Skincapedia.com – Seorang alumni Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Padjadjaran (Unpad) bernama Edi Dimyati kini menjadi buah bibir berkat ide briliannya menghadirkan perpustakaan keliling yang menggunakan sepeda. Beliau dikenal luas sebagai seorang pegiat literasi yang tak kenal lelah membawa khazanah bacaan lebih dekat ke tengah masyarakat melalui berbagai pendekatan kreatif.
Lebih dari sekadar pustakawan, Edi Dimyati adalah seorang aktivis literasi dan penulis yang mendedikasikan hidupnya untuk gerakan membaca. Ia tidak hanya mendirikan taman baca, tetapi juga menjadi pionir dalam konsep perpustakaan keliling yang unik, menggunakan sepeda alih-alih kendaraan besar seperti bus atau mobil pada umumnya. Dedikasinya yang luar biasa bertujuan untuk memastikan akses bacaan gratis dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di Jakarta.
Taman Baca Kampung Buku: Gerbang Ilmu Tanpa Batasan

Perjalanan Edi Dimyati dalam mendekatkan buku kepada masyarakat berawal dari sebuah pengalaman pribadi yang membekas. Kenangan masa kecilnya yang sempat ditolak masuk perpustakaan hanya karena mengenakan celana pendek dan sandal menjadi pemicu tekadnya. Ia berjanji untuk menciptakan sebuah ruang baca yang benar-benar terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang penampilan luar.
Tekad tersebut akhirnya terwujud pada tahun 2010 dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat Kampung Buku. Awalnya, perpustakaan ini hanya mengoleksi sekitar 200 buku pribadi dan berwujud sebuah saung sederhana. Namun, seiring waktu, Kampung Buku terus bertransformasi dan berkembang pesat. Kini, taman baca yang berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur, ini telah memiliki koleksi lebih dari 4000 buku, menjadikannya perpustakaan gratis yang kian diminati.
Keunikan Kampung Buku terletak pada prinsip keterbukaan dan kepercayaan yang diusungnya. “Semua pengunjung adalah penjaga. Jadi mereka bebas, kalau mau pilih buku, pilih sendiri. Jadi mereka yang mencatat sendiri, terus ngembalikan sendiri. Kalau nggak balik, nggak apa-apa sih,” ujar Edi, seperti dikutip dari detiknews. Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab di antara para pengunjung.
Lebih dari sekadar tempat meminjam buku, Kampung Buku telah menjadi pusat kegiatan yang hidup bagi anak-anak dan masyarakat. Berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif sering diadakan di sana. Tak jarang pula, mahasiswa menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk melaksanakan kegiatan sosial mereka, semakin memperkuat peran Kampung Buku sebagai pusat komunitas.
Kargo Baca: Buku Berkeliling dengan Sepeda Kargo

Dedikasi Edi Dimyati terhadap dunia literasi tidak berhenti pada pendirian taman baca saja. Pada tahun 2017, ia meluncurkan sebuah proyek inovatif bernama “Kargo Baca”. Inisiatif ini melibatkan modifikasi sebuah sepeda kargo yang dirancang khusus untuk membawa dan menyebarkan buku ke berbagai penjuru, terutama menjangkau anak-anak di area yang mungkin sulit dijangkau oleh perpustakaan konvensional. Sepeda kargo ini mampu mengangkut beban buku hingga 40 kilogram.
Setiap akhir pekan, Edi dengan setia mengayuh Kargo Baca menjelajahi berbagai sudut kota Jakarta. Rute favoritnya meliputi sekolah-sekolah, ruang-ruang publik, bahkan hingga gang-gang sempit di permukiman padat penduduk. Untuk menarik perhatian, Edi seringkali tampil dengan kostum unik, seperti mengenakan pakaian khas “montir” berwarna oranye cerah saat melakukan perjalanannya.
Strategi Edi untuk memikat minat anak-anak sangatlah kreatif. Ia kerap menggunakan trik sulap sederhana atau pendekatan interaktif lainnya agar anak-anak merasa tertarik dan nyaman mendekati Kargo Baca. Setelah suasana cair dan anak-anak berkumpul, barulah Edi memulai sesi membaca bersama, menciptakan momen belajar yang menyenangkan dan tak terlupakan.
Lebih dari Sekadar Pustakawan: Edi Dimyati Sang Penulis

Peran Edi Dimyati dalam ekosistem literasi tidak hanya terbatas sebagai pustakawan dan penggerak perpustakaan keliling. Ia juga aktif sebagai seorang penulis yang telah menelurkan beberapa karya menarik. Fokus penulisannya cenderung pada topik-topik yang menggali kekayaan lokal, sejarah, dan budaya.
Beberapa karya yang telah diterbitkan oleh Edi Dimyati antara lain:
- 47 Museum Jakarta: Panduan Sang Petualang
- Panduan Sang Petualang: 31 Museum di Jawa Barat + Banten
- Wisata Kota Tua Jakarta
- Garut: Swiss van Java
- Wisata Pesisir Ciamis Selatan
Kumpulan buku-buku ini secara jelas menunjukkan kecintaan Edi pada eksplorasi tempat-tempat menarik, sejarah lokal, serta pelestarian budaya yang ada di Indonesia. Kontribusinya dalam dunia literasi, baik melalui gerakan nyata maupun karya tulisnya, sungguh patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
