Oatmeal merupakan opsi sarapan yang bernutrisi dan praktis karena kaya akan serat dan protein, sehingga dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Namun, tanpa disadari, banyak orang masih melakukan beberapa kesalahan kecil yang mengurangi cita rasa serta manfaat oatmeal. Kesalahan ini meliputi penggunaan jenis oat yang keliru, penambahan terlalu banyak pelengkap, hingga kurangnya asupan protein.
Berikut adalah lima kesalahan dalam penyajian oatmeal yang perlu Anda perhatikan agar sarapan Anda tetap lezat sekaligus bergizi. Mari kita simak bersama!
1. Mengonsumsi Porsi Oatmeal Berlebih
Satu takaran sajian oatmeal umumnya setara dengan satu cangkir oat yang sudah diolah. Dalam satu sajian tersebut, Anda dapat memperoleh sekitar 152 kalori, 5,2 gram protein, 27 gram karbohidrat, dan 4 gram serat.
Akan tetapi, masih banyak individu yang tanpa sadar mengonsumsi oatmeal lebih dari satu takaran. Kebiasaan ini dapat dengan cepat meningkatkan total asupan kalori harian Anda.
2. Memilih Jenis Oat yang Keliru
Oat tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari steel-cut oats, old-fashioned rolled oats, hingga instant atau quick-cooking oats. Apabila Anda sedang menjalani diet, disarankan untuk memilih jenis oat yang melalui proses pengolahan lebih sedikit.
Merujuk pada sumber Health, jenis oat yang minim proses seperti oat groat atau steel-cut oats masih mempertahankan sebagian besar bentuk biji aslinya beserta kandungan nutrisinya. Oat jenis ini juga dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Baca juga: Manfaat Minum Madu Air Hangat Pagi Hari
Sebaliknya, oat instan yang telah melalui proses lebih panjang umumnya memiliki kandungan protein dan serat yang lebih rendah serta lebih cepat dicerna. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di National Library of Medicine, oat instan dapat memicu peningkatan kadar gula darah secara lebih cepat.
3. Menambahkan Pelengkap yang Berlebihan
Kurang lengkap rasanya jika mengonsumsi oatmeal tanpa tambahan pelengkap. Namun, saat memilih pelengkap, pastikan Anda tetap bijak agar manfaatnya tidak berkurang. Sebaiknya hindari pelengkap dengan kandungan gula tambahan, seperti sirup maple, gula merah, kepingan cokelat, dan selai kacang manis.
Sebagai alternatif, pilihlah pelengkap yang sehat, seperti buah beri, pisang, kacang-kacangan, hingga cokelat hitam. Selain menambah cita rasa, pilihan ini juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan nilai gizi oatmeal.
4. Menggunakan Proporsi Air dan Oat yang Keliru
Penggunaan air yang tidak tepat dapat memengaruhi tekstur dan rasa oatmeal. Terlalu banyak air akan membuat oatmeal menjadi encer dan kurang berasa, sementara terlalu sedikit air membuatnya terasa kasar serta mudah menggumpal. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti rasio air yang direkomendasikan pada kemasan atau sesuaikan dengan tekstur yang Anda inginkan agar hasilnya tetap lezat dan pas.
5. Mengabaikan Penambahan Protein atau Serat
Menambahkan sumber protein seperti yogurt atau selai kacang ke dalam oatmeal dapat membuatnya lebih mengenyangkan. Demikian pula dengan penambahan serat dari biji chia atau buah-buahan segar. Melengkapi oatmeal dengan protein dan serat akan menjadikan nilai gizinya lebih seimbang.
Demikianlah beberapa kesalahan dalam menyajikan oatmeal untuk sarapan.
