Skincapedia.com – Memilih sunscreen yang tepat adalah langkah krusial dalam rutinitas perawatan kulit untuk melindungi dari bahaya sinar ultraviolet. Kali ini, Skincapedia.com akan mengulas secara mendalam Breylee Whitening UV Sunscreen Cream SPF 50+ PA+++, sebuah produk yang berasal dari Tiongkok dan menawarkan klaim perlindungan serta pencerahan.
|
|
| Breylee Sunscreen Cream. Sumber: shopee |
Breylee Whitening UV Sunscreen Cream SPF 50+ PA+++ hadir dengan formula yang diklaim tahan lama untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar UVA dan UVB. Paparan kedua jenis sinar ultraviolet ini dapat menyebabkan kulit menjadi gosong, terbakar, bahkan munculnya flek hitam. Teksturnya dideskripsikan sebagai watery, ringan, dan tidak lengket, dengan kemampuan oil-control yang tahan lama. Lebih dari sekadar pelindung, sunscreen ini juga diklaim mampu mencerahkan warna kulit, mengembalikan cahaya alami kulit, mengontrol minyak berlebih, serta mempertahankan tampilan riasan wajah agar lebih awet.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, cara pakai yang disarankan adalah mengaplikasikannya setelah rangkaian skin care dan sebelum menggunakan make up. Penting untuk mengocok kemasan terlebih dahulu sebelum digunakan. Produk ini diaplikasikan pada area wajah dan leher sekitar 15 menit sebelum terpapar sinar matahari. Selain wajah dan leher, sunscreen ini juga dapat digunakan pada bagian tubuh lainnya.
Dari segi harga, Breylee Whitening UV Sunscreen Cream SPF 50+ PA+++ dibanderol sekitar Rp 60.000 untuk kemasan 40ml, menjadikannya pilihan yang cukup terjangkau.
Penelusuran Mendalam Komposisi Breylee Sunscreen Cream
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, PEG/PPG-17/6 Copolymer, Glycerin, Titanium Dioxide, Perfluorooctyl Triethoxysilane, C13-16 Isoparaffin, Cyclohexasiloxane, Niacinamide, Pearl Powder, Triethoxycaprylylsilane, Paraffinum Liquidum, Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer, Ethylhexylglycerin, Alumina, 1,2-Hexanediol, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Vp Copolymer, Aloe Barbadensis Extract, Polyglyceryl-3 Diisostearate, Cyclopentasiloxane, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, Laureth-7, PVM/MA Copolymer, Ethylhexyl Palmitate, Chitosan Glycolate, Phenoxyethanol, Xanthan Gum, Sodium Hyaluronate, Disodium EDTA
Bahan Aktif Unggulan
Niacinamide
Niacinamide, atau Vitamin B3, merupakan bahan multifungsi yang sangat dicari dalam produk perawatan kulit. Fungsinya meliputi pencerahan kulit (skin brightening), membantu sintesis ceramide yang penting untuk barrier kulit, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-acne. Kemampuannya melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan bluelight menjadikannya pendukung yang baik untuk sunscreen.
Pearl Powder
Bubuk mutiara kaya akan mineral esensial seperti kalsium, magnesium, zat besi, dan conchiolin. Selain itu, kandungan asam aminonya dapat menstimulasi produksi kolagen dan membantu menyamarkan tampilan pori-pori, memberikan efek kulit yang lebih halus dan bercahaya.
Aloe Barbadensis Extract
Ekstrak lidah buaya dikenal luas sebagai pelembap yang sangat baik (great moisturizer). Kandungan antioksidannya, vitamin, dan mineralnya membantu menenangkan kulit serta mempercepat proses pemulihan luka ringan.
Sodium Hyaluronate
Merupakan bentuk garam dari asam hialuronat, sodium hyaluronate adalah bahan yang identik dengan kulit (skin identical). Ia memiliki kemampuan mengikat air hingga 1000 kali berat molekulnya sendiri, menjadikannya agen pelembap yang sangat efektif untuk menjaga hidrasi kulit.
