Skincapedia.com – Kalender Hijriah Kementerian Agama RI menetapkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Perayaan pergantian tahun ini secara resmi dimulai sejak terbenamnya matahari pada Senin, 15 Juni 2026.
Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Di bulan yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan adalah menunaikan puasa Asyura.
Puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam penanggalan Hijriah. Dengan demikian, untuk tahun 2026, hari Asyura akan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Terdapat banyak keistimewaan dan keutamaan bagi siapa saja yang menjalankan puasa Asyura, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis.
Sebelum mengupas lebih dalam mengenai keutamaan puasa Asyura, menarik untuk memahami bagaimana amalan ini bisa menjadi bagian dari tradisi umat Muslim di seluruh dunia hingga saat ini.
Puasa Asyura: Bagian Warisan Agama yang Berasal dari Nabi Ibrahim as dan Momen Bersejarah Diselamatkannya Nabi Musa as dari Bala Tentara Fir’aun

Menurut informasi dari laman resmi Muhammadiyah, puasa Asyura yang kini menjadi amalan tahunan umat Islam merupakan warisan dari ajaran Nabi Ibrahim as. Selain itu, puasa ini juga bertepatan dengan momen bersejarah penyelamatan Nabi Musa as beserta kaumnya dari kejaran Fir’aun berkat pertolongan Allah Swt.
Tradisi puasa Asyura ternyata sudah ada sejak masa Jahiliyah di kalangan orang Quraisy. Mereka melaksanakan puasa ini sebagai bentuk penghormatan terhadap ajaran Nabi Ibrahim as. Rasulullah Muhammad Saw., bahkan sebelum hijrah ke Madinah, telah memerintahkan umat Islam untuk melanjutkan tradisi puasa tersebut.
Diriwayatkan dari Aisyah RA, “Sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadan. Rasulullah (setelah wajibnya puasa Ramadan) berkata barang siapa yang menghendaki maka ia boleh berpuasa Asyura sedangkan yang tidak mau berpuasa tidak mengapa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Setelah berhijrah ke Madinah, Rasulullah mendapati bahwa kaum Yahudi juga menjalankan puasa pada hari Asyura. Alasan mereka berpuasa adalah sebagai bentuk rasa syukur karena telah diselamatkan oleh Allah Swt. dari Fir’aun bersama dengan Nabi Musa as.
Sebuah riwayat dari Bukhari menyebutkan, “Nabi Muhammad saw ketika tiba di Madinah mendapati orang Yahudi melaksanakan puasa hari Asyura (10 Muharram), dan orang Yahudi berkata: ‘Ini adalah hari raya, yaitu hari ketika Allah Swt menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir’aun. Lalu, Nabi Musa as menunaikan puasa Asyura sebagai wujud syukur kepada Allah Swt’.” (HR. Bukhari)
Ketika mengetahui alasan orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura, Rasulullah merasa lebih berhak untuk melaksanakan puasa tersebut. Beliau adalah penutup para nabi dan rasul, serta memahami bahwa puasa Asyura merupakan bagian dari warisan agama yang berasal dari Nabi Ibrahim as dan merupakan momen penting dalam sejarah kenabian.
Keutamaan Puasa Asyura

Merujuk pada penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia dan Nahdlatul Ulama Online, terdapat tiga keutamaan utama dari melaksanakan puasa Asyura:
1. Menghapus Dosa Setahun Lalu
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim No 1162, Rasulullah Muhammad Saw. bersabda, “Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah Swt. agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.”
Mengenai dosa yang dihapus, Imam an-Nawawi (wafat 676 H) memberikan penjelasan. Beliau mengartikan bahwa dosa yang diampuni melalui puasa Asyura adalah dosa-dosa kecil. Jika pun ada dosa besar, maka puasa ini dapat memberikan keringanan atau mengangkat derajat seorang hamba. Jadi, bukan berarti pengampunan seluruh dosa, baik kecil maupun besar.
2. Mendapatkan Pahala Puasa 30 Hari
Terdapat pula hadis yang menyatakan bahwa umat Muslim yang melaksanakan puasa di bulan Muharram, termasuk puasa Asyura, akan mendapatkan pahala yang setara dengan puasa selama 30 hari penuh.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah bersabda: orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya sebab puasa setiap sehari pahala 30 hari puasa’.” (HR At-Thabarani dalam al-Mu’jamus Shaghir. Meskipun hadis ini tergolong gharib, sanadnya dinilai tidak bermasalah).
3. Puasa Terbaik setelah Ramadan
Keutamaan lain yang sangat istimewa dari puasa Asyura adalah posisinya sebagai puasa sunah terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulannya Allah Swt, Muharram.” (HR Muslim)
Demikianlah penjelasan mengenai fakta dan keutamaan di balik pelaksanaan puasa sunah Asyura. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.
