Jahe merupakan rempah yang sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Selain digunakan sebagai penyedap masakan, jahe juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Jahe menyimpan banyak khasiat bagi kesehatan, mulai dari menopang sistem kekebalan tubuh, meredakan flu dan batuk, hingga mengatasi keluhan pencernaan. Yang menarik, terdapat beragam cara untuk mengonsumsi jahe, salah satunya adalah dengan menyeduhnya menjadi air rebusan.
Air rebusan jahe seringkali dipilih sebagai minuman yang dinikmati secara berkala setiap hari. Minuman ini dapat disiapkan dengan mudah di rumah dan merupakan metode praktis untuk memanfaatkan jahe demi memperoleh faedah kesehatannya.
Jadi, apa saja khasiatnya rutin menikmati air rebusan jahe setiap hari? Dihimpun dari berbagai sumber, mari kita telaah!
Mengontrol Tekanan Darah
Khasiat utama rutin menyeruput air rebusan jahe adalah kemampuannya dalam menata tekanan darah. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang memicu penyakit kardiovaskular.
Baca juga: Sifat Psikologis Pengguna Chat Cepat: Mengenali Kepribadian Anda
Jahe telah terbukti memberikan efek hipotensif, yaitu menurunkan tekanan darah. Kandungan gingerol dalam jahe dapat merangsang relaksasi pembuluh darah dan mengurangi hambatan aliran darah, sehingga secara efektif dapat menurunkan tekanan darah. Dengan menjaga stabilitas tekanan darah, jahe berkontribusi dalam pencegahan penyakit kardiovaskular.
Menurunkan Kolesterol
Tingkat kolesterol yang tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke. Sejumlah riset mengindikasikan bahwa penambahan jahe dalam pola makan dapat membantu menekan kadar kolesterol dan trigliserida. Hal ini berpotensi mengurangi ancaman penyakit jantung serta problem kesehatan lain yang disebabkan oleh kolesterol, seperti yang dilaporkan oleh WebMD.
Lebih lanjut, sebuah kajian pada tahun 2018 mengungkap bahwa jahe dapat berkontribusi dalam pengelolaan triasilgliserol (TAG) dan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C). Studi tersebut juga menemukan bahwa dosis rendah, tidak melebihi 2 gram jahe per hari, efektif menurunkan TAG dan kolesterol total, sebagaimana dikutip dari Healthline.
Mengontrol Berat Badan
Bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan, pertimbangkanlah untuk mengonsumsi air rebusan jahe. Berdasarkan artikel Medical News Today, sebuah studi yang diterbitkan di PubMed Central pada 2013 mengamati 10 pria yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi air rebusan jahe setelah sarapan, sementara kelompok lainnya tidak. Pria yang meminum air jahe melaporkan rasa kenyang yang lebih lama.
Meskipun studi ini berskala kecil dan memerlukan penelitian lebih lanjut, temuan ini mengisyaratkan bahwa air jahe mungkin memiliki peran dalam manajemen berat badan.
Selain itu, jahe juga diduga dapat membantu mengendalikan nafsu makan dan mempercepat proses pembakaran lemak. Hal ini menjadikan air rebusan jahe sebagai salah satu pilihan minuman yang tepat saat menjalani diet.
Meredakan Nyeri
Salah satu manfaat rutin mengonsumsi air rebusan jahe setiap hari adalah kemampuannya meredakan berbagai jenis rasa sakit dalam tubuh. Contohnya adalah nyeri otot pasca berolahraga dan kram saat menstruasi.
Lebih lanjut, jahe juga berpotensi membantu mengatasi rasa sakit akibat migrain. Berdasarkan sebuah penelitian di PubMed Central pada tahun 2018 yang melibatkan 60 orang dewasa penderita migrain, para peneliti menemukan bahwa penggunaan jahe sebagai terapi tambahan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya mengonsumsi obat pereda nyeri.
Melawan Radikal Bebas
Jahe mengandung senyawa antioksidan yang mampu memerangi radikal bebas dan mengurangi kerusakan oksidatif pada jaringan jantung. Senyawa gingerol dalam jahe memiliki khasiat antioksidan yang kuat dan dapat melindungi jantung dari cedera oksidatif.
Demikianlah beberapa faedah rutin mengonsumsi air rebusan jahe setiap hari. Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, seperti batasan konsumsi. FDA menyatakan bahwa jahe segar aman dikonsumsi hingga 4 gram per hari. Sejumlah riset juga merekomendasikan dosis sekitar 1.000 miligram per hari. Jumlah ini setara dengan satu sendok teh jahe segar yang diparut.
Selain itu, ada pula beberapa efek samping yang mungkin timbul. Pada sebagian individu, jahe dapat memicu efek samping ringan seperti rasa mual, perut kembung, rasa panas di ulu hati, atau diare. Dalam beberapa kasus, jahe juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita penyakit refluks asam lambung (GERD).