Agen Sunscreen Utama
Titanium Dioxide
Titanium Dioxide adalah agen sunscreen fisik (mineral). Sifatnya yang tidak larut dalam minyak maupun air membuatnya cenderung menggumpal atau mengendap dalam formulasi, sehingga terkadang sulit diaplikasikan. Keunggulan utamanya adalah tidak terserap ke dalam kulit, melainkan hanya membentuk lapisan pelindung di permukaan, yang dapat menimbulkan efek white cast. Namun, kelebihannya yang signifikan adalah sifatnya yang Broad Spectrum (melindungi dari UVA dan UVB), foto stabil (tidak mudah rusak oleh paparan sinar matahari), dan aman digunakan. Selain sebagai pelindung UV, titanium dioxide juga berfungsi sebagai agen oil absorbent (mattifier), pigmen, dan agen opacifier.
Bahan Pelengkap dan Fungsinya
- Aqua: Pelarut utama dalam banyak formulasi kosmetik.
- PEG/PPG-17/6 Copolymer: Berfungsi sebagai pelarut, emolien, dan slip agent yang membantu produk terasa lebih halus di kulit.
- Glycerin: Pelarut, bahan skin identical, dan humektan yang menarik kelembapan ke kulit.
- Perfluorooctyl Triethoxysilane: Juga dikenal sebagai fluoro silane, bahan ini memiliki kemampuan menolak air dan minyak, menciptakan efek water-proof dan oil-resistance yang membuat riasan lebih tahan lama dan tidak mudah luntur oleh keringat atau minyak wajah.

Gambar di atas mengilustrasikan bagaimana tetesan minyak atau air tidak dapat merembes ke dalam bedak padat yang mengandung fluoro silane, melainkan tetap berada di permukaan, mirip dengan fenomena ‘air di atas daun talas’.
- C13-16 Isoparaffin: Berfungsi sebagai pelarut.
- Cyclohexasiloxane: Jenis silikon volatil yang cepat menguap, bekerja sebagai emolien dan slip agent untuk memberikan rasa halus pada kulit.
- Triethoxycaprylylsilane: Membantu agar agen sunscreen mineral seperti titanium dioxide dapat tercampur merata dalam formula, mudah diaplikasikan, dan mencegah penggumpalan.
- Paraffinum Liquidum (Mineral Oil): Berfungsi sebagai pelarut, emolien, dan oklusif yang mengunci kelembapan kulit. Meskipun tidak terserap ke dalam kulit, ia melapisi permukaan dan terkadang dapat memberikan kesan greasy.
- Glyceryl Acrylate/Acrylic Acid Copolymer: Dibuat dari carbomer dan glycerine, bahan ini bertindak sebagai humektan/pelembap sekaligus pengental formula. Membantu agar formula mudah diratakan dan aman karena molekulnya yang besar tidak terserap kulit.
- Ethylhexylglycerin: Bertindak sebagai preservatives booster dan humektan.
- Alumina (Aluminum Dioxide): Jika dikombinasikan dengan triethoxycaprylylsilane, alumina membantu dispersi titanium dioxide yang baik dalam formula, mempermudah aplikasi, dan mencegah pilling.
- 1,2-Hexanediol: Pelarut dan juga preservatives booster.
- Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Vp Copolymer: Pengental sintetis yang memberikan kekentalan pada formula dan menciptakan tekstur gel yang non-greasy serta tidak lengket.
- Polyglyceryl-3 Diisostearate: Pengemulsi yang sangat lembut, sering digunakan dalam produk bayi.
- Cyclopentasiloxane: Silikon volatil lain yang cepat menguap, berfungsi sebagai emolien dan slip agent.
- Polyacrylamide: Pengental sintetis yang menambah kekentalan formula.
- C13-14 Isoparaffin: Emolien yang juga menambah kekentalan formula dan menstabilkan emulsi.
