Skincapedia.com – Ketika mendengar kata salad, banyak orang membayangkan semangkuk daun selada dengan saus dressing. Padahal, dunia salad jauh lebih kaya dan beragam, dengan setiap negara memiliki versi khasnya yang mencerminkan budaya dan bahan lokal.
Sejarah salad bahkan sudah ada sejak zaman Romawi kuno, di mana orang mencelupkan daun selada ke dalam garam. Kini, salad hadir dalam ratusan bentuk, mulai dari hidangan berbahan roti basi, campuran daun-daunan segar, hingga sajian tanpa sayuran hijau sama sekali.
Panzanella dari Italia – Panzanella adalah bukti bahwa hidangan sederhana dari bahan sisa pun bisa menjadi sajian yang luar biasa. Salad asal Toskana ini pada mulanya merupakan makanan murah yang dibuat oleh petani menggunakan roti yang sudah berumur sehari serta hasil bumi lokal.
Cara membuatnya adalah dengan merendam potongan roti yang sudah agak keras dalam campuran cuka, lalu dicampur dengan irisan bawang daun, tomat matang, timun segar, seledri, serta percikan minyak zaitun serta daun basil. Hasilnya adalah hidangan yang kaya tekstur, segar, serta penuh rasa.
Horiatiki dari Yunani

Salad Yunani atau Horiatiki, yang berarti “salad kampung,” sangat berbeda dari versi yang biasa ditemukan di restoran. Chef Yunani-Amerika Diane Kochilas bahkan tegas meminta orang untuk tidak menambahkan selada sama sekali ke dalam resep tradisionalnya.
Versi aslinya hanya terdiri dari tomat matang berbagai ukuran, bawang merah, paprika hijau, timun renyah, zaitun Kalamata, oregano kering, minyak zaitun, garam, serta satu irisan tebal keju feta di atasnya. Sederhana sekali bahannya, tapi rasanya sangat segar dan memanjakan lidah!
Gado-gado dari Indonesia – Kamu pasti sudah tidak asing dengan gado-gado. Makanan satu ini menjadi salah satu hidangan yang begitu dicintai di Indonesia sampai diakui sebagai hidangan nasional. Nama “gado-gado” sendiri berarti “campur-campur,” mencerminkan betapa beragamnya bahan yang ada di dalamnya.
Isinya bisa bervariasi tergantung wilayah, tetapi pada umumnya mencakup sayuran segar serta dikukus, telur rebus, tahu serta tempe goreng, dan lontong atau kentang. Hal yang menjadi bintang utamanya tentu saja saus kacang yang kental dan gurih, yang menyatukan semua bahan menjadi satu sajian yang harmonis dan kaya rasa.
Som Tum dari Thailand

Kalau kamu suka makanan dengan kombinasi rasa asam, pedas, serta manis dalam satu suapan, Som Tum adalah salad yang wajib masuk dalam daftar makananmu. Salad pepaya hijau ini sebenarnya berasal dari Laos, tetapi menjadi sangat populer di seluruh Asia Tenggara, terutama di Thailand bagian timur laut.
Cara membuatnya adalah dengan menumbuk bumbu-bumbu seperti bawang putih, garam, kacang, cabai, gula, serta udang menjadi pasta, lalu dicampur dengan air jeruk nipis serta kecap ikan sebelum disiramkan ke atas pepaya hijau serut, tomat, serta kacang panjang. Topping kacang di atasnya memberikan tekstur renyah yang menyenangkan di setiap gigitan.
Caesar Salad dari Meksiko – Meski identik sebagai hidangan Amerika, ternyata Caesar salad lahir di Tijuana, Meksiko, lebih dari seratus tahun lalu. Chef Italia bernama Cesar Cardini meracik salad ini di Hotel Caesars, dan kini salad tersebut masih disajikan secara tradisional di restoran yang sama sebanyak ribuan porsi setiap bulannya.
Rahasia kelezatannya terletak pada sausnya yang dibuat dari pasta ikan teri, mustard Dijon, bawang putih, perasan jeruk nipis, lada hitam, parutan parmesan, kuning telur, serta minyak zaitun. Disajikan di atas daun selada hijau segar dengan tambahan crouton serta parmesan di atasnya, tidak heran kalau sajian ini menjadi favorit di seluruh dunia.
