Skincapedia.com – Garnier pernah menjadi merek perawatan kulit favorit penulis, terutama karena krim malam pengelupasannya yang legendaris. Kemampuannya untuk mengangkat kotoran dari kulit sungguh menakjubkan pada masanya. Namun, produk tersebut tampaknya sudah tidak diproduksi lagi.
Kembali ke topik, karena sleeping mask yang digunakan penulis hampir habis, ia sedang mencari produk pengganti yang bagus. Garnier Light Complete Yogurt Sleeping Mask bisa menjadi salah satu pilihan.
| Garnier Yogurt Sleeping Mask. Foto by Deviafeb FD Member |
Namun, sebelum memutuskan, penulis ingin menelusuri lebih dalam daftar kandungannya. Mari kita bedah bersama.
Penjelasan Ingredients Garnier Yogurt Sleeping Mask
Ingredients:
Aqua(Water), Dimethicone, Niacinamide, Glycerin, Isohexadecane, Caprylic/Capric Triglyceride, Pentylene Glycol, Talc, Butylene Glycol, CI 77891 / Titanium Dioxide, C13-14 Isoparaffin, T-Butylalcohol, Ascorbyl Glucoside, Tocopheryl Acetate, Sodium Acryloyldimethyl Taurate/VP Crosspolymer, Sodium Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Sodium Benzoate, Hydrolyzed Soy Protein, Phenoxyethanol, Bifida Ferment Lysate, Triethanolamine, Polyacrylamide, Silica, Polysorbate 80, Limonene, Linalool, Benzyl Salicylate, Benzylalcohol, Caprylyl Glycol, Capryloysalicylicacid, Alpha-Isomethylionone, Parfum/Fragrance, Sorbitan Oleate, Geraniol, Disodium EDTA, Disodium Stearoyl Glutamate, BHT, Citrus Limon Fruit Extract/Lemon Fruit Extract, Citral, Laureth-7, Alumunium Hydroxide, Hexyl Cinnamal, (F.I.L.C195519/1)
Bahan Aktif
Niacinamide.
Niacinamide sudah sangat populer dan dikenal luas manfaatnya. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya untuk berkomunikasi dengan sel kulit demi mensintesis ceramide. Ceramide berperan penting dalam memperkuat skin barrier, menjadikannya favorit banyak orang.
Ascorbyl Glucoside.
Ini adalah turunan Vitamin C yang lebih stabil dan mudah diformulasikan. Meskipun dicampur dengan niacinamide, ia tetap efektif. Keunggulannya, turunan Vitamin C ini tidak bersifat asam, sehingga dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti retinol, AHA, dan BHA tanpa menimbulkan efek samping. Ia juga tidak akan menimbulkan efek samping akibat sifat asamnya.
Tocopheryl Acetate
Merupakan Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit.
Hydrolyzed Soy Protein
Protein kedelai yang molekulnya telah dipecah menjadi lebih kecil untuk meningkatkan penetrasi kulit. Kandungan isoflavones di dalamnya bertindak sebagai antioksidan yang baik untuk perbaikan kulit dan membantu mencegah stres oksidatif. Bahan ini juga dapat menstimulasi produksi hyaluronic acid dan kolagen, sehingga meningkatkan elastisitas kulit.
Bifida Ferment Lysate
Merupakan bahan probiotic. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bakteri probiotik dapat meningkatkan fungsi skin barrier pada kulit sensitif dan mengurangi tingkat sensitivitasnya.
Capryloyl Salicylic Acid
Ini adalah LHA (lipohydroxy Acid), sebuah turunan BHA. Fungsinya mirip dengan BHA, namun lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif.
Citrus Limon Fruit Extract/Lemon Fruit Extract.
Kaya akan Vitamin C dan antioksidan. Ekstrak lemon juga mengandung AHA alami atau citric acid yang berkhasiat mencerahkan kulit.
Bahan Pelengkap
- Aqua.
- Dimethicone
- Glycerin
- Isohexadecane
- Caprylic/Capric Triglyceride
- Pentylene Glycol
- Talc
- Butylene Glycol
- CI 77891 / Titanium Dioxide
- C13-14 Isoparaffin
- T-Butylalcohol
- Sodium Acryloyldimethyl Taurate/VP Crosspolymer
- Sodium Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer
- Sodium Benzoate
- Phenoxyethanol
- Triethanolamine
- Polyacrylamide
- Silica
- Polysorbate 80
- Limonene
- Linalool
- Benzyl Salicylate
- Benzylalcohol
- Caprylyl Glycol
- Alpha-Isomethylionone
- Parfum/Fragrance
- Sorbitan Oleate
- Geraniol
- Disodium EDTA
- Disodium Stearoyl Glutamate
- BHT
- Citral
- Laureth-7
- Alumunium Hydroxide
- Hexyl Cinnamal, (F.I.L.C195519/1).
Daftar bahan aditif yang cukup panjang ini memang bisa terlihat sedikit rumit. Namun, setiap bahan memiliki peran penting dalam menciptakan formula produk sesuai dengan klaimnya.
Yang termasuk emollient, humektan:
Dimethicone (E), Glycerin (H), Isohexadecane (E), Caprylic/Capric Triglyceride (E), Pentylene Glycol (H), Butylene Glycol (H), Capryloyl Glycol (E), C13-24 Isoparaffin (E), Aluminum Hydroxide (E).
Potensi komedogenik:
Dimethicone (Level 1), Butylene Glycol (Level 1), Triethanolamine (Level 2), Sorbitan Oleate (Level 3).
Potensi sensitivitas:
T-Butylalcohol, Limonene, Linalool, Benzyl Salicylate, Benzylalcohol, Alpha-Isomethylionone, Geraniol, Citral, Hexyl Cinnamal, Fragrance.
Potensi fungal acne trigger:
Polysorbate 20, Sorbitan Oleate
Kesimpulan
Meskipun daftar bahan aditif yang panjang terkadang bisa membuat bingung, penting untuk diingat bahwa bahan-bahan tersebut memiliki fungsi spesifik dalam formulasi produk. Garnier memang dikenal sering menambahkan fragrance, termasuk senyawa seperti limonene, linalool, dan geraniol. Senyawa ini umumnya berasal dari wewangian alami yang ditemukan pada buah jeruk, sereh, melati, dan geranium. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa senyawa ini berpotensi menimbulkan sensitivitas atau alergi pada sebagian orang.
Perlu ditekankan bahwa reaksi terhadap bahan-bahan ini sangat individual dan tergantung pada kondisi kulit masing-masing. Penulis sendiri, jika diberi pilihan, lebih menyukai produk dengan kandungan yang lebih simpel. Meskipun belum ada penelitian yang menyatakan bahwa produk dengan sedikit bahan aditif selalu lebih baik, formulasi keseluruhan tetap menjadi faktor penentu.
Berdasarkan ulasan pengguna di forum kecantikan, produk ini mendapatkan rating yang cukup baik, yaitu 4 bintang. Sebanyak 84% dari 76 pengguna merekomendasikan produk ini.








Itu dia ulasan singkat mengenai kandungan Garnier Yogurt Sleeping Mask. Pengalaman setiap orang bisa berbeda-beda, jadi jangan ragu untuk berbagi pengalaman Anda di kolom komentar! 🤗