- Laureth-7: Agen pengemulsi.
- PVM/MA Copolymer: Berfungsi sebagai pengikat (binding), penstabil emulsi, dan film former yang membantu formula tetap menempel di kulit dan tahan lama, sering ditemukan dalam face mist.
- Ethylhexyl Palmitate: Emolien yang membantu formula mudah diratakan.
- Chitosan Glycolate: Antioksidan yang melindungi formula dari oksidasi.
- Phenoxyethanol: Pengawet untuk menjaga kesegaran produk.
- Xanthan Gum: Pengental alami yang menambah kekentalan formula.
- Disodium EDTA: Menetralisir ion logam untuk menjaga kestabilan formula.
Kesimpulan Ulasan Skincapedia.com
Secara keseluruhan, Breylee Whitening UV Sunscreen Cream SPF 50+ PA+++ menawarkan beberapa poin menarik:
- 100% Sunscreen Fisik: Menariknya, sunscreen ini mengandalkan sepenuhnya pada agen fisik, yaitu titanium dioxide, untuk perlindungan UV. Ini menjadikannya alternatif bagi mereka yang mencari sunscreen non-kimia.
- Perlindungan Broad Spectrum: Dengan kandungan titanium dioxide, sunscreen ini menyediakan perlindungan SPF 50+ untuk menangkal sinar UVB dan PA+++ untuk melindungi dari sinar UVA.
- Bahan Aktif Pendukung: Selain agen sunscreen, produk ini diperkaya dengan empat bahan aktif, termasuk niacinamide, yang dapat memberikan manfaat tambahan untuk kulit, seperti mencerahkan dan mengontrol minyak.
- Formulasi Unik: Penggunaan bahan seperti fluoro silane untuk efek water-proof dan oil-resistance memberikan keunggulan dalam hal ketahanan produk. Efek water-proof ini membantu riasan tetap awet dan perlindungan sunscreen tidak mudah luntur oleh minyak atau keringat.
- Kelebihan Lain: Produk ini diklaim bebas alkohol, paraben, dan pewangi. Hasil akhirnya memberikan tampilan matte dengan sedikit efek tone up. Periode setelah dibuka (PAO) adalah 12 bulan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Potensi Komedogenik: Terdapat beberapa bahan dalam formula yang dikategorikan memiliki potensi komedogenik tinggi, seperti Polyglyceryl-3 diisostearate, ethylhexyl palmitate, C13-16 isoparaffin, dan Paraffinum liquidum (mineral oil). Bagi pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat, sebaiknya tetap waspada terhadap kandungan mineral oil.
- Tidak Fungal Acne Safe: Beberapa bahan seperti Polyglyceryl-3 Diisostearate dan ethylhexyl palmitate membuatnya tidak aman untuk penderita fungal acne.
- Proses Pembersihan Ekstra: Sifat water-proof yang dimilikinya mungkin memerlukan proses double-cleanse yang lebih teliti untuk memastikan semua residu produk terangkat sempurna.
- Waktu Aplikasi Sunscreen Fisik: Secara teori, sunscreen fisik seharusnya tidak memerlukan waktu tunggu 15 menit untuk mulai bekerja, namun produk ini tetap menyarankan demikian.
Meskipun memiliki potensi komedogenik, sunscreen Breylee ini secara umum dianggap cukup aman digunakan, kecuali bagi individu dengan kekhawatiran spesifik terkait bahan-bahan tersebut. Hasil ulasan ini didasarkan pada analisis daftar bahan yang tertera, dan pengalaman individu dapat bervariasi tergantung pada kondisi kulit masing-masing.
Beberapa ulasan pengguna di platform e-commerce menunjukkan kepuasan yang tinggi, bahkan ada yang telah melakukan pembelian berulang kali. Untuk memastikan keaslian produk, disarankan untuk membeli dari Breylee Official Store.
✔️Beli produk ORI di Breylee Official Store

