Home » Cara Mencegah Heatstroke di Cuaca Panas Ekstrem

Cara Mencegah Heatstroke di Cuaca Panas Ekstrem

Skincapedia.com – Cuaca panas yang menyengat akhir-akhir ini bukanlah sekadar perasaan belaka. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan jauh lebih kering dan panjang dari rata-rata normalnya.

Fenomena El Nino yang diprediksi kuat menjadi pemicunya. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan memperkirakan hampir seluruh wilayah global akan mengalami lonjakan suhu di atas rata-rata pada periode Juni hingga Agustus mendatang. Kenaikan suhu lingkungan yang drastis ini berpotensi membawa dampak kesehatan serius jika tidak diantisipasi dengan baik.

Paparan panas berlebih dapat menyebabkan gejala seperti lemas, pusing, mual, hingga kram otot. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heatstroke (sengatan panas), sebuah kondisi darurat medis yang berpotensi menyebabkan kejang, pingsan, hingga kerusakan organ fatal.

Untuk melindungi diri dan orang terkasih dari ancaman kesehatan ini, penting untuk membekali diri dengan langkah-langkah pencegahan heatstroke di tengah cuaca panas ekstrem.

1. Batasi Kafein dan Perbanyak Minum Air

Menikmati minuman dingin seperti es kopi atau es teh manis saat terik matahari memang menyegarkan. Namun, kesegaran instan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang sedang berjuang melawan cuaca panas.

Kafein dalam teh dan kopi bersifat diuretik, yang berarti meningkatkan frekuensi buang air kecil. Hal ini justru dapat mempercepat berkurangnya cairan dalam tubuh. Dehidrasi akan menurunkan kemampuan alami tubuh untuk menurunkan suhu melalui keringat, yang merupakan langkah awal menuju heatstroke.

Oleh karena itu, prioritaskan konsumsi air putih atau air dingin untuk menjaga hidrasi. Air kelapa murni atau minuman elektrolit juga bisa menjadi pilihan sehat untuk menggantikan ion tubuh yang hilang akibat keringat dan mencegah dehidrasi akut.

2. Gunakan Pakaian Berbahan Serat Alami, Longgar, dan Berwarna Terang

Pilihan pakaian sehari-hari memiliki pengaruh signifikan terhadap respons tubuh terhadap panas. Saat cuaca ekstrem, gunakan pakaian berbahan serat alami seperti katun, rayon, atau linen. Bahan-bahan ini memiliki sirkulasi udara yang baik dan ramah di kulit.

Sebaliknya, hindari pakaian berbahan sintetis yang tidak menyerap udara seperti poliester murni atau nilon. Bahan-bahan ini cenderung memerangkap panas tubuh. Pakaian ketat dan berwarna gelap juga sebaiknya dihindari, karena warna gelap menyerap panas matahari lebih banyak dan meningkatkan risiko heatstroke.

Menurut panduan kesehatan dari NHS.UK, salah satu tanda heatstroke adalah kulit yang terasa sangat panas namun kering, menandakan tubuh berhenti berkeringat. Memperparah kondisi ini dengan pakaian yang tidak menyerap panas akan semakin meningkatkan suhu tubuh.

3. Batasi Aktivitas Luar Ruangan di Jam Rawan Suhu Tertinggi

Jika memungkinkan, hindari atau batasi aktivitas fisik berat di luar ruangan pada jam-jam puncak panas, yaitu antara pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore.

Apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah pada jam-jam tersebut, sangat penting untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan fisik. Gunakan payung, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari.

Unit Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI mengimbau pentingnya perlindungan kulit dengan sunscreen minimal SPF 30. Jangan lupa untuk secara berkala mencari tempat berteduh guna memberi istirahat pada tubuh dan menurunkan suhu kulit.

4. Atur Intensitas dan Jadwal Olahraga

Menjaga kebugaran tubuh tetap penting, namun fleksibilitas terhadap kondisi cuaca adalah kunci. Olahraga dengan intensitas tinggi saat suhu udara luar ruangan ekstrem dapat memicu tubuh mengalami overheat atau hipertermia.

Hipertermia adalah kondisi medis di mana suhu internal tubuh meningkat secara signifikan di atas batas normal, biasanya di atas 37 derajat Celsius. Jika hipertermia tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berkembang menjadi serangan heatstroke.

Sebagai solusinya, geser jadwal olahraga ke pagi hari sebelum matahari terbit atau menjelang matahari terbenam saat suhu udara lebih sejuk. Alternatif lain adalah beralih ke olahraga dalam ruangan (indoor) yang dilengkapi pendingin udara atau sirkulasi udara yang baik.

5. Perbanyak Makanan Tinggi Air

Di tengah cuaca El Nino yang panas, tingkatkan konsumsi buah dan sayur yang kaya akan kandungan air, seperti semangka, melon, mentimun, dan jeruk. Makanan ini berfungsi sebagai sumber hidrasi alami yang membantu menyegarkan tubuh dari dalam.

Setiap orang berisiko mengalami heatstroke saat terpapar suhu panas ekstrem. Namun, kelompok tertentu seperti lansia, anak-anak, orang sakit, dan pekerja luar ruangan memiliki kerentanan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk saling mengingatkan, terutama bagi yang termasuk dalam kelompok rentan atau memiliki kerabat dalam kategori tersebut. Terapkan pola hidup sehat ini untuk menjaga diri agar terhindar dari ancaman heatstroke sepanjang musim kemarau.

____

Artikel menarik Lainnya