Home » Perayaan Terbesar Musim Semi di Seluruh Dunia

Perayaan Terbesar Musim Semi di Seluruh Dunia

Bagi sebagian besar penduduk dunia, musim semi merupakan periode yang sangat dinanti. Setelah melewati berbulan-bulan dengan cuaca dingin dan aktivitas yang terbatas di dalam ruangan, tibalah saatnya untuk menikmati berbagai kegiatan luar ruangan yang menarik dan menyenangkan.

Banyak negara merayakan kedatangan musim semi dengan mengadakan festival yang meriah dan tradisi yang khas. Mulai dari keindahan bunga sakura yang merekah di Jepang hingga keseruan perang air di Thailand.

Berdasarkan informasi dari Odysseys Unlimited, berikut adalah 10 festival musim semi paling populer di dunia yang bisa Anda jadikan pilihan destinasi liburan!

1. Hanami – Jepang

Hanami

Penduduk Jepang merayakan musim semi dengan mengadakan piknik sembari mengagumi keindahan bunga sakura yang sedang mekar. Tradisi ini dikenal dengan sebutan Hanami. Mereka berkumpul di bawah pohon sakura bersama keluarga, sahabat, atau pasangan, sembari menikmati hidangan dan minuman yang dibawa.

Tradisi Hanami konon berawal dari Periode Nara, yang didasari oleh keyakinan bahwa pohon sakura menyimpan roh dewa dan melambangkan penghargaan terhadap keindahan yang fana.

Hingga kini, Hanami menjadi salah satu tradisi yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Jepang sebagai momen untuk berkumpul dan bersenda gurau, baik pada siang maupun malam hari, dengan latar belakang bunga sakura yang bermekaran.

2. Jinhae Cherry Blossom – Korea Selatan

Jinhae Cherry Blossom

Kota Jinhae bukan sekadar destinasi untuk menikmati bunga, melainkan menjadi tuan rumah bagi festival bunga sakura terbesar dan paling ternama di Korea Selatan. Sekitar 350.000 pohon sakura menghiasi jalanan kota saat mekar.

Festival ini berlangsung kurang lebih selama seminggu, umumnya diselenggarakan pada akhir Maret hingga awal April, ketika suhu udara kota mulai menghangat dan bunga sakura mekar sempurna.

Mengunjungi kota ini saat musim semi memungkinkan Anda merasakan sensasi berjalan di bawah kanopi bunga sakura. Selain menikmati pemandangan, Anda juga dapat menyaksikan pertunjukan Military Band and Honor Guard, mencicipi kuliner lokal, serta melihat kerajinan tangan yang ditawarkan oleh penduduk Jinhae.

3. Songkran – Thailand

Songkran

Pada dasarnya, Songkran adalah perayaan tahun baru tradisional bagi masyarakat Thailand. Berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “pergeseran” atau “perubahan”, Songkran menandai dimulainya tahun baru. Secara turun-temurun, perayaan ini menjadi waktu untuk membersihkan diri, menyingkirkan nasib buruk, mendatangkan keberkahan, dan diakhiri dengan kunjungan ke kuil.

Songkran biasanya jatuh pada tanggal 13-15 April setiap tahunnya, bertepatan dengan puncak musim semi. Festival ini dikenal dengan kemeriahannya, di mana perang air terbesar berlangsung di seluruh negeri menggunakan pistol air, ember, dan selang.

Lokasi perayaan Songkran yang paling populer terdapat di Chiang Mai dan Bangkok, yang menjadi pusat perhelatan terbesar.

4. Holi – India

Holi

Di India, Holi merupakan salah satu festival paling ikonis yang dirayakan dengan penuh semarak dan kegembiraan. Perayaannya melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, serta datangnya musim semi.

Festival ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama diawali dengan Holika Dahan pada malam hari sebelum Holi, di mana masyarakat menyalakan api unggun sebagai simbol pemurnian dan pengusiran energi negatif.

Keesokan harinya dilanjutkan dengan Rangwali Holi, di mana warga turun ke jalan untuk saling melempar bubuk warna-warni (gulal) dan menyiramkan air berwarna.

Menariknya, bubuk warna yang dilemparkan memiliki makna tersendiri. Warna merah melambangkan kesuburan, kuning melambangkan keberuntungan, dan hijau melambangkan permulaan yang baru.

Pelaksanaan Holi mengikuti kalender Hindu dan jatuh pada saat bulan purnama di bulan Phalguna, biasanya antara akhir Februari hingga Maret. Perayaan ini tidak hanya dilaksanakan di India, tetapi juga di negara-negara tetangganya seperti Nepal dan Bangladesh.

