pesan seperti apa yang lebih nyaman kamu terima? Apakah pesan singkat yang hanya terdiri dari beberapa kata, ataukah teks panjang yang membentuk beberapa alinea?
Setiap individu memiliki metode bertukar pesan yang berbeda. Ada sebagian orang yang lebih menyukai komunikasi singkat, namun ada pula yang memilih untuk mengirimkan pesan panjang karena beragam alasan.
Mereka yang memilih untuk bertukar pesan panjang berupaya agar gagasan mereka didengarkan, dipahami, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, mereka bersedia meluangkan waktu untuk menyusun teks yang detail.
Dalam ranah psikologi, individu yang menyukai komunikasi via teks panjang menunjukkan ciri kepribadian yang khas. Apa sajakah itu? Berikut adalah daftarnya, mengutip dari YourTango. Perhatikanlah!
1. Cermat dalam Pemilihan Kata
Individu yang gemar mengirimkan pesan panjang cenderung berupaya untuk berkomunikasi secara efektif. Ketika berhadapan dengan topik diskusi yang rumit, poin-poin yang disampaikan seringkali memerlukan tanda baca dan pilihan kata yang tepat agar makna tersampaikan tanpa salah tafsir.
Terapis Kathilia Edghill berpendapat kepada Huffpost, bahwa berkomunikasi dalam bentuk paragraf membantu menyatukan alur pikiran menjadi satu kesatuan. Hal ini diharapkan dapat mempermudah penerima dalam memahami pesan dengan baik, sehingga tercipta komunikasi yang jelas.
2. Sering Dilanda Kecemasan
Orang yang sering diliputi kecemasan kerapkali digambarkan sebagai individu yang kurang yakin dengan hubungan yang dijalani. Keraguan ini mendorong mereka untuk terus-menerus mencari kepastian dari orang lain. Kebutuhan akan validasi untuk merasa aman inilah yang membuat mereka cenderung melakukan komunikasi berlebihan, termasuk mengirimkan pesan yang panjang.
Baca juga: Mengapa Perempuan Sering Dilanda Rasa Bersalah Saat Memprioritaskan Diri?
3. Biasanya Perempuan
Kebiasaan mengirimkan pesan naratif panjang juga kerap dikaitkan dengan perbedaan gender. Perempuan diketahui memiliki kecenderungan yang lebih berorientasi pada aspek kebahasaan dibandingkan laki-laki.
Mereka lebih mampu mengekspresikan diri, sehingga secara alami cenderung menghasilkan pesan yang lebih rinci. Psikolog Danielle Wayne menjelaskan kepada HuffPost, bahwa perempuan cenderung menggunakan lebih banyak kata untuk menjelaskan diri mereka karena merasa kurang didengarkan.
“Oleh karena itu, kelompok minoritas, termasuk perempuan, lebih sering menggunakan teks yang lebih panjang untuk mengartikulasikan diri mereka dibandingkan laki-laki. Namun, ini juga dapat terjadi pada kelompok minoritas lainnya, tidak hanya perempuan,” imbuhnya.
4. Generasi Milenial
Setiap angkatan memiliki cara berkomunikasi yang berbeda. Generasi milenial, khususnya yang lebih tua, cenderung lebih menyukai pesan teks yang mendalam.
Sebuah penelitian yang dirilis tahun 2022 menunjukkan bahwa dalam hal menerima pesan, generasi milenial menganggap individu yang mengirimkan pesan teks dalam beberapa bagian pendek jauh kurang disenangi dibandingkan mereka yang meluangkan waktu untuk mengirim satu pesan teks yang komprehensif.
Menurut Lindsay Pollak, seorang pakar lintas generasi di dunia kerja, kepada Reader’s Digest, generasi milenial adalah angkatan pertama yang mengadopsi pesan teks sebagai metode komunikasi. Akibatnya, mereka merasa jauh lebih nyaman dengan teks yang panjang dan terperinci dibandingkan dengan kebanyakan generasi lainnya.
Demikianlah ciri-ciri kepribadian individu yang menyukai komunikasi via teks panjang menurut tinjauan psikologi. Apakah kamu termasuk di dalamnya?
