Skincapedia.com – Viva Whitening Cream diklaim mengandung “Natural Whitening Complex” yang memiliki kemampuan untuk menyamarkan noda hitam serta flek di wajah. Klaim ini mengindikasikan potensi produk ini untuk memudarkan bekas jerawat.
Untuk mendapatkan manfaatnya, produk ini disarankan untuk digunakan setiap hari, baik pagi maupun malam. Saat digunakan di pagi hari, sangat penting untuk mengombinasikannya dengan penggunaan tabir surya karena Viva Whitening Cream tidak dilengkapi dengan kandungan SPF.
|
|
| Viva Whitening Cream by Rachmi Alya |
Produk ini menawarkan harga yang sangat terjangkau, yaitu sekitar sepuluh ribuan rupiah saja.
Mari kita telaah lebih dalam daftar ingredients yang terkandung dalam Viva Whitening Cream:
Aqua, Glyceryl stearate, Cetyl alcohol, Stearic acid, Propylene glycol, Petrolatum, PEG-100 stearate, Mineral oil, Butylene glycol, Dimethicone, Perfume, Methyl paraben, Propyl paraben, BHT, Arbutin, Citric acid, Sodium sulfite, Acetyl tyrosine, Saxifraga samentosa extract, Paeonia suffruticosa root extract, Aminopropyl ascorbyl phosphate, Scutellaria baicalensis root extract, Glutathione.
Penjelasan Ingredients Viva Whitening Cream
Bahan Aktif (Active Ingredients)
Arbutin
Arbutin adalah turunan dari hydroquinone yang sangat efektif dalam mengatasi melasma atau hiperpigmentasi pada kulit. Menurut dermatolog Margo Weishar, pendiri Springhouse Dermatology and Aesthetics, Arbutin bekerja dengan melepaskan hydroquinone melalui proses hidrolisis, sehingga mampu menghambat enzim tirosinase dalam memproduksi melanin. Meskipun demikian, arbutin juga dikenal sebagai alternatif hydroquinone yang lebih alami karena diekstrak dari tanaman bearberry, blueberry, atau cranberry, namun dapat juga diproduksi secara sintetis.
Saxifraga samentosa extract
Dikenal sebagai ekstrak tanaman begonia strawberry, ekstrak ini kaya akan antioksidan dan mengandung senyawa yang dapat mencegah penggelapan kulit. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit karena kemampuannya sebagai agen pencerah dan pemutih (lightening whitening agent), antioksidan, antimikroba, dan pelembap (moisturizer).
Paeonia suffruticosa root extract
Ekstrak dari akar pohon peoni Jepang ini memiliki efek antiinflamasi yang baik untuk meredakan peradangan pada kulit. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai antioksidan dan pencerah kulit (skin brightening) yang membantu meratakan warna kulit. Sifatnya yang menenangkan kulit (skin-soothing) juga menjadikannya cocok untuk kulit sensitif.
Aminopropyl ascorbyl phosphate
Dikenal sebagai AAP, ini adalah bentuk turunan vitamin C generasi baru yang dikembangkan oleh perusahaan Korea. AAP memiliki kemampuan anti-kerutan (anti-wrinkle) dan efek mencerahkan (whitening). Berdasarkan uji in-vivo yang melibatkan 33 partisipan, penggunaan 0,5% AAP terbukti dapat mengurangi hiperpigmentasi sebesar 29-33% dan mengurangi kerutan sebesar 23% dalam kurun waktu 8 minggu pemakaian.
Scutellaria Baicalensis root extract
Tanaman herbal tradisional Tiongkok ini juga dikenal sebagai skullcap. Ekstraknya memiliki potensi antioksidan dan anti-inflamasi yang kuat. Diklaim pula memiliki aktivitas antimikroba dan antijamur, sehingga efektif melawan bakteri p.acnes dan Malassezia furfur. Selain itu, bahan ini juga memiliki sifat astringen, humektan, dan pencerah kulit.
Glutathione
Glutathione adalah tripeptide, yang berarti merupakan gabungan dari tiga asam amino: glutamic acid, glycine, dan cysteine. Fungsinya adalah sebagai agen pemulih kulit (skin-restore) yang memperbaiki kerusakan kulit dan mengembalikan vitalitasnya. Glutathione juga dikenal sebagai “ibu” dari semua antioksidan dan merupakan pencerah alami kulit.
Bahan Pelengkap (Supporting Ingredients)
- Aqua: Merupakan pelarut utama dalam formulasi produk.
- Glyceryl stearate: Berfungsi sebagai emollient (pelembut kulit) dan juga sebagai agen pengemulsi.
- Cetyl alcohol: Bertugas sebagai pengemulsi, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi. Sebagai alkohol lemak, bahan ini tidak mengiritasi kulit dan justru bersifat melembutkan.
- Stearic acid: Berfungsi sebagai emollient dan membantu menambah kekentalan produk.
- Propylene glycol: Berfungsi sebagai pelarut dan pengencer yang mencegah formula menggumpal, serta membantu penyerapan bahan aktif ke dalam kulit.
- Petrolatum: Merupakan agen oklusif yang membentuk lapisan di permukaan kulit untuk mengunci kelembapan, mencegah penguapan kadar air dari kulit.
- PEG-100 stearate: Merupakan agen pengemulsi yang efektif.
- Mineral oil: Memiliki fungsi yang sama dengan petrolatum, yaitu sebagai oklusif untuk mengunci kelembapan kulit.
- Butylene glycol: Memiliki fungsi yang serupa dengan propylene glycol, yaitu sebagai pelarut dan peningkat penetrasi bahan aktif.
- Dimethicone: Merupakan jenis silikon yang berfungsi sebagai emollient, pelumas, dan membentuk lapisan pelindung (film former) pada kulit, sekaligus memberikan efek mengisi (filler).
- Perfume: Memberikan aroma pada produk.
- Methyl paraben: Pengawet yang diizinkan penggunaannya dalam kosmetik dengan konsentrasi maksimum 0,4%.
- Propyl paraben: Pengawet yang diizinkan penggunaannya dalam kosmetik dengan konsentrasi maksimum 0,19%.
- BHT: Antioksidan sintetis yang berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah oksidasi formula. Meskipun memiliki reputasi yang beragam, penggunaannya dalam kosmetik umumnya aman karena konsentrasinya sangat rendah, biasanya antara 0,01-0,1%.
- Citric acid: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) untuk menjaga kestabilan pH formula.
- Sodium sulfite: Berfungsi sebagai pengawet.
- Acetyl tyrosine: Merupakan kompleks asam amino yang berfungsi menghidrasi kulit.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis bahan-bahannya, Viva Whitening Cream memiliki potensi komedogenik dari beberapa bahan seperti cetyl alcohol (skor 3), stearic acid (skor 2), PEG-100 stearate (skor 2), dan dimethicone (skor 1).
Produk ini mengandung petrolatum dan mineral oil. Meskipun keduanya tidak selalu menyebabkan komedo, bahan-bahan ini terkadang dapat memberikan sensasi greasy atau lengket pada kulit. Oleh karena itu, bahan ini mungkin perlu dihindari oleh pemilik kulit berminyak, namun bisa bermanfaat bagi pemilik kulit kering.
Perlu diperhatikan bahwa formula ini tidak sepenuhnya aman untuk fungal acne karena mengandung glyceryl stearate dan PEG-100 stearate.
Anda dapat mengecek ulasan lebih lanjut dari pengguna lain melalui review.soco.






✔️ Beli produk ORI di Official store

