Skincapedia.com – Memiliki wajah yang sehat dan bercahaya, atau yang akrab disebut glowing, seringkali diasosiasikan dengan rutinitas skincare yang padat. Namun, di balik kilau wajah idaman, terdapat faktor penting lain yang tak kalah krusial, yaitu perawatan dari dalam. Ternyata, ada satu kebiasaan di malam hari yang diam-diam bisa menggagalkan impian wajah glowing Anda.
Kebiasaan ini kerap kali luput dari perhatian banyak orang, bahkan seringkali dianggap remeh. Apakah Anda penasaran kebiasaan malam hari apa yang dimaksud dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan kulit wajah?
Begadang, Musuh Utama Wajah Glowing

Kebiasaan tersebut tak lain adalah begadang. Fenomena begadang mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat, namun dampaknya bagi kesehatan kulit wajah kerap diabaikan. Padahal, begadang menjadi salah satu faktor utama yang menghalangi kulit wajah untuk tampil maksimal dan bercahaya.
Menurut informasi yang dihimpun dari Dermodirect, kulit kita bekerja keras sepanjang hari. Sinar ultraviolet (UV) dari matahari, polusi udara, hingga debu menjadi musuh yang harus dihadapi kulit setiap saat. Dalam kondisi pertahanan penuh di siang hari, kulit membutuhkan waktu istirahat di malam hari untuk melakukan proses perbaikan diri.
Proses perbaikan ini sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas tidur yang kita dapatkan. Ketika kebiasaan begadang menggerogoti waktu istirahat, proses regenerasi kulit terganggu. Akibatnya, kulit wajah tidak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan diri, dan justru menunjukkan berbagai tanda penolakan terhadap kebiasaan buruk tersebut.
Kerusakan Kulit Akibat Begadang

Begadang dan kurang tidur dapat menimbulkan serangkaian dampak negatif pada kulit wajah, yang secara keseluruhan menggagalkan upaya untuk mendapatkan kulit glowing. Berikut adalah penjabarannya:
1. Mempercepat Tanda Penuaan Dini
Saat kita terlelap, tubuh secara alami meningkatkan sirkulasi darah ke area kulit. Peningkatan aliran darah ini mendukung produksi kolagen, protein esensial yang berperan krusial dalam menjaga kesehatan skin barrier dan elastisitas kulit. Dr. Nick Lowe, MD, seorang dermatolog konsultan di Cranley Clinic London, menjelaskan bahwa kolagen adalah kunci untuk kulit yang kenyal dan awet muda.
Namun, ketika tidur terganggu akibat begadang, produksi kolagen menurun drastis. Akibatnya, tanda-tanda penuaan dini seperti kulit yang terlihat kusam, kering, munculnya garis-garis halus, kerutan, hingga flek hitam di usia muda menjadi lebih rentan terjadi. Kulit kehilangan kekenyalan dan vitalitasnya.
2. Wajah Tampak Kusam dan Pucat
Kurang tidur memicu peningkatan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Hormon stres ini dapat menimbulkan peradangan pada kulit, yang berujung pada tampilan wajah yang kusam. Selain itu, kelelahan akibat kurang tidur juga dapat menghambat kelancaran sirkulasi darah.
Ketika sirkulasi darah tidak optimal, suplai oksigen dan nutrisi ke sel-sel kulit berkurang. Hal ini membuat kulit wajah tampak lebih pucat dan kehilangan rona sehatnya, jauh dari kesan glowing yang segar.
3. Kulit Menjadi Kering dan Rentan Merah
Begadang dapat mengganggu keseimbangan hidrasi alami kulit wajah. Tingkat kelembapan kulit cenderung menurun, dan keseimbangan pH kulit pun ikut terganggu. Kondisi ini membuat kulit terasa lebih kering, kasar, dan kehilangan kilau alaminya.
Lebih lanjut, kulit yang kering dan teriritasi akibat kurang tidur menjadi lebih rentan mengalami kemerahan, yang menandakan adanya peradangan dan ketidaknyamanan pada kulit.
4. Munculnya Kantung Mata yang Menghitam
Salah satu ciri paling kentara dari kebiasaan begadang adalah munculnya kantung mata yang tampak lebih gelap dan bengkak. Hal ini terjadi karena pembuluh darah di area bawah mata cenderung melebar ketika tubuh kurang istirahat.
Pelebaran pembuluh darah ini membuat area di bawah mata terlihat lebih gelap, memberikan kesan lelah yang mendalam dan mengurangi kecerahan wajah secara keseluruhan.
5. Peningkatan Risiko Munculnya Jerawat
Kombinasi antara kurang tidur dan stres merupakan pemicu utama munculnya jerawat. Saat stres dan kurang tidur, tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol. Peningkatan kortisol ini dapat memicu peradangan pada kulit dan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi sebum berlebih.
Produksi minyak yang meningkat menjadikan kulit lebih lengket dan rentan terhadap bakteri penyebab jerawat. Ditambah lagi, sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat kurang tidur membuat kulit lebih mudah terinfeksi, memperparah masalah jerawat yang ada.
Untuk itu, demi mewujudkan wajah glowing yang sehat, pastikan Anda memberikan tubuh waktu istirahat yang cukup. Rekomendasi ideal adalah tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. Dengan istirahat yang berkualitas, Anda tidak hanya akan bangun dengan tubuh yang segar dan bugar, tetapi juga kulit wajah yang tampak lebih cerah dan bercahaya.
