Home » Cara Merawat Mesin Cuci

Cara Merawat Mesin Cuci

Skincapedia.com – Mesin cuci merupakan alat rumah tangga yang krusial dalam kehidupan sehari-hari, digunakan hampir setiap hari untuk menjaga kebersihan pakaian. Namun, tanpa perawatan yang memadai, mesin cuci dapat bertransformasi menjadi sarang bagi bakteri, jamur, dan penumpukan residu deterjen.

Menurut informasi dari laman Wellness Mama, mesin cuci, khususnya tipe bukaan depan (front-loading), sangat rentan terhadap pertumbuhan jamur dan timbulnya bau tidak sedap. Area karet pada pintu menjadi titik kritis kelembapan yang memicu masalah ini. Oleh karena itu, pembersihan mesin cuci secara mendalam sangat disarankan dilakukan beberapa kali dalam setahun. Berikut adalah langkah-langkah efektif untuk membersihkannya.

1. Bersihkan Drum dengan Cuka Putih

Drum mesin cuci adalah komponen utama yang berinteraksi langsung dengan pakaian kotor. Seiring pemakaian, akumulasi residu sabun, mineral dari air, serta bakteri dapat terjadi, meskipun tidak selalu terlihat.

Seperti yang diuraikan dalam Wellness Mama, cuka putih berperan sebagai agen pembersih alami yang ampuh untuk menghilangkan endapan mineral, lemak, dan jamur di dalam drum. Cukup tuangkan cuka ke dalam kompartemen deterjen, kemudian operasikan mesin pada pengaturan suhu air tertinggi untuk satu siklus pencucian penuh. Setelah siklus selesai, bau tidak sedap pada drum umumnya akan berkurang drastis.

Baca juga: Tanaman Hias Pembersih Udara untuk Rumah Lebih Sehat

2. Tambahkan Washing Soda untuk Hasil Lebih Maksimal

Menambahkan washing soda untuk membersihkan mesin cuci

Setelah proses pembersihan dengan cuka selesai, drum mesin cuci dapat ditingkatkan kebersihannya dengan menambahkan washing soda. Bahan ini memiliki kemampuan pembersihan yang lebih kuat dibandingkan baking soda biasa, efektif dalam mengurai endapan air sadah dan menetralkan bau.

Washing soda sangat efektif dalam memecah deposit air keras, melarutkan lemak, dan menghilangkan bau yang mengendap di mesin cuci. Cukup taburkan washing soda langsung ke dalam drum, lalu jalankan kembali siklus air panas. Hasilnya, drum akan terasa lebih bersih dan segar setelah menjalani kedua langkah pembersihan ini.

3. Rawat Karet Pintu Secara Rutin

Pada mesin cuci tipe front-loading, karet pintu merupakan area yang paling rentan terhadap penumpukan kotoran dan pertumbuhan jamur. Celah-celah pada karet ini seringkali menampung sisa air, rambut, serta kotoran yang tidak terbilas sempurna selama proses pencucian.

Untuk mencegah pertumbuhan jamur, disarankan untuk membersihkan karet pintu front-loading setidaknya sekali seminggu menggunakan campuran cuka dan tea tree oil. Setelah setiap kali selesai mencuci, lap area karet hingga benar-benar kering dan biarkan pintu mesin terbuka agar udara dapat bersirkulasi. Kebiasaan sederhana ini sangat membantu mencegah munculnya bau apek yang kerap menguar dari mesin cuci.

4. Jangan Lupa Bersihkan Laci Deterjen

Laci deterjen yang juga perlu dibersihkan

Laci deterjen seringkali terabaikan saat melakukan pembersihan mesin cuci, padahal sisa deterjen dan pelembut pakaian yang mengeras dapat menumpuk di sana. Penumpukan ini dapat menghambat aliran cairan pembersih ke dalam drum dan menjadi media pertumbuhan jamur.

Penggunaan deterjen yang berlebihan dapat meninggalkan residu yang sulit dibilas bersih di dalam mesin. Oleh karena itu, selain membersihkan laci secara rutin, penting juga untuk memperhatikan takaran deterjen yang digunakan, yaitu secukupnya sesuai petunjuk kemasan. Lepaskan laci deterjen dari tempatnya, rendam dengan air hangat, lalu sikat bagian dalamnya hingga bersih.

5. Biasakan Membuka Pintu Mesin Setelah Mencuci

Langkah paling sederhana untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mesin cuci tidak memerlukan bahan pembersih khusus. Kebiasaan kecil ini seringkali terlewatkan, namun memiliki dampak signifikan dalam mencegah masalah bau dan jamur dalam jangka panjang.

Membuka tutup atau pintu mesin cuci setelah setiap siklus pencucian selesai memungkinkan drum mengering, sekaligus mencegah bau apek dan pertumbuhan jamur. Kelembapan yang terperangkap di dalam mesin yang tertutup rapat adalah penyebab utama munculnya bau tidak sedap. Namun, efektivitas kebiasaan ini akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pembersihan menyeluruh secara berkala.

Artikel menarik Lainnya