Home » Tips Cerdas Menghindari Perasaan Tertinggal

Tips Cerdas Menghindari Perasaan Tertinggal

Skincapedia.com – Pernahkah kamu merasa gelisah saat melihat unggahan teman-teman di media sosial yang tampak seru banget, sementara kamu cuma rebahan di rumah? Perasaan itu adalah FOMO, atau fear of missing out.

FOMO adalah perasaan cemas ketika kamu merasa orang lain menjalani pengalaman yang lebih menarik dan menyenangkan dibandingkan dirimu. Bukan tanpa alasan FOMO menjadi masalah yang semakin umum di era media sosial ini.

Ketika semua orang terlihat selalu bahagia dan sibuk di layar ponsel, wajar jika kamu mulai mempertanyakan hidupmu sendiri. Nah, kabar baiknya, ada cara-cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi rasa FOMO ini. Simak tiga di antaranya, yuk!

1. Kenali Pemicunya dan Kurangi Paparan Media Sosial

Ilustrasi perempuan main hp

Langkah pertama untuk mengatasi FOMO adalah mengetahui apa yang memicunya. Mengutip dari NPR, pemicu FOMO berbeda-beda untuk setiap orang. Ada yang terpicu oleh unggahan rumah baru teman, ada pula yang merasa FOMO saat melihat postingan parenting orang lain.

Saat kamu sudah tahu pemicunya, kamu bisa mulai membatasi diri dari konten yang membuat perasaan itu semakin kuat. Salah satu cara paling efektif adalah dengan log out dari media sosial untuk beberapa waktu. Ini bukan pelarian, melainkan cara untuk memberi ruang bagi dirimu sendiri.

Kamu tidak harus menghapus semua akun sekaligus. Cukup kurangi frekuensi membuka media sosial secara bertahap, lho. Kesadaran kecil ini bisa punya dampak yang besar terhadap ketenangan pikiran kamu.

2. Latih Pola Pikir Kelimpahan dan Syukuri yang Kamu Miliki

Orang yang mudah bersyukur biasanya punya cara pandang yang berbeda. Mereka tidak hanya fokus pada apa yang belum dimiliki, tapi juga menghargai apa yang sudah ada.

FOMO sering kali muncul karena kita terjebak dalam pola pikir yang menganggap kebahagiaan orang lain berarti ada yang ‘kurang’ dari diri kita.

Padahal, cara terbaik untuk melawannya adalah dengan melatih abundance mindset atau pola pikir kelimpahan, yaitu keyakinan bahwa kesempatan dan kebahagiaan itu cukup untuk semua orang.

Nah, salah satu praktik konkret dari pola pikir ini adalah menulis jurnal rasa syukur setiap hari. Melansir dari Calm Blog, kebiasaan mencatat hal-hal yang kamu syukuri dapat menggeser fokus dari apa yang kamu lewatkan menjadi apa yang sudah kamu miliki. Pergeseran perspektif ini terdengar sederhana, tapi dampaknya nyata.

Coba mulai dengan tiga hal kecil yang kamu syukuri setiap malam sebelum tidur. Kamu akan mulai menyadari betapa banyak hal baik yang sudah hadir dalam hidupmu, bahkan di hari yang terasa biasa-biasa saja.

3. Fokus pada Kehidupan Nyata dan Hadir Sepenuhnya

Fokus pada satu hal membantu hidup terasa lebih ringan.

Pas banget, karena cara ketiga ini berkaitan langsung dengan inti dari masalah FOMO itu sendiri. Mengutip dari NPR, ironi dari FOMO adalah kita justru melewatkan momen nyata di depan mata karena terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang mungkin kita lewatkan di tempat lain.

Oleh karena itu, praktik mindfulness dan meditasi dapat melatih pikiran untuk tetap hadir pada momen saat ini. Kamu tidak perlu menjadi ahli meditasi, cukup luangkan dua hingga lima menit sehari untuk duduk diam dan fokus pada napasmu.

Selain itu, kamu sebaiknya memperbanyak interaksi nyata dengan orang-orang terdekat. Alih-alih scrolling feed Instagram, ajak sahabat untuk ngobrol langsung, makan bersama, atau sekadar jalan-jalan santai. Koneksi nyata inilah yang akan membuatmu merasa lebih ‘hadir’ untuk saat ini.

Artikel menarik Lainnya