Home » Risiko Penggunaan Skincare Mengandung Steroid

Risiko Penggunaan Skincare Mengandung Steroid

1. Penipisan Kulit

Ilustrasi kulit tipis/Freepik: freepik

Pemakaian steroid topikal dalam durasi panjang dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih tipis atau dikenal sebagai *skin atrophy*. Keadaan ini terjadi karena steroid menekan produksi kolagen dan elastin yang esensial dalam menjaga kekokohan serta ketebalan kulit. Akibatnya, lapisan kulit menjadi lebih tipis, rentan, dan mudah terluka.

Merujuk pada *Allure*, penggunaan steroid yang kuat pada wajah secara berkelanjutan dapat melemahkan struktur kulit sehingga kulit menjadi sangat tipis dan peka terhadap iritasi. Disebutkan pula bahwa kondisi ini dapat membuat kulit lebih mudah memar serta memerlukan waktu pemulihan yang lama.

Kulit yang mengalami atrofi umumnya tampak lebih tembus pandang, terasa sangat sensitif saat bersentuhan dengan produk perawatan kulit lain, dan seringkali mengalami kemerahan. Pada beberapa kasus, kerusakan ini bisa bersifat permanen bahkan setelah pemakaian steroid dihentikan.

2. Muncul Spider Veins

Ilustrasi spider veins di wajah

Selain menyebabkan kulit menipis, steroid juga dapat memicu timbulnya *spider veins* atau pembuluh darah halus yang terlihat jelas di permukaan kulit. Keadaan ini terjadi karena lapisan kulit yang semakin tipis membuat pembuluh darah di bawahnya menjadi lebih kentara.

Menurut *Healthline*, pemakaian steroid topikal dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pelebaran pembuluh darah kecil di area wajah. Hasilnya, muncul garis-garis merah atau ungu tipis yang kerap tampak di area pipi dan hidung.

Kemunculan *spider veins* tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga mengindikasikan bahwa kulit telah mengalami kerusakan struktural akibat paparan steroid yang berlebihan.

3. Jerawat Lebih Mudah Muncul

Ilustrasi jerawat steroid/Freepik: wayhomestudio

Salah satu efek samping yang sering muncul akibat penggunaan steroid pada wajah adalah *steroid acne*, yaitu jenis jerawat yang timbul karena perubahan keseimbangan kulit akibat paparan steroid.

Baca juga: Tips Perawatan Rambut Panjang dan Kuat ala Wanita India

Steroid dapat memicu produksi minyak berlebih serta mengacaukan mikrobioma kulit. Hal ini menyebabkan pori-pori lebih mudah tersumbat dan akhirnya memicu timbulnya jerawat kecil yang tersebar merata di wajah.

Jerawat yang disebabkan oleh steroid biasanya muncul mendadak, berbentuk kecil-kecil, dan terasa meradang. Kondisi ini seringkali membuat pengguna merasa kulitnya semakin bermasalah meskipun sebelumnya tampak membaik saat pertama kali memakai krim tersebut.

4. Ruam di Sekitar Mulut

Ilustrasi ruam sekitar mulut

Penggunaan steroid pada wajah juga dapat menimbulkan kondisi yang disebut perioral dermatitis, yaitu ruam kemerahan yang muncul di sekitar mulut. Menurut *Self Magazine*, pemakaian steroid topikal pada wajah dalam jangka panjang dapat memicu peradangan di area sekitar mulut, hidung, dan dagu.

5. Ketergantungan

Ilustrasi ketergantungan/freepik: freepik

Salah satu risiko terbesar dari produk perawatan kulit yang mengandung steroid adalah timbulnya ketergantungan kulit terhadap zat tersebut.

Menurut *WebMD*, kulit yang terlalu sering terpapar steroid dapat mengalami fenomena yang disebut *topical steroid withdrawal*. Ketika pemakaian dihentikan, kulit bisa mengalami kemerahan parah, rasa panas, hingga peradangan yang cukup signifikan.

Kondisi ini membuat banyak orang merasa bahwa kulit mereka hanya membaik saat menggunakan krim tersebut. Padahal sebenarnya kulit sedang bereaksi akibat penghentian steroid yang sebelumnya dipakai dalam jangka panjang.

6. Stretch Mark

Ilustrasi stretch mark

Efek lain yang juga dapat terjadi akibat penggunaan steroid adalah munculnya *stretch mark* pada kulit. Kondisi ini biasanya terjadi karena steroid melemahkan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kelenturan kulit.

Menurut penjelasan dermatolog Dr. Hadley King dalam artikel *Allure*, penggunaan steroid kuat secara berlebihan dapat menyebabkan kulit kehilangan kekuatan strukturalnya. Ketika kulit tidak lagi sanggup menahan tekanan, garis-garis *stretch mark* bisa muncul di beberapa area wajah atau tubuh.

*Stretch mark* akibat steroid sering tampak sebagai garis tipis berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian berubah menjadi lebih pudar seiring waktu.

7. Rambut Halus Berlebihan di Wajah

Ilustrasi hipertrikosis//www.webmd.com

Penggunaan steroid juga dapat memicu pertumbuhan rambut halus yang berlebihan pada wajah, suatu kondisi yang dikenal sebagai *hypertrichosis*.

Dokter kulit dari Harvard Medical School, Dr. Esther Freeman, pernah menjelaskan dalam wawancaranya dengan media internasional *CNN Health* bahwa steroid topikal dapat memengaruhi aktivitas folikel rambut sehingga rambut halus pada wajah tumbuh lebih banyak dari biasanya.

Kondisi ini biasanya terlihat di area pipi, dahi, atau sekitar rahang. Bagi sebagian orang, pertumbuhan rambut halus ini dapat memengaruhi rasa percaya diri karena wajah tampak lebih berbulu dibandingkan sebelumnya.

Kulit yang sehat sebetulnya tidak memerlukan hasil instan yang berisiko tinggi. Dengan memahami bahaya produk perawatan kulit yang mengandung steroid, Anda bisa lebih cermat dalam memilih produk yang dipakai sehari-hari.

Artikel menarik Lainnya