Home » Apakah AHA dan BHA Boleh Dipakai Bersamaan dalam Skincare?

Apakah AHA dan BHA Boleh Dipakai Bersamaan dalam Skincare?

Photo by halodoc.com - Apakah AHA dan BHA Boleh Dipakai Bersamaan dalam Skincare?

Skincapedia.com – Menggunakan AHA dan BHA secara bersamaan dalam satu rutinitas perawatan kulit sering kali memicu kekhawatiran akan risiko iritasi. Banyak pengguna produk perawatan kulit bertanya-tanya Apakah menggabungkan dua jenis eksfolian kimia ini merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan kulit bersih, atau justru resep untuk merusak lapisan pelindung kulit.

AHA atau Alpha Hydroxy Acid bekerja dengan melarutkan sel kulit mati di permukaan epidermis. Sementara itu, BHA atau Beta Hydroxy Acid memiliki kemampuan untuk menembus ke dalam pori-pori karena sifatnya yang larut dalam minyak. Keduanya memiliki fungsi eksfoliasi, namun dengan target area yang berbeda. Menggabungkan keduanya secara teoritis dapat memberikan pembersihan yang lebih menyeluruh, tetapi tantangan utamanya terletak pada toleransi kulit Anda.

Menggunakan AHA dan BHA secara bersamaan tidak dilarang, namun memerlukan kehati-hatian ekstra. Risiko utama dari penggabungan ini adalah eksfoliasi berlebihan atau over-exfoliation. Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung kulit (skin barrier) terkikis oleh paparan asam yang terlalu kuat atau terlalu sering, yang kemudian memicu kemerahan, rasa perih, kulit kering bersisik, hingga timbulnya jerawat baru akibat peradangan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan keduanya, perhatikan beberapa metode aplikasi berikut untuk meminimalisir dampak negatif:

1. Menggunakan Produk yang Sudah Diformulasikan Bersama

Cara paling aman adalah menggunakan satu produk yang memang sudah mencampurkan AHA dan BHA dalam satu formula. Produsen produk perawatan kulit biasanya telah melakukan uji stabilitas dan menyeimbangkan konsentrasi kedua bahan tersebut agar aman digunakan secara bersamaan. Dalam produk ini, kadar asam biasanya sudah diatur agar tidak melampaui batas toleransi kulit normal.

2. Metode Layering atau Berlapis

Jika Anda ingin menggunakan dua produk terpisah, hindari mengaplikasikannya secara bertumpuk dalam waktu yang sama. Mengoleskan toner AHA diikuti dengan serum BHA secara berurutan dapat meningkatkan risiko iritasi secara signifikan. Jika kulit Anda sudah terbiasa dengan eksfoliasi, Anda bisa mencoba menggunakan AHA di malam hari dan BHA di pagi hari, atau menggunakan AHA pada hari-hari tertentu dan BHA pada hari yang berbeda.

3. Memperhatikan Area Pengaplikasian

Anda bisa menggunakan pendekatan multi-acid targeting. BHA yang lebih efektif membersihkan pori-pori bisa diaplikasikan di area yang cenderung berminyak atau rentan berjerawat, seperti zona T (dahi, hidung, dan dagu). Sementara itu, AHA bisa diaplikasikan pada area kulit yang lebih kering atau memiliki tekstur kasar untuk membantu proses regenerasi sel.

Tanda-tanda Kulit Mengalami Eksfoliasi Berlebihan

Sebelum mencoba menggabungkan AHA dan BHA, kenali tanda-tanda kulit Anda sudah tidak sanggup menerima dosis asam lebih lanjut. Jika kulit terasa seperti terbakar saat produk diaplikasikan, muncul kemerahan yang tidak kunjung hilang, atau kulit terasa sangat kencang dan tertarik seperti plastik, segera hentikan penggunaan produk eksfoliasi. Fokuslah pada penggunaan pelembap yang mengandung bahan penenang seperti ceramide atau panthenol untuk memulihkan kesehatan kulit.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak pengguna cenderung terburu-buru meningkatkan frekuensi penggunaan asam. Kesalahan fatal adalah menggunakan AHA dan BHA setiap hari tanpa jeda. Eksfoliasi tidak perlu dilakukan setiap hari. Untuk pemula, penggunaan dua kali dalam seminggu sudah memberikan manfaat yang cukup untuk menjaga tekstur kulit tetap halus. Jangan pernah melewatkan penggunaan tabir surya pada siang hari saat menggunakan AHA dan BHA, karena eksfolian membuat kulit menjadi jauh lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Siapa yang Harus Berhati-hati?

Pemilik kulit sensitif, kulit dengan kondisi rosacea, atau eksim sebaiknya menghindari penggunaan kombinasi AHA dan BHA. Kulit dengan kondisi tersebut memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis dan rentan bereaksi terhadap bahan aktif yang bersifat asam. Bagi pemilik kulit sensitif, menggunakan satu jenis eksfolian dengan konsentrasi rendah saja sudah cukup untuk memberikan hasil yang diinginkan tanpa harus memaksakan kombinasi yang berisiko.

Tips Praktis untuk Memulai

Jika Anda baru memulai, jangan gunakan produk eksfoliasi baru di hari yang sama dengan produk aktif lain seperti retinol atau vitamin C dosis tinggi. Berikan jeda waktu setidaknya satu malam. Mulailah dengan frekuensi penggunaan yang rendah, misalnya satu kali seminggu, lalu amati reaksi kulit selama dua minggu ke depan. Jika tidak ada tanda iritasi, Anda bisa mempertimbangkan untuk menambah frekuensi penggunaan secara bertahap.

Penggunaan AHA dan BHA secara bersamaan bukanlah keharusan untuk mendapatkan kulit yang sehat. Kunci utama dalam merawat kulit dengan bahan aktif adalah konsistensi dan pemahaman terhadap kebutuhan kulit Anda sendiri. Menggabungkan kedua bahan ini bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi masalah tekstur dan pori-pori secara simultan, selama dilakukan dengan metode yang tepat, frekuensi yang masuk akal, dan observasi yang ketat terhadap kondisi kulit.

📷 Photo by halodoc.com

Artikel menarik Lainnya