Home » Psikolog Ungkap Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Psikolog Ungkap Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Individu yang memiliki kecerdasan emosional tinggi kerap menjadi sosok yang sangat disenangi dalam lingkungan sosial. Mereka memiliki rasa empati yang mendalam terhadap perasaan sesama serta selalu berkomunikasi dengan penuh pertimbangan.

Mereka mampu mengambil tanggung jawab atas kekeliruan yang diperbuat serta berupaya memulihkan hubungan. Tidak mengherankan, karakter yang dimiliki orang dengan kecerdasan emosional tinggi ini sangat krusial dalam menuntaskan perselisihan dengan rekan.

“Salah satu indikator utama EQ tinggi adalah kemauan serta keberanian untuk menghadapi konflik secara langsung,” ungkap Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, seorang terapis berlisensi sekaligus kepala petugas Psikologis di recovered.org.

Demi menjaga keharmonisan relasi, ternyata terdapat satu kalimat yang tidak akan pernah dilontarkan oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi saat berinteraksi. Kira-kira kalimat apa itu? Yuk, simak ulasannya yang dirangkum dari Parade berikut ini!

Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Bergaul Menurut Psikolog

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menjadi sosok yang sangat disenangi dalam pergaulan. Mereka memiliki empati yang mendalam terhadap perasaan orang lain dan bertutur kata dengan bijaksana.

Menurut psikolog Dr. Vinall, “Bukan masalah besar” adalah salah satu ungkapan yang dihindari oleh individu dengan kecerdasan emosional yang baik. Sekilas, kalimat ini tampak seperti upaya untuk meredam ketegangan dalam sebuah konflik atau bertujuan menenangkan suasana.

Namun kenyataannya, kalimat ini justru dapat memicu penolakan emosional dan meremehkan perasaan orang lain karena mengisyaratkan bahwa mereka “salah” karena merasa tersinggung. Di sisi lain, orang yang melontarkan kalimat ini kemungkinan merasa risih saat harus menghadapi serta mengakui kekurangan pribadinya.

“Individu yang mengucapkan hal ini mungkin minim empati serta kurang mampu menempatkan diri pada perspektif orang lain, sehingga mereka memproyeksikan perasaan mereka sendiri kepada orang lain,” tambahnya.

Keengganan untuk memahami emosi orang lain dalam hubungan pertemanan dapat berdampak toksik. Pernyataan seperti “bukan masalah besar” bisa menutup ruang untuk memperbaiki kualitas hubungan.

“Respons ini tidak mencerminkan sikap tanggung jawab, padahal itulah langkah awal yang penting untuk pemulihan,” jelasnya. “Kalimat tersebut mengalihkan fokus dari perilaku Anda menjadi menyalahkan reaksi mereka sebagai masalah. Kebanyakan orang yang merasa diabaikan dan tidak didengarkan dalam situasi ini, akan cenderung menarik diri.”

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi di Pergaulan

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menjadi sosok yang sangat disenangi dalam pergaulan. Mereka memiliki empati yang mendalam terhadap perasaan orang lain dan bertutur kata dengan bijaksana.

Alih-alih mengatakan “bukan masalah besar”, orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan berusaha memvalidasi serta memahami perasaan sesama melalui kalimat-kalimat ini:

“Aku mengerti mengapa itu menyakitkan”

Dr. Vinall menyebut ungkapan ini merupakan respons yang berlawanan dengan “Bukan masalah besar.”

“Jika ‘Bukan masalah besar’ cenderung meremehkan, kalimat ini justru bersifat menguatkan,” ujarnya. “Ini bukan berarti Anda mengaku sengaja menyakiti, melainkan mengakui bahwa teman Anda sedang terluka. Hal ini menciptakan kelembutan dan koneksi yang krusial untuk perbaikan hubungan.”

“Aku minta maaf”

Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi akan mengucapkan “aku minta maaf” secara tulus, tanpa embel-embel kata “tapi…”.

Dr. Vinall menjelaskan bahwa permintaan maaf yang tulus tidak dibarengi dengan kalimat pembelaan seperti: “Aku minta maaf, tapi kan aku tidak bermaksud begitu…”

Saat seseorang menambahkan kata “tapi” atau alasan untuk membela diri, permintaan maaf tersebut berubah menjadi upaya pembenaran atas kesalahannya. Sebaliknya, meminta maaf secara tulus berarti menanggalkan ego, tidak mencari alasan, serta berani mengakui kekeliruan secara utuh.

“Ceritakan lebih lanjut”

Kalimat ini mencerminkan rasa ingin tahu yang besar, yang menjadi salah satu ciri kecerdasan emosional tinggi.

“Kata-kata ini menunjukkan kepedulian Anda dengan mengajak teman untuk menyelami lebih jauh dunia batin mereka,” tutur Dr. Vinall. “Anda mungkin belum sepenuhnya memahami akar masalahnya, namun Anda menunjukkan bahwa Anda cukup peduli untuk berusaha mengerti.”

Ingin menjadi bagian dari komunitas di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara daring dan luring yang seru? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki. Kami juga menyediakan komunitas khusus bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa atau mahasiswi. Mari bergabung ke Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Artikel menarik Lainnya