Skincapedia.com – Isu kesehatan terkait hantavirus kembali mencuat, sebuah penyakit yang berisiko serius bagi organ vital manusia dan ditularkan oleh tikus. Penularan virus ini dapat terjadi melalui udara yang terkontaminasi oleh kotoran, urine, atau air liur tikus, serta melalui makanan yang terkontaminasi. Dapur menjadi area paling rentan di rumah terhadap risiko ini.
Mencegah kedatangan tikus ke dalam rumah, khususnya di area dapur, sangat efektif dilakukan dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan-kebiasaan yang perlu dihindari ini dapat meminimalkan daya tarik dapur bagi hewan pengerat tersebut.
1. Tidak Menutup Rapat Tempat Sampah Dapur

Sampah dapur yang mengandung sisa makanan, terutama daging, minyak, atau biji-bijian, menjadi magnet kuat bagi tikus. Jika tutup tempat sampah tidak rapat, tikus akan menjadikannya sebagai sumber makanan yang mudah diakses. Hal ini juga berisiko menyebarkan kuman ke area dapur lainnya.
Untuk mencegahnya, disarankan menggunakan tempat sampah yang terbuat dari bahan logam atau plastik tebal dengan tutup yang rapat. Penting juga untuk membuang sampah secara rutin setiap hari agar tidak menumpuk.
2. Membiarkan Wadah Makanan Hewan Tergeletak di Lantai

Baca juga: Kebersamaan Lee Jae Wook dan Shin Ye Eun di Drakor Doctor on the Edge
Kesalahan umum yang seringkali tidak disadari adalah membiarkan mangkuk makanan hewan peliharaan tetap terisi sepanjang malam. Sisa makanan kering yang tertinggal ini menjadi sumber energi yang sangat disukai tikus.
Demi keamanan, segera angkat dan simpan kembali wadah makanan setelah hewan peliharaan selesai makan. Membiarkan makanan atau air minum tergeletak di lantai semalaman sama saja dengan menyediakan santapan gratis bagi tikus yang berkeliaran di malam hari.
3. Membiarkan Sisa Makanan Terbuka di Atas Meja

Tikus memiliki indra penciuman yang sangat tajam, memungkinkan mereka mendeteksi keberadaan makanan dari jarak yang cukup jauh. Selain memancing kedatangan tikus, makanan yang dibiarkan terbuka juga berisiko terkontaminasi oleh air liur tikus yang bisa menjadi pembawa virus.
Pastikan untuk selalu menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat. Selain itu, bersihkan meja dapur dari remah-remah makanan sebelum Anda tidur. Hal ini penting untuk menghilangkan aroma sisa makanan yang dapat menarik perhatian tikus.
4. Menumpuk Barang Tak Terpakai di Dalam Lemari

Koran bekas, kardus, dan tumpukan barang-barang yang jarang digunakan di dalam lemari yang gelap menjadi tempat favorit tikus untuk membuat sarang. Mereka mencari tempat tersembunyi yang tenang dan dekat dengan sumber makanan.
Sebaiknya, lakukan pemilahan barang secara berkala untuk mengurangi tumpukan barang yang tidak terpakai. Gunakan wadah penyimpanan yang tertutup rapat untuk mencegah tikus memiliki celah untuk membangun sarang mereka.
5. Mengabaikan Area Lembap dan Pipa Bocor

Akses terhadap air sangat penting bagi kelangsungan hidup tikus. Pipa yang bocor di bawah bak cuci piring atau genangan air di sudut dapur dapat menjadi tempat ideal bagi mereka untuk berkembang biak.
Segera perbaiki kebocoran pada pipa dan pastikan area dapur selalu dalam kondisi kering untuk mencegah tikus menjadikannya tempat persembunyian. Sebagai langkah pencegahan tambahan, hindari menyapu kotoran tikus kering secara langsung agar partikel virus tidak beterbangan dan terhirup. Semprotkan disinfektan terlebih dahulu, tunggu selama lima menit, lalu bersihkan dengan sarung tangan sekali pakai. Perlu diingat, tikus dapat masuk melalui celah sekecil koin, oleh karena itu, pastikan untuk menutup semua retakan di balik lemari atau celah di bawah pintu.
Tetap waspada dan jaga kebersihan rumah Anda.
