Skincapedia.com – Terdapat perbedaan signifikan dalam cara mengelola keuangan antara generasi Baby Boomer dan Gen-X yang tumbuh di era 60-an dan 70-an, dengan generasi muda saat ini, Gen-Z.
Generasi Baby Boomer dan Gen-X dibesarkan dengan prinsip hidup hemat yang memungkinkan mereka membangun kondisi keuangan yang stabil dan sukses. Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan generasi muda saat ini yang cenderung mengikuti tren dan bersifat konsumtif.
Generasi Z, karena usianya yang masih muda, memiliki banyak kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan yang baik. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari pelajaran berharga dari generasi yang lebih tua mengenai gaya hidup hemat.
Berdasarkan informasi dari Your Tango, berikut adalah beberapa pelajaran tentang hidup hemat dari generasi tua yang berkontribusi pada kesuksesan finansial mereka.
1. Memperbaiki Dulu Barang Sebelum Menggantinya

Generasi yang lahir pada tahun 60-an dan 70-an diajarkan untuk tidak tergesa-gesa mengganti barang yang rusak. Ketika suatu barang mengalami kerusakan, mereka tidak langsung membuangnya. Sebaliknya, mereka akan berusaha mencari cara untuk memperbaikinya dan terus menggunakannya selama masih berfungsi.
Kebiasaan ini membantu mereka menghemat banyak uang. Berbeda dengan generasi muda yang hidup di era di mana barang pengganti mudah diperoleh, mereka sering kali memilih membeli barang baru daripada memperbaiki yang lama.
2. Menabung Dulu, Baru Belanja Kemudian

Sebuah survei menunjukkan bahwa meskipun banyak generasi muda seperti Gen-Z menyadari pentingnya menabung, mereka masih kesulitan melakukannya secara konsisten. Bahkan, sebagian dari mereka mengakui belum berada di jalur yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun di masa depan.
Kondisi ekonomi saat ini memang membuat menabung terasa lebih sulit. Namun, ada pelajaran berharga dari generasi tua yang tumbuh di tahun 60-an dan 70-an yang bisa diadopsi oleh generasi muda.
Pelajaran tersebut adalah dengan menyisihkan uang terlebih dahulu sebelum membelanjakannya. Mereka memahami bahwa keamanan finansial tidak dibangun dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan menabung yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu.
3. Menghindari Berhutang Kecuali Mendesak

Sebuah survei menemukan bahwa Gen-Z memiliki rata-rata utang pribadi yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, banyak dari mereka juga menghadapi tantangan dalam melunasi utang tersebut.
Sementara itu, generasi yang tumbuh pada tahun 60-an dan 70-an umumnya diajarkan untuk berhati-hati dalam berutang. Sejak usia muda, mereka ditanamkan prinsip bahwa pinjaman sebaiknya hanya digunakan jika benar-benar diperlukan.
Pola pikir demikian membuat mereka lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah meminjam uang, baik dari individu maupun lembaga keuangan. Menurut mereka, jika belum mampu membeli sesuatu, lebih baik menabung terlebih dahulu dan menundanya hingga kondisi keuangan memungkinkan.
4. Hidup Sesuai Kemampuan

Salah satu alasan mengapa banyak generasi muda kesulitan mengelola keuangan adalah karena mereka sering kali berbelanja melebihi kemampuan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang rela berutang demi memenuhi gaya hidup yang dipicu oleh FOMO (Fear of Missing Out).
Sebaliknya, generasi tua umumnya diajarkan untuk hidup hemat dan tidak memaksakan gaya hidup di luar kemampuan keuangan mereka. Dengan kebiasaan ini, mereka dapat terhindar dari masalah keuangan yang sering membebani pikiran.
5. Tidak Mengaitkan Identitas Diri dengan Apa yang Dimiliki

Kebanyakan orang dari generasi tua tidak menilai diri mereka berdasarkan merek pakaian, kendaraan, atau barang-barang yang dimiliki. Mereka diajarkan bahwa nilai seseorang ditentukan oleh karakter, prinsip hidup, dan tindakan, bukan oleh penampilan atau harta benda.
Karena pola pikir tersebut, mereka menjadi lebih bijak dalam menggunakan uang. Mereka membelanjakan uang sesuai kebutuhan dan untuk hal yang benar-benar penting, bukan untuk mengikuti tren atau mencari validasi dari orang lain.
Sementara itu, generasi muda saat ini sering kali mengaitkan harga diri dengan kepemilikan materi. Akibatnya, banyak dari mereka merasa perlu terus membeli barang baru agar merasa lebih percaya diri atau dianggap berhasil. Kebiasaan ini sering kali membuat generasi muda sulit mengendalikan pengeluaran dan mencapai kestabilan keuangan.
Itulah beberapa pelajaran tentang hidup hemat dari generasi lama yang berkontribusi pada kesuksesan mereka dibandingkan generasi muda saat ini. Semoga informasi ini bermanfaat.
