Mendapatkan pakaian baru selalu menghadirkan kegembiraan, dan keinginan untuk langsung mengenakannya tanpa melalui proses pencucian memang sulit ditahan. Akan tetapi, kebiasaan ini ternyata menyimpan potensi bahaya yang perlu Anda waspadai.
Larissa Shepherd, PhD, seorang asisten profesor di Department of Fiber Science & Apparel Design, Cornell University, mengemukakan kepada Reader’s Digest bahwa pakaian yang baru dibeli telah melalui tahapan produksi yang panjang dan berpindah tangan berulang kali. Akibatnya, pakaian tersebut berisiko mengandung sisa bahan kimia, pewarna berlebih, bahkan mikroorganisme. Oleh karena itu, mari kita kenali 5 alasan krusial mengapa pakaian baru mutlak dicuci sebelum dikenakan.
1. Mengandung Sisa Bahan Kimia dari Proses Pembuatan
Pakaian baru tidak sebersih kelihatannya saat berada di etalase toko. Shepherd menjelaskan bahwa kain mengalami serangkaian proses produksi di berbagai lokasi geografis, sehingga meninggalkan residu bahan kimia serta pewarna dari tahapan tersebut.
Baca juga: Kesalahan Finansial Umum yang Dilakukan Generasi Z
Salah satu zat kimia yang kerap ditemukan adalah formaldehida, yang berfungsi untuk mencegah pakaian menjadi kusut selama pengiriman. Paparan formaldehida berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan sistem pernapasan. Oleh sebab itu, mencuci sebelum dikenakan merupakan langkah proteksi yang bijaksana.
2. Berpotensi Membawa Mikroorganisme dan Bakteri
Selain zat kimia, pakaian baru juga berisiko membawa mikroorganisme yang menempel selama proses distribusinya. Jason Tetro, seorang mikrobiolog yang dikenal sebagai “The Germ Guy”, menjelaskan kepada Reader’s Digest bahwa pakaian melewati berbagai lingkungan dan dapat terkontaminasi oleh bakteri serta virus dalam perjalanannya menuju toko.
Namun, risiko ini dapat ditekan melalui satu tindakan sederhana, yaitu mencuci pakaian sebelum pertama kali dikenakan. Tetro merekomendasikan penggunaan deterjen yang lembut dengan tambahan zat antimikroba untuk hasil yang optimal.
3. Kelebihan Pewarna Dapat Menempel di Kulit dan Pakaian Lain
4. Dapat Menyebabkan Iritasi Kulit bagi Individu Berkulit Sensitif
Bagi Anda yang memiliki kondisi kulit sensitif, mengenakan pakaian baru tanpa mencucinya terlebih dahulu memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Ahli tekstil Christina Argonish menguraikan di laman Martha Stewart bahwa pakaian baru seringkali dilapisi dengan zat finishing agar tampilannya tetap sempurna di rak toko, namun lapisan ini tidak selalu bersahabat dengan kulit.
Argonish juga menambahkan bahwa terdapat beberapa pengecualian untuk jenis pakaian tertentu. Jaket, blazer, dan pakaian luar yang berlabel “pre-washed” atau “dry-clean only” tidak memerlukan pencucian di rumah sebelum dikenakan.
5. Proses Pencucian Meningkatkan Kenyamanan Saat Dipakai
Selain pertimbangan kesehatan, mencuci pakaian baru sebelum dikenakan juga berkontribusi pada kenyamanan. Tahap pencucian awal membantu menghilangkan lapisan kaku sisa proses produksi, sehingga tekstur kain menjadi lebih lembut dan lebih pas mengikuti lekuk tubuh.
Pastikan Anda membaca instruksi perawatan pada label sebelum mencuci dan manfaatkan deterjen yang lembut dengan air dingin atau hangat. Dengan demikian, pakaian baru Anda tidak hanya bersih dan aman dikenakan, tetapi juga terjaga kualitasnya dalam jangka waktu yang lebih lama.
