Sifat Orang yang Memilih Diam Saat Marah

Skincapedia.com – Seseorang yang tiba-tiba memilih diam ketika sedang kesal bisa dianggap sebagai orang yang dingin, cuek, dan malah sengaja menghindar. Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang yang memilih diam saat marah sebenarnya adalah cara mereka untuk memproses emosi agar tidak memperburuk situasi dan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Orang yang memilih diam saat marah juga memiliki ciri kepribadian spesifik yang mendasarinya. Melansir dari YourTango, berikut adalah tiga ciri kepribadian mereka yang patut disimak.

1. Tangguh Secara Emosional

Individu yang memilih diam saat merasa kesal adalah mereka yang memiliki kekuatan emosional yang cukup untuk menahan diri dan mengolah emosi serta perasaan mereka secara internal. Mereka cenderung menganalisis dan mencoba memahami akar permasalahan dari situasi yang sedang dihadapi. Konselor Dr. Christopher S. Taylor menyatakan bahwa meluangkan waktu untuk menenangkan diri dapat secara efektif membantu mencegah terjadinya konflik yang tidak perlu.

Sikap diam menjadi kekuatan mereka untuk bertahan dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk memulihkan perasaan sebelum akhirnya memutuskan untuk berbicara. Meskipun bagi orang lain mungkin terlihat tidak menunjukkan reaksi, mereka sebenarnya sangat percaya diri dengan ketangguhan emosional yang mereka miliki.

2. Memiliki Empati Tinggi

Orang yang cenderung memilih diam saat kesal biasanya memiliki tingkat empati yang tinggi. Mereka sangat menyadari bahwa emosi negatif memiliki potensi untuk menular kepada orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk memproses emosi tersebut secara pribadi tanpa membebani orang lain. Proses ini melibatkan menenangkan diri, merenung, dan berusaha memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Mereka sangat berhati-hati sebelum berbicara, karena tidak ingin melontarkan kata-kata yang nantinya akan mereka sesali. Seperti yang dijelaskan oleh John Amodeo, dengan mengambil jeda sejenak dapat memberikan ruang yang cukup untuk menenangkan diri dan merespons situasi dengan cara yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab. Sikap diam ini seringkali juga menjadi strategi mereka untuk menghindari konflik serta drama yang tidak perlu, sebagai bentuk perlindungan diri dan upaya untuk menjaga agar situasi tetap kondusif.

3. Terbiasa Mandiri

Individu yang memilih untuk diam saat merasa kesal biasanya beranggapan bahwa mereka dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam hati terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan untuk berbicara. Mereka memiliki keinginan kuat untuk bertanggung jawab atas perasaan mereka sendiri sebelum mengungkapkan apa yang ada di dalam benak dan hati mereka. Mereka terbiasa untuk mandiri dalam mengelola emosi, seringkali memendamnya, dan mempertimbangkan perasaan mereka tanpa terlalu dipengaruhi oleh pendapat atau reaksi orang lain.

Mereka menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama dalam menangani emosi, oleh karena itu mereka memilih untuk mengelola emosi mereka terlebih dahulu. Menurut pakar Robert Evans Wilson, keterampilan penting seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, dan pemecahan masalah seringkali muncul dari kemandirian individu.

Artikel menarik Lainnya