Home » Sajian Tradisional Korea Selatan Saat Musim Semi

Sajian Tradisional Korea Selatan Saat Musim Semi

Mayoritas penghuni negara dengan empat musim sangat menantikan kedatangan musim semi. Ini bukan sekadar pergantian dari musim dingin ke musim panas, melainkan juga menjadi salah satu periode terbaik untuk mengeksplorasi keindahan alam suatu negara seraya mencicipi hidangan khas yang lazim muncul saat musim semi.

Mengacu pada beragam sumber, berikut adalah 11 hidangan khas musim semi di Korea Selatan yang patut dicoba!

1. Jjukkumi-bokkeum

Jjukkumi-bokkeum

Hidangan ini sangat populer di Seoul dan sering tersaji di kedai-kedai makan, utamanya di area Dongdaemun. Namanya Jjukkumi-bokkeum, sajian ini menampilkan gurita kecil berkaki pendek (webfoot octopus) yang ditumis dengan cita rasa pedas.

Meski bisa ditemukan dari Oktober hingga Mei, Jjukumi paling lezat dinikmati saat musim semi. Sekitar bulan Maret hingga Mei, gurita kecil mencapai puncak kelezatannya dengan kandungan telur yang melimpah.

Selain cita rasanya yang nikmat, banyak warga Korea menyukai gurita ini karena kaya akan taurin, yang berkhasiat untuk memulihkan energi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Jjolmyeon

Jjolmyeon

Penyajiannya diperkaya dengan aneka topping sayuran seperti tauge, wortel, dan timun, namun sebagian menambahkan bayam, kubis, jamur, rumput laut (nori), bahkan telur rebus.

Meskipun sering disantap saat musim semi atau cuaca panas di Korea Selatan, jjolmyeon termasuk makanan populer yang bisa dinikmati kapan saja.

3. Daege-jjim

Daege-jjim

Daege adalah sebutan untuk Kepiting Raja atau Kepiting Salju yang umumnya diolah menjadi Daege-jjim. Sebagai salah satu sajian musiman yang digemari, banyak penduduk setempat dan pelancong rela mendatangi wilayah pesisir timur seperti Yeongdeok dan Uljin, demi menikmati hidangan khas musim semi ini.

Sajian ini menghadirkan kepiting raja/salju yang dikukus hingga empuk, seringkali disantap bersama nasi hangat yang dicampurkan ke dalam cangkangnya. Tekstur dagingnya yang lembut dengan rasa manis alami, menjadikannya disukai banyak orang.

Selain kelezatannya, Daege-jjim kaya akan protein dan kalsium sehingga dapat memberikan energi bagi tubuh.

4. Hwajeon

Hwajeon

Salah satu kue tradisional yang selalu muncul saat festival musim semi di Korea Selatan adalah Hwajeon. Kue ini dibuat dari tepung beras ketan dengan hiasan kelopak bunga musim semi.

Masyarakat Korea lazim menikmatinya selama festival musim semi, terutama pada perayaan Samjitnal (hari ke-3 bulan ke-3 dalam kalender lunar), di mana mereka akan berpiknik sambil menikmati bunga yang bermekaran (hwajeon nori).

5. Bibimbap

Bibimbap

Penggemar drama Korea tentu tidak asing lagi dengan makanan bernama bibimbap. Menu ini merupakan olahan nasi putih yang berisi sayuran, telur, daging, dan saus gochujang.

Meskipun populer sepanjang tahun, bibimbap sering disantap saat musim semi karena menggunakan sayuran segar seperti naeng-i (shepherd’s purse), dalrae (wild chive), ssuk (mugwort), dan gosari (pakis), yang umumnya tumbuh di musim tersebut.

Baca juga: Tanda-tanda Terjebak dalam Zona Nyaman

6. Kkomak

Kkomak

Kkomak, atau dikenal juga sebagai kerang dara/kerang bulu, biasanya ditemukan di pesisir barat Korea. Meskipun panen puncaknya di musim dingin, banyak orang yang mengonsumsinya pada awal musim semi untuk memulihkan energi setelah melewati musim dingin.

Selain itu, kkomak juga dikenal kaya akan protein, vitamin, asam amino, mineral, dan rendah lemak, yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan.

7. Mulhoe

Mulhoe

Semangkuk mulhoe terdiri dari irisan seafood segar (ikan, cumi-cumi, abalone, teripang) mentah yang diiris tipis dan sayuran, dengan siraman kuah kaldu pedas-manis yang menggoyang lidah.

Hidangan ini paling lezat disantap saat cuaca panas untuk menyegarkan tubuh. Biasanya dimakan bersama nasi putih atau mi (guksu).

8. Bom Namul

Bom Namul

Musim semi di Korea Selatan menghadirkan beragam sayuran liar musiman yang dikenal sebagai bom namul. Sayuran tersebut seperti naeng-i (shepherd’s purse), dalrae (wild chive), ssuk (mugwort), dan gosari (pakis), yang dipanen saat awal musim semi.

Namul biasanya diolah dengan cara direbus sebentar lalu dibumbui minyak wijen, seringkali dijadikan hidangan pendamping (banchan) yang sehat dan aromatik sehingga dapat meningkatkan nafsu makan.

Namul juga dianggap makanan sehat karena kaya akan nutrisi, mineral, vitamin, dan rendah kalori sehingga dapat membantu detoksifikasi tubuh.

9. Jogi-gui

Jogi-gui

Sedangkan, ikan croaker segar yang dipanggang (Jogi-gui) juga sering dinikmati sebagai makanan sehat saat musim semi. Hal ini karena salah satu manfaat ikan ini adalah mengembalikan energi dan meningkatkan stamina.

Jogi-gui biasanya diolah dengan cara dipanggang hingga garing. Tekstur kulitnya renyah dengan dagingnya yang lembut, menjadikannya kombinasi sempurna saat disantap bersama nasi hangat.

10. Ttalgi

Ttalgi

Musim semi di Korea Selatan ditandai dengan panen ttalgi (stroberi) yang berlimpah. Tak heran jika mengunjungi Negeri Gingseng sekitar Maret hingga Mei, akan ada banyak kafe yang menyediakan menu khusus berbahan dasar stroberi. Mulai dari kue, sandwich, hingga aneka minuman.

Stroberi Korea, terutama yang dipanen saat musim semi, dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa yang sangat manis. Oleh karena itu, ttalgi menjadi buah ikonik yang sangat populer saat musim semi di Korea.

11. Bingsu

Bingsu

Namun, kini bingsu hadir dengan berbagai topping kekinian dan varian rasa seperti teh hijau, mangga, ubi ungu, dan cokelat.

Dessert ini dapat ditemukan dengan mudah di kafe-kafe Korea, namun puncaknya pada saat musim semi atau cuaca panas.

Artikel menarik Lainnya