5. Canadian Tulip Festival – Kanada

Canadia Tulip Festival

Ibu kota Kanada, Ottawa, menjadi lokasi penyelenggaraan festival tulip terbesar di dunia yang diadakan setiap bulan Mei. Festival ini menarik sekitar 500.000 pengunjung setiap tahunnya, yang berasal dari berbagai negara.

Canadian Tulip Festival merupakan perayaan hubungan historis antara Kanada dan Belanda. Dimulai sejak tahun 1953, ketika Belanda memberikan ribuan bunga tulip sebagai bentuk terima kasih dari Keluarga Kerajaan Belanda atas perlindungan yang diberikan Kanada selama Perang Dunia II.

Selain menampilkan keindahan jutaan bunga tulip yang bermekaran, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan musik, acara budaya, dan pameran sejarah.

6. Sechseläuten – Swiss

Sechseläuten

Sechseläuten adalah sebuah festival musim semi tradisional yang sangat populer di Zurich, Swiss. Puncak acara ini ditandai dengan pembakaran Böögg, yaitu sebuah patung salju raksasa yang diisi dengan kembang api. Boneka ini melambangkan berakhirnya musim dingin dan menyambut datangnya musim semi.

Perayaan ini diselenggarakan setiap tahun, biasanya pada hari Senin ketiga di bulan April. Selain pembakaran Böögg, festival ini juga dimeriahkan dengan parade akbar yang menampilkan Zunfzug, yaitu perkumpulan para pekerja yang mengenakan berbagai kostum.

7. Bloemencorso Bollenstreek – Belanda

Bloemencorso Bollenstreek

Musim semi di Belanda ditandai dengan mekarnya jutaan bunga, khususnya tulip yang menjadi ciri khasnya. Salah satu parade bunga terbesar dan paling dikenal di negara ini adalah Bloemencorso Bollenstreek, yang diadakan setiap musim semi.

Festival ini menampilkan kendaraan hias yang megah dan penuh warna, dihiasi dengan jutaan bunga seperti tulip, daffodil, dan hyacinth. Lebih dari 20 kendaraan hias akan diiringi oleh marching band, melintasi rute sepanjang 42 km, dari Noordwijk hingga Haarlem.

Parade ini dapat disaksikan secara gratis karena rutenya melewati jalan-jalan kota, serta melintasi kawasan ladang bunga, termasuk kota Lisse yang memiliki ladang bunga terbesar di dunia, Keukenhof.

8. Las Fallas – Spanyol

Las Fallas

Kota Valencia di pesisir Mediterania merayakan musim semi dengan Las Fallas, sebuah festival yang berlangsung setiap tahun pada tanggal 15 hingga 19 Maret. Festival ini identik dengan patung-patung raksasa yang disebut “ninots”, yang dibuat dari kayu, kertas, dan bahan lainnya.

Patung-patung ini seringkali berupa karikatur yang menyindir selebriti atau politisi, dan dipamerkan di jalanan kota sebelum akhirnya dibakar dalam acara puncak yang disebut “La Cremà ” pada malam 19 Maret.

Selain pembakaran patung, Las Fallas juga dimeriahkan dengan parade, pertunjukan kembang api, dan alunan musik yang meriah. Berkat keunikan dan kemegahannya, Las Fallas diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

9. Cimburijada – Bosnia

Cimburijada

Salah satu festival musim semi yang unik dapat ditemukan di Bosnia dan Herzegovina, khususnya di kota Zenica. Masyarakat setempat merayakan kedatangan musim semi dengan sarapan telur dadar massal, yang dikenal dengan Cimburijada.

Nama “Cimburijada” sendiri berasal dari kata “cimbur”, yang berarti telur orak-arik dalam bahasa Bosnia. Festival ini diadakan setiap tahun pada tanggal 21 Maret, bertepatan dengan hari pertama musim semi.

Masyarakat umumnya berkumpul di tepi sungai Bosna untuk memasak telur orak-arik dalam wajan raksasa, yang kemudian dinikmati bersama warga lokal maupun wisatawan, sembari diiringi musik dan tarian.

Tradisi ini melambangkan perayaan kehidupan, permulaan yang baru, persahabatan, dan kebahagiaan menyambut datangnya musim semi yang hangat.

Baca juga: Makanan Praktis Anak Kos Tanpa Kulkas

10. Spring Equinox in Teotihuacán – Meksiko

Spring Equinox in Teotihuacán

Spring Equinox in Teotihuacán adalah tradisi budaya populer di Meksiko untuk menyambut musim semi. Acara ini berlangsung setiap tahun sekitar tanggal 20-21 Maret, saat matahari berada tepat

Artikel menarik Lainnya