Skincapedia.com – Beberapa waktu lalu, informasi mengenai pemusnahan ikan sapu sapu (Hypostomus plecostomus) di berbagai sungai di Indonesia, termasuk Jakarta, marak beredar. Padahal, sebelumnya ikan ini dikenal sebagai pembersih akuarium yang efektif.
Ikan sapu sapu memang memiliki kemampuan memakan alga, lumut, sisa makanan, dan berbagai bahan organik lainnya, seperti yang dilansir dari Petco. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, populasinya di perairan tawar dan sungai Indonesia mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan.
Peningkatan populasi ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika digunakan sebagai bahan makanan, contohnya dalam pembuatan siomay yang pernah diberitakan.
Lalu, apa saja dampak negatif ikan sapu sapu bagi ekosistem perairan dan kesehatan manusia? Mari kita simak penjelasannya.
Potensi Risiko Adanya Logam Berat di Daging Ikan Sapu Sapu

Banyak oknum penjual siomay yang menyalahgunakan ikan sapu sapu sebagai salah satu bahan baku, sebagaimana dilansir dari DetikFood. Hal ini terjadi karena anggapan bahwa semua ikan dapat dikonsumsi.
Namun, menurut Guru Besar Bioteknologi Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian UGM, Professor Alim Isnansetyo, ikan sapu sapu bukanlah jenis ikan konsumsi. Penjelasan ini dilansir dari laman resmi Universitas Gadjah Mada.
Ikan sapu sapu cenderung hidup di perairan yang tercemar, sehingga risiko kontaminasi logam berat pada dagingnya sangat tinggi.
Ikan Sapu Sapu Berbahaya Ketika Dijadikan Pakan

Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan di Aquatic Invertebrates and Ecosystem Research meneliti ikan sapu sapu di Bangladesh. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ikan ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan catfish lain di wilayah tersebut.
Akan tetapi, ikan sapu sapu di Bangladesh juga memiliki kandungan logam berat yang tinggi, terutama seng (Zn) dan kadmium (Cd), bahkan melebihi ambang batas yang diizinkan.
Ketika ikan sapu sapu dijadikan pakan ikan, kandungan logam berat seperti seng dan kadmium dapat berpindah ke tubuh ikan melalui makanan tersebut. Lebih lanjut, ikan yang mengonsumsi pakan berbahan dasar ikan sapu sapu juga berisiko membahayakan kesehatan manusia saat dikonsumsi.
Ikan Sapu Sapu Merusak Ekosistem Sungai

Ikan sapu sapu bukanlah spesies asli Indonesia, melainkan organisme yang berasal dari sungai hutan Amazon di Amerika Selatan.
Ketika spesies asing ini masuk ke lingkungan baru seperti perairan Indonesia, mereka sering kali tidak memiliki predator alami yang mampu mengontrol populasinya.
Akibatnya, populasi ikan sapu sapu dapat meningkat pesat, bahkan mengalahkan spesies lokal dalam persaingan mendapatkan makanan dan ruang hidup.
Ikan Sapu Sapu Bisa Merusak Tebing Sungai

Ikan sapu sapu memiliki kebiasaan menggali lubang di tebing sungai untuk dijadikan sarang, seperti yang dilaporkan oleh San Antonio River Authority. Perilaku ini dapat menyebabkan erosi, longsornya tepian sungai, dan peningkatan sedimentasi.
Peningkatan sedimentasi membuat perairan sungai menjadi lebih dangkal, yang dapat mengancam kelangsungan hidup ikan-ikan lokal.
Selain itu, aktivitas penggalian ikan sapu sapu dapat membuat air sungai menjadi lebih keruh. Kekeruhan air ini menyebabkan suhu air meningkat dan mengurangi kandungan oksigen. Kondisi ini menyulitkan kelangsungan hidup ikan lokal, kerang air tawar, dan serangga air.
Ikan Sapu Sapu Berbahaya untuk Populasi Ikan Lokal

Ikan sapu sapu memiliki nafsu makan yang sangat besar. Umumnya, mereka memakan alga, tumbuhan air, dan kayu di perairan. Namun, karena sifatnya yang rakus, ikan sapu sapu dapat memakan berbagai jenis tumbuhan air dan berkembang biak dengan cepat hingga mendominasi suatu perairan.
Dampak dari dominasi ini tidak dapat disepelekan, bahkan dapat mengubah keseimbangan ekosistem secara permanen. Sebagai contoh di Florida, gerombolan ikan sapu sapu diketahui menempel pada tubuh manatee (sapi laut) untuk memakan alga yang tumbuh di kulit hewan tersebut.
Selain itu, ketika sumber makanan terbatas, beberapa ikan sapu sapu dilaporkan dapat menempel pada ikan hidup yang sehat dan menggerogoti tubuhnya.
Demikianlah berbagai fakta mengenai bahaya ikan sapu sapu, baik saat digunakan sebagai bahan makanan untuk ikan maupun manusia, serta dampaknya terhadap ekosistem perairan.
