Home » Aizen SunOrion UV: Ingredients SPF 50 PA++++ Terungkap

Aizen SunOrion UV: Ingredients SPF 50 PA++++ Terungkap

Aizen SunOrion UV: Ingredients SPF 50 PA++++ Terungkap

Skincapedia.com – Aizen, sebuah merek yang dikenal sebagai produk lokal Indonesia, ternyata memiliki proses produksi dan formulasi yang melibatkan kolaborasi internasional. Dengan klaim diproduksi di Tiongkok dan diformulasikan menggunakan teknologi Jepang, Aizen berpotensi menjadi hasil kerja sama lintas negara yang menarik untuk ditelisik lebih dalam.

Salah satu produk unggulan yang patut disorot adalah Aizen SunOrion UV Sunscreen SPF 50 PA++++. Tabir surya ini dirancang untuk memberikan perlindungan optimal terhadap paparan sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kulit.

Aizen SunOrion UV Sunscreen

Aizen SunOrion UV Sunscreen SPF 50 PA++++. Sumber: shopee

Produk ini dideskripsikan sebagai tabir surya yang ringan dan sangat cocok untuk pemilik kulit sensitif. Formulasi Aizen SunOrion UV Sunscreen dirancang untuk memberikan proteksi maksimal terhadap sinar UV, yang merupakan penyebab utama penuaan dini, risiko kanker kulit, masalah kulit gelap, hingga kulit terbakar. Dengan penggunaan agen sunscreen terkini seperti Zinc Dioxide, Tinosorb S, dan Neo Heliopan AP, tabir surya ini diklaim mampu melindungi kulit secara stabil dari radiasi UVA I, UVA II, dan UVB. Keunggulannya semakin bertambah dengan adanya kandungan bioaktif dari Centella Asiatica yang berkhasiat menenangkan dan meredakan inflamasi pada kulit.

Dari segi harga, Aizen SunOrion UV Sunscreen dibanderol sekitar Rp 139.000 untuk kemasan 50ml.

Penjelasan Lengkap Ingredients Aizen SunOrion UV Sunscreen

Daftar Lengkap Bahan (Ingredients):

Water, Titanium Dioxide, Triethoxycaprylsilane, Propylene Glycol, Hydrogenated Polyisobutene, Zinc Oxide, Epilobium Fleischeri Extract Cyclopentasiloxane, Glycerin, Caprylic/ Capric Triglyceride, bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Disodium Phenyl Dibenzimidazole Tetrasulfonate, C12-15 Alkhyl Benzoate, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Madecassoside, Asiaticoside, Madecassic Acid, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Ethylhexyl Salicylate, Cetyl PEG/PPG-10/1 Dimethicone, 1,2-Hexanediol, Propanediol, Lactamide, Caprylhydroxamic Acid, Magnesium Stearate, Magnesium Sulfate, Sodium Chloride, Dimetichone, Phenoxyethanol, Sorbitan Isostearate, Allantoin, Tocopheryl Acetate, Ethylhexylglycerin.

Bahan Aktif Utama

Epilobium Fleischeri Extract (4%)

Dikenal sebagai ekstrak willowherb, bahan ini kaya akan antioksidan yang berfungsi menetralkan radikal bebas dan melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Selain itu, ia juga memiliki efek menenangkan pada kulit dan membantu mengontrol produksi minyak berlebih serta mengecilkan tampilan pori-pori.

Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil (2%)

Minyak biji bunga matahari ini kaya akan Vitamin E dan sekitar 60% terdiri dari asam lemak linoleat. Sifat anti-inflamasinya membantu kulit dalam mensintesis lipid, termasuk ceramide, yang penting untuk memperbaiki dan memperkuatskin barrier. Minyak ini juga memberikan efek menenangkan alami, mengurangi tanda-tanda stres pada kulit, dan meredakan iritasi.

Tiga Komponen Aktif dari Centella Asiatica

  • Madecassoside (2%): Memiliki kemampuan penyembuhan luka, menenangkan kulit, dan bersifat antioksidan. Kombinasi dengan Vitamin C menjadikannya duo anti-aging yang efektif. Senyawa ini juga diklaim dapat menghambat produksi melanin.
  • Asiaticoside (2%): Berkontribusi dalam penyembuhan luka, bekerja sebagai antioksidan, serta memicu produksi glycosaminoglycans (GAGs) dan kolagen tipe 1.
  • Madecassic Acid (1%): Memiliki khasiat regenerasi kulit, penyembuhan luka, dan melembapkan kulit.

Allantoin

Senyawa alami ini memiliki sifat anti-inflamasi, menenangkan kulit, dan mendukung proses pemulihan luka.

Tocopheryl Acetate

Merupakan bentuk Vitamin E yang berperan sebagai antioksidan dan pelembap kulit. Ia juga membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan menjaga stabilitas formula agar tidak mudah teroksidasi.

Agen Sunscreen

Titanium Dioxide

Sebagai agen sunscreen fisik, Titanium Dioxide bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang memantulkan sinar UV. Bahan ini foto stabil namun terkadang dapat meninggalkan white cast dan memiliki kemampuan menyerap minyak (oil absorbent) serta memberikan efek mattifier.

Zinc Oxide

Mirip dengan Titanium Dioxide, Zinc Oxide adalah agen sunscreen mineral yang memantulkan sinar UV. Bahan ini sangat stabil dan aman, meskipun formulasi yang baik terkadang sulit dicapai dan dapat meninggalkan white cast. Zinc Oxide juga memiliki manfaat anti-inflamasi, antibakteri, dan menyerap minyak.

bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine (Tinosorb S)

Dianggap sebagai salah satu agen sunscreen kimiawi terbaik saat ini, Tinosorb S menawarkan perlindungan broad spectrum terhadap UVA dan UVB. Bahan ini sangat stabil terhadap cahaya (photostable) dan larut dalam minyak.

