Banyak individu merasa sudah rutin menggunakan deodoran setiap hari, namun tetap saja muncul aroma tidak sedap pada momen-momen tertentu. Kenyataannya, permasalahan ini tidak selalu disebabkan oleh kesalahan dalam memilih produk, melainkan cara pemakaiannya yang kurang tepat.
Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti langsung mengaplikasikan deodoran saat area ketiak masih lembap atau mengoleskannya terlalu tipis dapat membuat hasilnya kurang maksimal. Agar tidak keliru lagi, sangat penting untuk mengetahui cara pakai deodoran agar perlindungannya benar-benar efektif sepanjang hari. Mengutip dari The Earthlingco, simak panduan pemakaian deodoran yang tepat berikut ini!
1. Mulai dari Kulit Ketiak yang Bersih
2. Pastikan Ketiak Benar-Benar Kering
3. Perhatikan Kondisi Rambut Ketiak
4. Aplikasikan Merata dalam Jumlah Cukup
Mengoleskan deodoran terlalu sedikit atau tidak merata termasuk kekeliruan yang membuat hasilnya kurang optimal. Faktanya, penyebaran produk yang merata sangat krusial untuk memastikan seluruh area terlindungi dari bau.
Untuk deodoran jenis roll-on atau stik, lakukan beberapa gerakan pengolesan ke berbagai arah agar seluruh permukaan ketiak tertutup. Sementara untuk deodoran semprot, pertahankan jarak sekitar 15 cm agar penyebarannya merata dan tidak menumpuk di satu titik.
5. Tunggu hingga Kering Sebelum Berpakaian
Setelah mengaplikasikan deodoran, banyak orang langsung mengenakan pakaian tanpa menunggu produk mengering. Hal ini dapat menyebabkan bercak pada baju sekaligus mengurangi keampuhan deodoran.
Memberikan jeda beberapa menit hingga produk benar-benar mengering akan membantu bahan aktif bekerja lebih optimal. Selain itu, cara ini juga mencegah perpindahan produk ke pakaian, sehingga Anda dapat tetap merasa nyaman dan tampil rapi sepanjang hari.
6. Pilih Pakaian yang Mendukung
Pakaian yang terlalu ketat di area ketiak dapat memicu gesekan yang menghilangkan lapisan deodoran. Selain itu, sirkulasi udara yang tidak memadai juga dapat memperparah produksi keringat.
Pilihlah pakaian dengan material yang menyerap keringat seperti katun, linen, atau rami. Model yang lebih longgar juga membantu aliran udara lebih baik, sehingga area ketiak tetap kering dan segar lebih lama. Ini adalah langkah sederhana yang sering terlewatkan, padahal cukup memberikan pengaruh.
7. Gunakan di Waktu Tepat
Menggunakan deodoran setelah mandi adalah waktu yang ideal karena kulit dalam kondisi bersih. Namun, untuk jenis antiperspirant, pemakaian di malam hari justru lebih efektif karena kelenjar keringat sedang tidak aktif, sehingga produk dapat bekerja lebih maksimal.
Selain itu, Anda juga dapat menggunakannya sebelum melakukan aktivitas berat seperti berolahraga atau menjalani hari yang panjang. Dengan penentuan waktu yang tepat, perlindungan terhadap bau bisa bertahan lebih lama tanpa perlu rasa khawatir.
8. Aplikasikan Ulang Jika Diperlukan
Meskipun sebagian besar deodoran diklaim tahan hingga 24 jam, kondisi tertentu seperti cuaca panas atau aktivitas fisik yang tinggi dapat mengurangi efektivitas perlindungannya. Dalam situasi seperti ini, mengaplikasikan ulang adalah langkah yang logis.
Baca juga: Mengapa Double Cleansing Sangat Penting untuk Kulitmu
Namun, pastikan Anda memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit agar tidak menimbulkan iritasi. Deodoran dengan formulasi ringan biasanya juga lebih aman untuk digunakan beberapa kali dalam sehari, sehingga Anda dapat tetap percaya diri tanpa khawatir bau badan muncul kembali.
