Skincapedia.com – Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi kulit secara signifikan, menjadikannya lebih sensitif, rentan berjerawat, muncul melasma, serta menjadi kering, kusam, atau berminyak di area T-zone.
Meskipun demikian, ibu hamil tetap dapat melakukan perawatan kulit dengan produk skincare yang aman dan sesuai. Penting untuk memastikan kandungannya tidak membahayakan kesehatan ibu maupun perkembangan janin.
Berikut adalah rekomendasi produk skincare yang aman untuk ibu hamil dari Skincapedia, yang mudah ditemukan di pasaran.
|
|
| Skincare untuk ibu hamil. Sumber: healthline. |
Sebelum membahas rekomendasi produk, penting untuk mengetahui bahan-bahan yang sebaiknya dihindari selama kehamilan.
8 Bahan yang Perlu Dihindari Selama Kehamilan
1. Retinoids dan turunannya (isotetrinoin, tetrinoin/retinoic acid, retinal, retinol, retynyl palmitate, dll.). Bahan-bahan ini diketahui meningkatkan risiko cacat lahir.
2. Hydroquinone, termasuk alpha arbutin. Arbutin juga melepaskan senyawa hydroquinone. Meskipun tergolong aman, banyak dermatolog menyarankan untuk menghindari alpha arbutin, terutama di trimester awal, sebagai tindakan pencegahan.
3. Merkuri. Bahan ini wajib dihindari oleh siapa saja, tidak hanya ibu hamil.
4. Steroid. Contohnya kortikosteroid topikal, clobetasol proprionate, salep sriti, dan dermovate cream. Bahan ini termasuk golongan obat anti-alergi yang memengaruhi hormon dan hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter serta tidak untuk jangka panjang.
5. Paraben. Meskipun konsentrasi paraben dalam skincare sangat kecil (di bawah 1%) dan hanya sebagian kecil yang terserap ke dalam aliran darah, sebaiknya dihindari selama kehamilan.
6. Beberapa agen sunscreen kimiawi: seperti butylmethoxydibenzoylmethane (avobenzone), benzophenon, Homosalate, Octocrylene. Bahan ini diketahui dapat masuk ke aliran darah dan memengaruhi aktivitas hormon. Agen sunscreen generasi baru seperti Uvinul A plus, tinosorb S, Tinosorb M, dilaporkan tidak mengganggu aktivitas hormon, namun beberapa belum FDA approved dan masih dilarang beredar di AS. Sebaiknya tunggu minimal trimester kedua atau konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.
7. Phthalates. Bahan kimiawi yang dapat mengganggu hormon endokrin. Studi menunjukkan bahan ini dapat memengaruhi hormon kehamilan, meningkatkan risiko keguguran, dan memengaruhi organ reproduksi, terutama pada pemakaian jangka panjang. Nama lain dari bahan ini adalah diethylphthalate (DEP).
8. Formaldehyde (formalin). Bahan pengawet ini jarang digunakan dalam formula skincare. Namun, yang sering ditemui adalah formaldehyde releaser, pengawet yang melepaskan formalin dalam jumlah sedikit. Contohnya adalah bronopol, DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, hydroxymethylglycinate, imidazolidinyl urea, quaternium-15, dan 5-bromo-5-nitro-1,3-dioxane. Pengawet ini umumnya aman hingga batas maksimum 0,5-0,6% dalam kosmetik, namun ibu hamil sebaiknya tetap berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter.
Apakah AHA dan BHA Aman untuk Ibu Hamil?
Golongan AHA seperti Glycolic, lactic, mandelic, tartaric, dan citric acid umumnya aman untuk ibu hamil pada konsentrasi rendah. Molekul AHA bekerja di permukaan kulit dan tidak meresap jauh ke aliran darah. Penggunaan 2-3 kali seminggu juga dianggap aman. Batas maksimum glycolic acid yang masih dapat ditoleransi adalah 7%. Penggunaan di atas itu sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.
Bagaimana dengan Salicylic Acid (BHA)?
Salicylic acid (BHA) masih tergolong aman dengan catatan:
- Dipakai secara topikal dengan konsentrasi di bawah atau sama dengan 2%. Konsentrasi ini umumnya ditemukan pada produk over-the-counter (OTC).
- Pemakaian jangka pendek (short term use).
- Hanya untuk area yang sempit. Penggunaan pada wajah atau hanya untuk totol jerawat dengan konsentrasi di bawah 2% umumnya tidak masalah.
Rekomendasi Skincare untuk Ibu Hamil
Micellar Water
- Histoire Naturelle Hydra Sooth Cleansing Water
- Ariul Smooth and Pure Micellar Water
- Azarine Xpress Micellar Oil Water
- Azarine Ceramoist Micellar Water
- Bioderma Sensibio H20 Micellar Water
- Daneen Micellar Milk Make Up Remover
- Hanasui Collagen Micellar Cleansing Water
- L’oreal Revitalift Purifying Micellar Water
- Nivea Micellar Oily & Acne Care Micellar Water
- Nivea Pearl White Micellair Skin Breathe Micellar Water
- Madam Gie Wipe Me Out Micellar Water
- Wardah Perfect Bright Tone up Micellar Water Formula baru
- Zoya Sarae Cica Complex Hydrating Micellar Water
Facial Wash untuk Ibu Hamil
Meskipun belum ada penelitian yang pasti mengenai dampak langsung SLS/SLES terhadap ibu hamil dan janin, menghindari produk pembersih yang mengandung SLS/SLES lebih disarankan untuk mencegah kulit ibu hamil yang kering menjadi semakin kering.
Berikut adalah daftar facial wash yang direkomendasikan:
- Viva Gentle Cleanser
- Biyu Oil Control Cleanser
- Cetaphil Gentle Cleanser
- Derma 365 Gentle Cleanser
- Dorskin Cica Dream Gentle Cleanser
- Acnes Derma Care Cleanser
- Kleveru Cleansing Gel
- True to skin Matcha Oat Gentle Cleanser
- Moriganic Mugwort Facial Wash
- Cosrx Good Morning Low pH Cleanser
- N’Pure Noni Prebiotic Gel Cleanser
- Madam Gie Radiance Spotless Facial Wash
- Mama’s Choice Gentle Facial Wash
- Teratu Beauty Ceramide Gentle Cleanser
- Skintific Low pH Ceramide Cleanser
- Trueve Gentle Low pH Cleanser
- Somethinc Calm Down Skinpair Bubble Cleanser
- The Originote Micellar Foam Cleanser
- Dll
Toner/Essence untuk Ibu Hamil
- Azarine Moisture Rich Hydrating Toner
- Azarine Multi Acid Glowing Toner
- Azarine Daily Beginner Exfoliating Toner
- Azarine Blemish Rescue Mild Purifying Toner
- Biyu Sebum Solution Toner
- Cosrx AHA BHA Clarifying Toner
- Benton Let’s Carrot Oil Toner
- Benton Aloe BHA Skin Toner
- Benton PHA Peeling Toner
- Wardah Hydra Rose Petal Infused Toner
- Kleveru Seabuckthorn Essence Toner
-