Disodium Phenyl Dibenzimidazole Tetrasulfonate (Neo Heliopan AP)

Agen sunscreen kimiawi ini efektif melindungi dari sinar UVA II. Sebagai agen yang larut dalam air, Neo Heliopan AP membantu mengurangi kesan lengket pada formulasi dan memiliki tingkat penetrasi yang rendah sehingga dianggap cukup aman.

Ethylhexyl Methoxycinnamate (Octinoxate)

Merupakan agen sunscreen kimiawi generasi lama yang fokus pada penyerapan sinar UVB. Namun, bahan ini kurang stabil terhadap cahaya (photostable), di mana efektivitas SPF-nya dapat berkurang hingga 10% setelah 35 menit terpapar sinar matahari langsung. Meskipun secara kosmetik nyaman digunakan, Octinoxate sering dikaitkan dengan potensi pengaruh terhadap aktivitas hormon.

Ethylhexyl Salicylate

Agen sunscreen kimiawi ini melindungi dari sinar UVB, namun efektivitasnya lebih optimal jika dikombinasikan dengan agen sunscreen lain. Bahan ini sangat stabil terhadap cahaya dan dapat membantu menstabilkan agen sunscreen lain seperti Octinoxate dan Avobenzone.

Bahan Pelengkap

  • Water: Basis utama formulasi.
  • Triethoxycaprylsilane: Berfungsi melapisi pigmen atau agen sunscreen mineral agar lebih stabil dan menyatu dalam formula, serta memudahkan aplikasi.
  • Propylene Glycol: Berperan sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • Hydrogenated Polyisobutene: Alternatif minyak sintetis untuk mineral oil atau silicone oil. Berfungsi sebagai emolien, agen waterproof, dan memberikan efek kilau pada kulit.
  • Cyclopentasiloxane: Silikon volatil yang mudah menguap. Berfungsi sebagai emolien dan agen pelicin (slip agent) agar formula mudah diratakan.
  • Glycerin: Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
  • Caprylic/ Capric Triglyceride: Emolien ringan yang terbuat dari minyak kelapa dan gliserin, cocok untuk semua jenis kulit karena tidak bersifat greasy.
  • C12-15 Alkyl Benzoate: Emolien dengan tekstur ringan dan halus (silky), lembut di kulit dan mata. Membantu mempermudah aplikasi formula dan berfungsi sebagai pelarut agen sunscreen.
  • Cetyl PEG/PPG-10/1 Dimethicone: Pengemulsi berbasis silikon.
  • 1,2-Hexanediol: Pelarut, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet.
  • Propanediol: Pelarut, peningkat penetrasi, dan humektan yang berasal dari jagung.
  • Lactamide: Berasal dari asam laktat, berfungsi sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit dan memberikan efek kilau (shine/glow).
  • Caprylhydroxamic Acid: Agen pengkelat (chelating agent) yang menetralkan ion logam, serta membantu meningkatkan fungsi pengawet.
  • Magnesium Stearate: Berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah aplikasi formula mineral sunscreen, mencegah penggumpalan, menambah kekentalan, dan menstabilkan emulsi. Juga memiliki sifat penyerap minyak.
  • Magnesium Sulfate: Pengental formula dan penstabil emulsi.
  • Sodium Chloride: Pengental ionik untuk menambah kekentalan formula.
  • Dimethicone: Silikon yang berfungsi sebagai emolien, membentuk lapisan halus di permukaan kulit untuk mengunci kelembapan.
  • Phenoxyethanol: Pengawet.
  • Sorbitan Isostearate: Pengemulsi yang juga membantu mendispersikan partikel yang sulit larut seperti Zinc Oxide dan Titanium Dioxide.
  • Ethylhexylglycerin: Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.

Kesimpulan Aizen SunOrion UV Sunscreen

Produk ini merupakan hybrid sunscreen yang menggabungkan dua agen sunscreen fisik dan empat agen sunscreen kimiawi. Dengan perlindungan broad spectrum SPF 50 PA++++ dan sifat photostable, tabir surya ini sangat direkomendasikan untuk aktivitas luar ruangan.

Keunggulan lainnya terletak pada adanya tujuh bahan aktif yang berperan sebagai agen anti-inflamasi, penenang kulit, dan antioksidan, yang secara sinergis mendukung perlindungan dari efek buruk sinar UV. Konsentrasi masing-masing ekstrak tumbuhan juga tertera jelas, memberikan transparansi yang baik. Teksturnya digambarkan agak kental namun mudah dibaurkan oleh para pengguna.

Produk ini bebas alkohol, paraben, dan pewangi.

Aizen SunOrion UV Sunscreen diklaim memiliki potensi komedogenik yang rendah, meskipun terdapat beberapa bahan seperti Hydrogenated Polyisobutene, Zinc Oxide, Sodium Chloride, dan Dimethicone. Namun, posisi Sodium Chloride yang berada di urutan akhir daftar bahan dianggap meminimalkan risiko.

Tabir surya ini diklaim aman untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, dan menghasilkan semi matte-finished.

Namun, produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung minyak biji bunga matahari dan sorbitan isostearate.

Meskipun diproduksi di Tiongkok oleh Guangzhou Baiyun District Yanmei Cosmetics Factory, Aizen SunOrion UV Sunscreen telah terdaftar di BPOM Indonesia dan didistribusikan oleh PT. Aventrada Dharma Jaya, Jambi-Indonesia.

Artikel menarik Lainnya