Home » JF Sulfur Acne Spot Facial Foam: Cek Kandungan Pemicu Jerawat

JF Sulfur Acne Spot Facial Foam: Cek Kandungan Pemicu Jerawat

JF Sulfur Acne Spot Facial Foam: Cek Kandungan Pemicu Jerawat

Skincapedia.com – Masih ingat dengan sabun batang JF Sulfur yang legendaris sejak era sekolah dasar? Produk ini dulu sangat ampuh untuk mengatasi berbagai masalah kulit akibat jamur, seperti panu dan kurap. Kini, JF Sulfur hadir dengan inovasi terbaru, yaitu JF Sulfur Acne Spot Facial Foam, yang tetap mempertahankan sentuhan warna oranye khasnya.

Sabun batang JF Sulfur dulunya dikenal sebagai solusi manjur untuk penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Banyak yang mengandalkannya untuk menyembuhkan gatal-gatal akibat infeksi jamur, dan terbukti efektif.

Jf Sulfur Acne Spot Facial Foam. Sumber: shopee

Kehadiran JF Sulfur Acne Spot Facial Foam membawa penyegaran dengan kemasan yang ikonik. Meskipun tampil dalam format yang berbeda, nuansa warna oranye cerah yang menjadi ciri khasnya tetap terasa.

Deskripsi produk menyatakan bahwa pembersih wajah ini dilengkapi dengan Triple Active Care yang terdiri dari formula anti-jerawat untuk merawat kulit berjerawat, anti-bakteri untuk membunuh kuman penyebab jerawat, serta soothing effect untuk memberikan rasa nyaman pada kulit yang sedang berjerawat.

Dengan harga sekitar Rp15.000 untuk kemasan 70 gram, produk ini menawarkan solusi terjangkau untuk perawatan kulit berjerawat.

Penjelasan Ingredients JF Sulfur Acne Spot Facial Foam

Ingredients:

Aqua, lauryl glucoside, lauric acid, acrylates copolymer, acrylates/ steareth-20, methacrylate crosspolymer, potassium cocoyl glycinate, divinyl dimethicone/ dimethicne copolymer, c12-13 pareth-23, potassium hydroxide, glycerin, myristic acid, palmitic acid, ethanol, glycol distearate, stearic acid, lactic acid, potassium lactate, niacinamide, salicylic acid, Dmdm hydantoin, fragrance (parfum) components & finished fragrances, bht, disodium edta, polysorbate-80, sulfur.

Bahan Aktif

Lactic acid.

Merupakan salah satu jenis AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang berfungsi sebagai agen eksfoliasi. Lactic acid bekerja di permukaan kulit dengan mengangkat sel kulit mati dan membantu mencegah pembentukan komedo.

Niacinamide.

Dikenal juga sebagai Vitamin B3, niacinamide memiliki beragam manfaat seperti mencerahkan kulit (skin brightening), menstimulasi produksi ceramide, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-acne.

Salicylic acid.

Sebagai BHA (Beta Hydroxy Acid), salicylic acid tidak hanya bekerja di permukaan kulit tetapi juga mampu menembus lapisan kulit untuk membuka sumbatan pori-pori. Kandungannya juga efektif dalam mengontrol minyak, meredakan peradangan, dan bersifat antibakteri.

Sulfur.

Sulfur berperan sebagai agen keratolitik, yang fungsinya mirip dengan eksfolian. Ia membantu melonggarkan ikatan sel-sel lapisan keratin di permukaan kulit, sehingga sel kulit mati lebih mudah terangkat dan pori-pori tersumbat dapat terbuka. Sulfur juga memiliki sifat antibakteri, antijamur, anti-inflamasi, dan efektif dalam mengontrol minyak. Namun, karena efektivitasnya, sulfur terkadang dapat menyebabkan kulit menjadi kering.

Surfaktan yang dipakai

Lauryl glucoside.

Agen pembersih ini berasal dari minyak kelapa, menghasilkan busa yang cukup baik. Lauryl glucoside dikenal lembut di kulit dan bersifat biodegradable.

Potassium cocoyl glycinate

Merupakan agen pembersih yang terbuat dari asam amino. Menghasilkan busa yang melimpah dan terasa lembut di kulit. Bahan ini membantu mengurangi efek keras dari surfaktan lain seperti SLS atau sabun biasa.

Soap/sabun

Terbentuk dari proses saponifikasi antara potassium hydroxide dengan asam lemak (lauric acid, myristic acid, palmitic acid, dan stearic acid).

Bahan Pelengkap

  • Aqua
  • Acrylates copolymer. Merupakan synthetic thickener yang berfungsi menambah kekentalan formula sekaligus menstabilkan emulsi.
  • Acrylates/ steareth-20 methacrylate crosspolymer. Juga berfungsi sebagai synthetic thickener untuk menambah kekentalan formula.
  • Divinyl dimethicone/ dimethicone copolymer. Jenis silikon yang berfungsi menambah kekentalan formula dan menstabilkan emulsi.
  • C12-13 pareth-23. Berperan sebagai pengemulsi.
  • Glycerin. Pelarut yang bersifat skin identical dan humektan.
  • Ethanol. Pelarut yang sangat baik, berfungsi sebagai penetration enhancer, pengontrol minyak (oil-control), astringent, antibakteri, dan preservative booster.
  • Glycol distearate. Berfungsi sebagai opacifier agent dan pearling agent dalam produk pembersih, memberikan tampilan putih dan glossy pada formula.
  • Potassium lactate. Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster). Merupakan bentuk garam natrium dari lactic acid.
  • Dmdm hydantoin. Pengawet yang bekerja dengan melepaskan sedikit formalin.
  • Fragrance (parfum) components & finished fragrances. Komponen pewangi.
  • BHT. Antioksidan sintetis yang berfungsi sebagai pengawet untuk mencegah oksidasi formula.
  • Disodium edta. Bekerja menetralkan ion logam yang dapat mengganggu kestabilan formula.
  • Polysorbate-80. Berfungsi sebagai pengemulsi.

Kesimpulan

✔️ Mengandung bahan aktif yang sangat baik untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.

✔️ JF Sulfur Acne Spot Facial Foam diperkaya dengan tiga agen eksfoliasi/keratolitik (lactic acid, salicylic acid, dan sulfur) yang efektif membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan komedo.

✔️ Memiliki dua agen pengontrol minyak, yaitu salicylic acid dan sulfur.

✔️ Kandungan sulfur sangat bermanfaat untuk melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus memiliki sifat antijamur yang dapat mencegah infeksi jamur malasezia.

✔️ Kombinasi dua agen surfaktan yang lembut ditambah sabun menghasilkan daya bersih yang optimal.

✔️ Bebas paraben.

✔️ Memiliki pH yang seimbang.

❗ Perlu diperhatikan bahwa kandungan sulfur dan alkohol dalam produk ini berpotensi menyebabkan kulit menjadi kering dan terasa ‘ketarik’. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu menggunakan pelembap (moisturizer) setelah mencuci wajah untuk menjaga kelembapan kulit.