Home » Tanda Orang yang Pura-pura Rendah Hati, Berusaha Naik Daun

Tanda Orang yang Pura-pura Rendah Hati, Berusaha Naik Daun

Skincapedia.com – Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang menunjukkan sikap rendah hati, namun di dalam hati Anda merasa ragu akan ketulusannya? Ada kalanya perasaan ini muncul ketika apa yang ditampilkan seseorang terasa tidak selaras dengan kepribadian aslinya.

Seseorang yang hanya berpura-pura rendah hati seringkali memiliki niat tersembunyi di balik perilakunya. Contohnya adalah ketika mereka menolong orang lain semata-mata untuk mendapatkan pujian, atau mengucapkan kata-kata yang terdengar merendah namun sebenarnya bertujuan untuk menyombongkan pencapaian mereka. Selain itu, mereka juga cenderung mengabaikan masukan yang diberikan oleh orang lain.

1. Humble Bragging

Humble bragging diucap untuk menyombongkan prestasi. Mereka menyukai atensi yang diberikan.

Istilah humble bragging mungkin sudah tidak asing lagi. Ini adalah strategi merendah yang dilakukan dengan tujuan untuk mendongkrak popularitas diri. Individu yang melakukan humble bragging sebenarnya ingin memamerkan prestasi mereka, namun di sisi lain mereka juga berusaha untuk tetap terlihat rendah hati. Berdasarkan informasi dari Lifeway Research, mereka berupaya menarik perhatian pada pencapaian mereka tanpa terkesan sombong secara terang-terangan. Diam-diam, mereka menikmati perhatian yang diarahkan kepada mereka.

2. Memberi Masukan Sebelum Mendengar Sepenuhnya

Orang yang pura-pura humble memberikan masukan tapi tidak mendengarkan secara aktif.

Individu yang tidak memiliki kerendahan hati yang tulus cenderung bersikap selektif dalam mendengarkan. Mereka menampilkan diri seolah-olah terbuka terhadap pandangan orang lain, namun keterbukaan itu hanya berlaku ketika pandangan tersebut sejalan dengan keyakinan mereka sendiri.

Ketika orang lain sedang bercerita, mereka berusaha untuk mengendalikan alur percakapan. Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan menyela pembicaraan atau memberikan masukan sebelum lawan bicara selesai menyampaikan ceritanya. Akibatnya, pendengar merasa seperti diatur, bukan benar-benar dipahami oleh lawan bicaranya.

3. Mengabaikan Masukan Orang Lain

Mengabaikan masukan dari orang lain. Mereka akan mengubah topik perbincangan atau menarik percakapan kembali ke dirinya.

Orang yang hanya berpura-pura rendah hati bisa saja menunjukkan keramahan yang bersifat performatif. Mereka mungkin menyapa semua orang dengan hangat dan mengingat nama mereka. Namun, yang membedakan mereka dengan orang yang tulus adalah cara mereka merespons pendapat atau masukan dari orang lain. Menurut Cottonwood Psychology, orang yang hanya berpura-pura cenderung mengubah topik pembicaraan, memberikan pujian yang bersifat dangkal, atau justru mengarahkan kembali percakapan pada pandangan mereka sendiri tanpa mempertimbangkan perspektif orang lain.

4. Minta Maaf Hanya untuk Menjaga Citra

Orang yang berpura-pura humble minta maaf hanya untuk menjaga citra. Mereka akan berusaha memberi alasan kalau perilakunya di luar normal.

Individu yang pura-pura rendah hati seringkali mengalami kesulitan untuk mengakui kesalahan mereka, sebagaimana dijelaskan oleh Cottonwood Psychology. Ketika situasi memaksa mereka untuk meminta maaf, mereka melakukannya lebih untuk mempertahankan citra diri yang baik, daripada untuk membuat orang lain merasa didengar dan dihargai.

Biasanya, Anda akan mendengar ungkapan-ungkapan yang seolah-olah “memperhalus” niat di balik permintaan maaf mereka. Contohnya, mereka mungkin akan menjelaskan tekanan atau stres yang sedang mereka alami, atau mengingatkan bahwa perilaku tersebut bukanlah hal yang biasa mereka lakukan. Fokus utama mereka tetap pada citra diri mereka sendiri.

Artikel menarik Lainnya